Tuesday, June 05, 2007

Cerita Orang Biasa - 10


Saebah


Wajahnya tampak tegar. Walau ada tatapan kosong. Menunggui dua anaknya, Ahmad Saefudin 16 tahun dan Dewi Handayani 13 tahun. Ia baru saja selesai memandikan mereka. Keduanya lumpuh layu. Karena polio. Suaminya, Endun, adalah salah satu korban yang meninggal saat banjir besar melanda Jakarta Februari 2007. Mereka kini tinggal di rumah petak Kampung Tirem, Kelurahan Marunda, Cilincing Jakarta Utara. Bersama tiga keluarga lainnya. Berdesakan dalam rumah sempit. Karena kemiskinannya, Saebah kerap puasa karena ketiadaan makanan. Ia beberapa kali mendapat bantuan makanan dari tetangga. Menghidupi dirinya dan kedua anaknya yang lumpuh layu adalah hal berat baginya. Ia tidak mungkin meninggalkan anak-anaknya untuk pergi bekerja. Akibatnya Saebah hidup dalam belas kasihan orang lain. Bantuan banjir yang kesana kemari berseliweran tak satupun mampir ke tangannya. Dan ia pun mulai berhenti berharap. Mencoba mengangankan bantuan dalam mimpinya. (Sumber : Kompas)

Cermin :
Tidak ada yang bisa menolong diri kita, selain diri kita sendiri. Jangan sampai untuk alasan apapun membuat kita bergantung pada orang lain. Pun jangan kemudian kita menutup mata terhadap kesulitan orang lain.

No comments: