Sunday, December 31, 2006

The All New You - 06


New Year Resolution
Celebration Tools : Fireworks


  • Kembang api pertama berasal dari peradaban China. Sebenarnya asalnya adalah bambu hijau yang dilempar ke api untuk tujuan menakut-nakuti roh jahat, yang disebut "pas chuk."
  • Dipercaya bahwa bubuk mesiu ditemukan secara tidak sengaja oleh seorang ahli kimia China yang mencampurkan sulfur dan potasium nitrat di atas api. Orang China menyebut bubuk mesiu dengan "huo yao" (api kimiawi).
  • Kembang api kemudian digunakan dalam peperangan dengan menggabungkannya dengan anak panah. Bentuk demikian pertama kali digunakan kira-kira tahun 1200 M.
  • Legenda menyebutkan bahwa Marco Polo membawa temuan tentang kembang api ini ke negara barat setelah ia berkunjung ke China dan beberapa negara di timur lainnya.
  • Settlers membawa kembang api ke Amerika pada tahun 1600-an
  • Sebuah peristiwa mengenaskan yang berhubungan dengan kembang api pernah terjadi pada tanggal 16 Mei 1770. Saat pesta pernikahan Raja Louis XVI dan Maria Antoinette. Setelah pertunjukan kembang api, terjadi keributan dan dorong mendorong yang mengakibatkan 800 orang meninggal dunia.
  • Perayaan Kemerdekaan Amerika pertama yang menggunakan kembang api terjadi pada tahun 1776.
  • Kembang api mulai populer di Inggris Raya selama masa pemerintahan Ratu Elizabeth I. William Shakespeare menyinggung mengenai kembang api dalma karyanya.
  • Italia adalah negara pertama yang memproduksi kembang api di Eropa
  • 30 tahun yang lalu pertunjukan kembang api profesional berakhir lebih dari satu jam. Saat ini hanya memerlukan waktu 20 menit.
  • Group musik Alabama memiliki sebuah lagu dalam album mereka, 40hr Week yang dirilis pada tahun 1985, yang berjudul “fireworks”
  • Pada tahun 1996, sebuah rangkaian petasan dinyalakan di Hong Kong dalam rangka menyambut Chinese New Year. Petasan tersebut baru berhenti setelah 22 jam.
  • Saat ini, penyalaan kembang api menggunakan komputer. Yang mengontrol saat peluncuran dan mengsinkronisasikannya dengan musik.
  • Salah satu pertunjukan spektakuler di USA terjadi di Las Vegas saat malam tahun baru. Ketika itu, kembang api dinyalakan dari atap 10 kasino. Pengerjaannya dilakukan oleh Grucci of Brookhaven dari New York. Pertunjukan spektakuler lain terjadi di Sidney, Australia tepatnya di Sidney Harbour. Dimana kembang api tidak saja diluncurkan dari daratan, tapi juga dari atas jembatan dan dari lautan. (sumber : fireworks.com)

Resolution Idea :
Banyak hal yang bisa kita rayakan dalam hidup ini. Keberhasilan, kemenangan, prestasi, sukacita, kebahagiaan, dan senyuman. Tapi perayaan akan hidup juga menyangkut sisi “negatif”nya. Kegagalan, kekalahan, kejatuhan, dukacita, kesedihan, dan tangis. Tidakkah hidup justru menjadi sempurna karenanya?

Saturday, December 30, 2006

Catatan Harian

Day - 92

Sabtu, 30 Desember 2006 -- Pagi-pagi Dewi telepon dari rumah sakit. Ngabarin Kezia boleh pulang. Hasil observasi dokter Kezia ga apa-apa. Lega. Hanya mungkin ia masih perlu waktu untuk "pemulihan" dari kagetnya. Lha saya saja masih shock. Apalagi Kezia yang ngalaminnya kan? Tapi so far so oke-lah.

Saya jemput mereka. Teman juga ada yang ikut jemput. Ketemu di rumah sakit. Kita mampir dulu ke West Mall. Makan siang di KFC. Kezia masih susah makan. Masih lemes. Cuma sudah ga muntah. Terus pulang. Sampai sore ada beberapa teman yang datang ke rumah nengokin Kezia. Yang lain telepon dan kirim SMS. Thx, temans, untuk perhatian dan dukungannya.

Pagi waktu di rumah sakit kita sempat makan di kantinnya. Walau namanya kantin, tapi ga kalah sama hawker-hawker di tempat lain. Makanannya oke. Singapore tuh banyak menjungkir balikkan "kebiasaan" di Indonesia. Di Indonesia yang namanya oleh-oleh kalau beli di bandara biasanya mahal. Di Bandara Changi malah relatif bisa lebih murah. Pelabuhan di Indonesia identik dengan kekumuhan dan kerawanan, di sini pelabuhan digabung dengan mal megah. Di Indonesia yang namanya kantin rumah sakit biasanya cenderung "seadanya", di sini ga kalah deh sama restoran umumnya.

Baca di internet Saddam Husein dihukum gantung. Sebuah ending dari kisah perjalanan hidup Presiden Irak yang pernah begitu berkuasa sejak tahun 1979. Tragis. Teman cerita ia nonton rekamannya yang disiarkan di CNN. Bisa jadi, seperti kebanyakan penguasa diktator, hidup Saddam pun berlumuran darah. Apa yang ia tabur, itu juga yang dituainya. Tapi saya kok tetap ga setuju dengan hukuman matinya. Sampai sekarang saya ga penah habis mengerti, bahwa ada orang yang bisa membunuh orang lain. Entah dengan maksud apa pun.

The All New You - 05


New Year Resolution
We Can Save Our Earth


Tahukah Anda?

  1. Jika kita membuang 2 kaleng aluminium, kita membuang energi (sumber daya energi) lebih banyak dari yang digunakan oleh satu milyar orang termiskin di dunia dalam sehari.
  2. Sekitar sepertiga dari sampah orang Amerika adalah kertas pembungkus
  3. Lebih dari satu milyar pohon dalam setahun digunakan sebagai bahan baku popok bayi sekali pakai.
  4. Dalam setiap menit, 50 acre hutan dirusak.
  5. Rata-rata Orang Amerika menggunakan sumber daya energi dua kali lebih banyak daripada orang di Jepang dan Jerman Barat, dan 50 kali lebih banyak dari orang India.
  6. Lebih dari 90% sumber daya energi digunakan dalam penerangan listrik standar menggunakan lampu pijar bohlam hilang dalam bentuk panas.
  7. AC menggunakan 10 kali lebih banyak sumber daya energi daripada kipas angin, juga mengakibatkan 10 kali lebih banyak polutan
  8. Mobil dan truk pengangkut memberi kontribusi sekitar 20% dari karbondioksida yang ada di udara
  9. Ada lebih dari 500 juta unit mobil di seluruh dunia yang menggunakan 2 galon bahan bakar setiap harinya. Setiap galon melepaskan 20 pound karbondioksida ke udara.
  10. Sekitar 80% sampah ditampung di tempat pembuangan sampah. 10% nya dibakar. 10% lagi di recycle.

(diterjemahkan dari www.geocities.com)

Resolution Idea :
Mari memasuki tahun baru dengan tekad: turut berperan aktif menyelamatkan lingkungan. Tidak perlu melakukan yang "besar-besar". Mulai dari yang sederhanalah; mematikan lampu dan alat-alat listrik bila tidak digunakan, membiasakan diri membuang sampah di tempatnya terutama sampah plastik, merawat kendaraan agar tidak terlalu mengeluarkan polusi.

Catatan Harian

Day - 93

Jumat, 29 Desember 2006 -- Pagi anter Kezia ke rumah sakit. NUH. Teman jemput pakai mobil. Karen sama Opa Oma di rumah. Pasien ga gitu banyak. Kezia bisa langsung ditangani. Dilihat lagi hasil scan kemarin. Ga ada apa-apa yang perlu dicemaskan. Cuma dokter masih perlu observasi lanjutan tentang lemes dan suka muntahnya. Biar tahu apa ada kaitan dengan tabrakan kemarin itu atau ga. Jadi ia saranin Kezia nginep di rumah sakit.

Kezia sih keukueh ga mau nginap. Ia mau pulang saja. Sampai nangis. Saya belum punya pengalaman langsung dengan urusan "nginep-menginep" di rumah sakit. Terus terang saya agak trauma. Ada kenalan yang "ga apa-apa", terus dirawat inap di rumah sakit malah jadi "apa-apa". Beberapa kali saya juga denger kejadian serupa. Dokter sih ga maksa Kezia harus nginep. Cuma kalau kita memutuskan ga nginep, kita harus tanda tangani surat bahwa kita menolak. Prosedur standarlah.

Beberapa teman datang nemeni. Mereka kasih saran untuk observasi. Takutnya ada apa-apa. Betul juga sih. Akhirnya kita putusin Kezia nginep di rumah sakit. Satu kamar berempat. Tapi bisa ditemani salah satu orang tua. Setelah semua urusan ini-itu beres. Saya terus ke kantor. Ada yang harus di kerjakan. Sore sebelum balik ke rumah sakit, saya mampir dulu ke rumah. Bawa ini itu. Main dulu sama Karen. Jangan sampai ia merasa, gara-gara kecelakaan itu semua orang cuma merhatiin Kezia.

Saya pulang agak malam. Dewi nginep temenin Kezia. Sempet mampir di McD. Sejak sore ga sempat makan. Dari kemarin-kemarin koneksi internet terganggu. Susah on-line nih. Internet tuh sudah jadi kebutuhan rutin. Dibeberapa sektor mungkin malah sevital listrik. Jadi bisa dibayangin besarnya kerugian yang terjadi. Yang pasti koneksi manusia di berbagai belahan dunia juga terganggu. Ga bisa chatting, ngimel, ngeblog. Sampai rumah jam 10-an. Karen belum tidur.

Friday, December 29, 2006

The All New You - 04

New Year Resolution
No Talk, Action Only


If you woke up this morning with more health than illness, you are more blessed than the millions who will not survive this week.
If you have never experienced the danger of battle, the loneliness of imprisonment, or the pangs of starvation, you are ahead of 900 million people in the world.
If you have food in the refrigerator, clothes on your back, a roof overhead and a place to sleep, you are richer than 75% of this world.
If you have money in the bank, in your wallet, and spare change in a dish someplace, you are among the top 8% of the world’s wealthy.
If you can read this , you are more blessed than over two billion people in the world who cannot read at all. (source : unknown/internet)

Data Tentang Anak-Anak dan Kemiskinan

Kesehatan :
  1. Campak, malaria dan diare adalah tiga penyakit pembunuh terbesar anak-anak di seluruh dunia.
  2. Lebih dari 30 juta anak-anak di seluruh dunia tidak mendapatkan imunisasi terhadap berbagai penyakit yang mematikan
  3. 95 persen dari para penderita polio adalah anak-anak di bawah usia 5 tahun
    HIV/AIDS telahemngakibatkan 14 juta anak menjadi yatim piatu.92 persen diantaranya tinggal di Afrika.
  4. Setiap tahun ada 6 juta anak di bawah usia 5 tahun yang meninggal karena kelaparan.

Pendidikan:

  1. Setiap tahun ada 134 juta anak berusia 7-18 tahun tidak pernah mengecap bangku sekolah.
  2. Anak perempuan lebih kecil kemungkinannya mendapatkan kesempatan bersekolah dibandingkan dengan anak laki-laki, di Afrika Utara dan Negara-negara Timur Tengah, perbandingannya mencapai 1:3

Eksploitasi:

  1. Dalam satu dekade terakhir, lebih dari 2 juta anak-anak meninggal sebagai dampak langsung dari konflik bersenjata.
  2. Lebih dari 300.000 tentara anak-anak dieksploitasi dalam konflik bersenjata di lebih dari 30 negara di seluruh dunia
  3. 2 juta anak dieksploitasi untuk keperluan perdagangan sex
  4. Sekurang-kurangnya 246 juta anak-anak merupakan pekerja anak.
  5. 171 juta anak bekerja dalam kondisi yang sangat memprihatinkan.

(sumber : www.care.org)

Resolution Idea:
Data ini mungkin membuat kita tercenung, tertegun. Dan mudah-mudahan tergugah. Untuk melakukan sesuatu. Sekecil apa pun. Kita bisa mulai dari lingkungan kita yang paling dekat dan dengan cara yang paling sederhana. Mungkin kita tidak bisa membantu 1000 atau 100 orang, tapi setidaknya kita bisa membantu satu orang yang ada di depan mata. Andai setiap kita yang mampu, punya komitmen menolong satu orang saja. Setidaknya dunia akan lebih baik. Mari kita masuki tahun baru dengan tekad ini. Dunia menanti kita melakukan sesuatu.

Thursday, December 28, 2006

Catatan Harian

Day - 94

Kamis, 28 Desember 2006 -- Malam Kezia ga bisa tidur tenang. Beberapa kali kebangun. Mungkin lapar. Sejak sore makannya ga betul. Tapi ketika diberi susu, malah muntah. Ia ga mau makan apa-apa. Paginya juga begitu. Lemes. Maunya tiduran. Tapi ditanya ada yang sakit ga, ia bilang ga ada. Tiap dikasih makan apa, muntah. Baru ketika dikasih makan bubur bisa “masuk”. Itu pun ga banyak. Kue juga ia mau sedikit. Kita sih sudah curiga ia masuk angin. Kemarin sore kan tunggu di rumah sakit hampir dua jam. Ga boleh makan dan minum. Melewati jam makan malamnya ia.

Dewi lalu telepon emergency NUH tapi ga diangkat-angkat. Siang baru bisa nyambung. Kita bikin apointment sama dokter yang merawat Kezia kemarin. Dapat tanggal 12 Januari. Ya, ampun. Ini apa-apaan?! Sakitnya kapan, diobatinnya kapan. Kita putuskan ke dokter lain. Tapi susah juga, kan semua data ada di NUH. Saya sering melawat orang Indonesia di rumah sakit di sini. Sekali saya sendiri berhubungan langsung dengan Rumah sakit di sini, malah mengecewakan :(.

Seharian ini Kezia maunya tidur terus. Lemes. Tapi ia sudah kelihatan mendingan setelah makan bubur. Jadi kita juga agak tenang. Tadi siang sepulang dari kantor, saya mau ajak Kezia makan ke Pizza Hut. Tapi ia ga mau. Sejak kemarin-kemarin ia tuh pengen Pizza HUT. Tapi ga jadi-jadi. Sekarang ngelihat ia susah makan, kita jadi “kuatir” juga. Pokoknya asal ia mau makan, apa pun ayo deh.

Rasa ingin tuh anugerah. Kalau sudah ga pengen, dipaksa-paksakan juga ga mau kan. Kadang orang tua suka menunda-nunda kalau anak-anak lagi kepengen makan apa. Ya ga semua keinginan anak harus dipenuhi. Tapi kalau cuma pengen makan ini dan itu apalagi sudah lama. Kenapa sih ga dipentingin. Kalau mereka sudah susah makan begini, baru deh kerasa. Seharian hujan terus.

The All New You - 03


New Year Resolution
Love Never Die


Universitas Pavia Italia merilis hasil penelitiannya tentang cinta. Menurut para ahli dari Universitas tersebut, rasa tergila-gila dan tidak menentu yang dialami seseorang saat sedang jatuh cinta disebabkan oleh sebuah molekul. Namanya NGF. Nerve Growth Factor. Molekul ini jumlahnya fluktuatif. Naik turun. Penelitian dilakukan terhadap 58 orang yang tengah dimabuk asmara. Semuanya diukur kadar NGF-nya. Hasilnya dibandingkan dengan kelompok orang yang telah memiliki hubungan cinta lebih dari satu tahun. Dan hasil akhirnya adalah, pasangan yang rata-rata hubungannya masih berusia di bawah satu tahun, hasil NGF-nya jauh lebih tinggi dari kategori hubungan mapan. Artinya, cinta menggebu hanya bertahan pada tahun pertama sebuah hubungan. Selanjutnya? Entah! Tapi bukan berarti hubungan mapan kehilangan rasa cinta. Kadarnya saja yang berkurang. Tidak lagi mengalami cinta akut. (sumber : detik.com)

Resolution Idea:
Memasuki tahun yang baru, mari kita bertekad menyebar sebanyak mungkin cinta. Lewat perkataan yang membangun; sikap yang santun; ide-ide yang brilian. Mari juga bertekad menjaga dan merawat cinta itu. Supaya orang lain dapat terus merasakan, menghayati, bahkan juga mengalami kehangatan cinta kita. Lewat perhatian, pengertian, penerimaan. Sehingga cinta kita hidup langgeng dalam hidup mereka.

Catatan Harian

Day - 95

Rabu, 27 Desember 2006 -- Agak sorean. Saya shock sekali. Baru selesai beres-beres pulang dari kantor. Dewi telepon sambil nangis. Kezia ketabrak mobil di depan apartemen. Ga mikir dua kali saya langsung "terbang" ke bawah. Mana lift agak "ngadat". Jadi saya lari lewat tangga. Ke lantai satu. Terus ke jalan. Saya lihat oma nangis sambil melukin Karen. Duduk di tengah pembatas jalan nyandar ke pohon. Di seberang di pingir jalan Dewi lagi melukin Kezia. Dug. Saya langsung "memburu" Kezia. Saya gendong ia.

Saya agak tenang ketika Kezia bicara. "Papa, Cici ga apa-apa." Kayaknya tabrakannya cukup keras. Spion kanan itu sedan sampai bengkok. Kacanya terlempar keluar dan pecah. Tapi sungguh thx God Kezia "ga apa-apa". Ia jatuh tengkurap. Ga lama ambulance datang. Ditelepon satpam apartemen. Kezia lalu dibawa ke rumah sakit NUH. Dewi ikut. Saya pulang dulu ambil "ini-itu". Terus nyusul dengan taxi.

Di rumah sakit sudah ada GSM Kezia dan keluarganya yang temenin. Pas kita janjian sore itu mau makan bareng. Thx, temans sudah "dampingi". kehadiran teman disaat "begitu" besar sekali artinya. NUH "lelet" banget. Namanya emergency tapi baru ditangani setelah lebih dari satu jam. Wah. Wah. Kezia di-scan kepalanya. Juga pinggangnya. Ga ada apa-apa. Boleh pulang. Hanya besok harus kontrol lagi. Thx God. Lega. Lega.

Tadi tuh Dewi pulang. Turun dari bis, ia nyebrang tuntun Karen. Ia kira Kezia sama Oma dan Opa. Tapi rupanya Kezia ketinggalan. Kezia lari menyusul. Pas sedan lewat. Lagi kencang pula. Jadi "salah" Kezia juga sih. Setiap kejadian pasti ada hikmahnyalah. Dengan kejadian ini kita diingatkan untuk selalu hati-hati. Kadang saking merasa aman, kita tuh jadi ceroboh. Ga wasapada. Konon bagi para pelayar di laut, keadaan yang paling membahayakan bukan ketika ombak bergulung-gulung dan angin ribut menerjang. Tapi justru ketika laut tenang dan angin sepoi-sepoi basah bertiup. Sebab itu bisa melenakan dan bikin tertidur.

Wednesday, December 27, 2006

The All New You - 02


New Year Resolution
Become The Peacemaker

Fakta dan Data Tentang Perang:
  • Perang Dunia I menewaskan 5 juta orang dan 30 juta lainnya cacat.
  • Perang Dunia II menewaskan 55 juta orang
  • Pasca Perang Dunia II, di era modern tahun 1985-1995 tercatat, 2 juta anak-anak terbunuh, 6 juta mengalami luka seius atau cacat permanen, 12 juta kehilangan rumah. Selain itu 1 juta anak menjadi yatim piatu atau terpisah dari otangtuanya, 10 juta menderita trauma psikologis yang serius sebagai dampak perang, 300 ribu anak menjadi serdadu. Sekitar 90 persen korban perang adalah masyarakat sipil, utamanya anak dan perempuan. Separuh dari 21 juta pengungsi di seluruh dunia adalah anak-anak, dan setiap tahun antara 8.000 hingga 10.000 anak menjadi korban ranjau darat.
  • Laporan Asociated Pres selama abad 20 terjadi kekerasan karena perang yang luar biasa. Pembunuhan masal atau genosaida. Seperti di Revolusi Budaya di China, Kamboja Killing Fields, pemusnahan etnis di Bosnia, penumpasan PKI di Indonesia, Perang antar suku di Rwanda dan lain-lain menyebabkan kematian 170 juta orang.
  • Perang Iraq menewaskan lebih dari warga sipil 50.000
  • Perang Israel dan Hizbullah di Libanon menewaskan lebih dari 1000 rakyat sipil
    Sekarang perang dan pembunuhan dengan mengatasnamakan agama masih terus terjadi. Seperti teroris yang melakukan bom bunuh diri. Tragedi 911 di Amerika, Bom di Spanyol dan Inggris, Tragedi Bom Bali, tragedi Ambon, Poso, Bom Mariott dan Kedubes Australia di Indonesia.
  • Di samping perang tak berkesudahan antara Israel dan Palestina. Perang yang justru terjadi di tanah kelahiran Yesus, Sang Juru Damai.
Resolution Idea:
Dimana-mana yang namanya perang selau menimbulkan "luka". Dan orang nggak pernah belajar dari sejarah. Perang satu pergi perang lain datang. Terus begitu. Abad 20 adalah abad yang berdarah-darah. Akankah abad 21 juga begitu adanya?

Catatan Harian

Day - 96

Senin, 26 Desember 2006 -- Hari ini dua tahun peristiwa tsunami di Aceh, Nias dan sekitarnya. Saya jadi terkenang saat itu. Tangal 31-nya saya pimpin kebaktian tutup tahun di Kayu Putih. Saya puter lagu Ebiet G Ade, "Untuk Kita Renungkan", sebagai bagian dari khotbah. Di tengah khotbah, saya ga bisa menahan airmata. Dalam hidup saya, dua kali saya ga tahan untuk ga menangis sewaktu berkhotbah. Pertama, waktu peristiwa tsunami itu. Kedua, waktu perpisahan saya dengan jemaat Kayu Putih. Dua peristiwa yang sangat mengetarkan.

Beberapa tahun belakangan, Indonesia hampir selalu menutup dan mengawali tahun dengan musibah. Tsunami Aceh itu yang terbesar. Musibah selalu mengundang sebuah tanya: kenapa bumi yang dalam Alktab disebut sebagai ciptaaan Tuhan yang sungguh amat baik, tiba-tiba jadi mesin pembunuh yang mematikan? Kalau ini dikatakan karena dosa, lalu dosa siapa? Siapa yang berbuat doa siapa yang terkena dampaknya? Musibah juga hampir selalu membuka kembali gugatan yang ga akan pernah berakhir: akan Kemahakuasaan, Kemahadilan, dan Kemahabaikan Tuhan. Tapi itulah batas manusia.

Ada satu hal yang sampai sekarang saya sesali. Tadinya dengan teman-teman relawan GKI saya sudah berniat berangkat ke Aceh. Tapi karena waktu keadaan di Aceh masih chaos, transportasi sulit. Jadi ga ada jaminan sampai kapan bisa pulang. Padahal saya ada beberapa tugas yang ga bisa ditinggal dalam dua minggu ke depannya; peneguhan nikah yang sudah dipersiapakan 6 bulan sebelumnya, terus juga acara retreat klasis. Akhirnya saya ga jadi berangkat. Sungguh saya kagum dengan teman-teman relawan yang ketika itu berangkat. Saya tahu ga mudah tugas mereka di sana. Saya sangat menyesal ga jadi pergi ketika itu. Saya selalu punya cita-cita punya pengalaman "hidup-mati". Dengan catatan selamat gitu :).

Di sini seharian hujan terus. Kantor masih libur. Siang temenin keluarga ke Sim Lim. Kalau di Jakarta, kayak Glodok-nya. Tempat jual alat-alat elektronik. Wah tekhnologi elektronik sekarang benar-benar luar biasa perkembangannya. Kayak MP4, lalu DVD kecil yang langsung nyambung dengan player-nya. Terus apa lagi gitu. Hebatnya lagi, dibanding dengan dengan kapasitasnya harganya termasuk "murah-lah". Saya melihat alat-alat canggih yang beberapa tahun lalu ga terbayangkan akan ada. Kagum juga pada para pembuat alat-alat itu.

Tuesday, December 26, 2006

The All New You - 01


New Year Resolution
Boxing Day


Tanggal 26 Desember di Inggris dikenal sebagai Boxing Day. Dulu di Inggris, para pelayan diharuskan tetap bekerja di hari Natal karena biasanya para majikan mengadakan pesta Natal. Sehingga tenaga mereka dibutuhkan. Sehari setelah Natal, para pelayan baru bisa pulang ke keluarganya. Biasanya pada saat mereka pulang ini, para majikan membekali mereka dengan berbagai hadiah. Kisah lain menuturkan, bahwa biasanya di gereja-gereja diletakkan kotak sumbangan. Para pengunjung kebaktian menaruh uang di kotak tersebut. Dan kemudian akan disalurkan kepada kaum miskin. Saat ini, Boxing Day berkembang menjadi saat memberi hadiah kepada mereka yang sepanjang tahun telah mengabdikan dirinya melayani kita dalam berbagai bidang. Misalnya para pembantu rumah tangga, tukang koran, tukang sampah, tukang parkir, penjaga pintu, satpam, porter dan lain-lain. Boxing Day adalah hari libur resmi di Inggris.

Resolution Idea :
Mari memasuki tahun baru dengan komitmen untuk memberi. Bukan keinginan untuk menerima. Mulai dari orang-orang "kecil" di sekitar kita. Mereka yang telah mencurahkan tenaganya untuk membantu kita. Meringankan pekerjaan kita. Nggak selalu dalam bentuk pemberian benda. Tapi bisa juga dengan komitmen memperlakukan mereka lebih manusiawi. Memperhatikan hak-hak mereka. Bahkan se-simple sebuah komitmen untuk mengucapkan terima kasih kepada mereka. Dengan sebuah senyuman.

Catatan Harian

Day - 97

Senin, 25 Desember 2006 -- Kemarin malam bareng Dewi ikut acara candle light service di GPO. Mulai jam 10 malam. Berangkat dari rumah jam 7. Naik MRT. Malam Natal Orchad ditutup. Naik bis atau taxi susah. Kita makan dulu di The Cafe Crystal Plaza Singapura. Terkenal steaknya. Kita kehabisan. Cuma makan pasta. Acaranya di halaman gereja. Semua kongregrasi; Mandarin, Indonesia, Jerman dan Inggris ngasih "presentasi". Yang hadir banyak juga orang yang lagi liburan ke sini. Hari biasa MRT terakhir sekitar jam 12. Tapi kalau hari "ramai" begini bisa sampai jam 1.30-an.

Tadi pimpin kebaktian Natal. Majelis Jemaat semua pakai batik. Saya juga. Ini pertama kali saya pimpin kebaktian Natal ga pakai toga :). Good jugalah. Batik bukan hanya ngingetin kita sebagai jemaat berbahasa Indonesia di luar negeri akan "keindonesiaan". Tapi juga memang ada makna simbolis yang bisa diambil berkenaan dengan Natal.

Batik dulu dan sekarang "beda" tuh. Dulu batik sangat dekat dengan kesederhanaan. Dibuat dengan cara, bahan, tempat, dan oleh orang-orang sederhana. Batik konon ngembat titik atau rambataning titik-titik. Artinya merangkai titik-titik. Sekarang batik sudah menjadi komoditi mahal. Dulu setiap goresan batik ada maknanya. Falsafah Jawa dan Hindu. Sekarang orang cenderung ga pentingin maknanya. Hanya melihat bagusnya. Sekadar "pemanis". Selain itu batik Indonesia juga menyimpan "ironi". Akar seni batik tuh berasal dari budaya Indonesia, tapi yang mempunyai hak paten di dunia internasional justru Malaysia.

Natal ga jauh beda "nasibnya" dengan batik. Natal kini sudah menjadi komoditi yang "wah". Padahal Natal di Alkitab identik dengan kesederhanaan. Yusuf dan Maria, kota kecil Betlehem, gembala, kandang ternak. Kini orang juga lebih fokus pada cerita natal, bukan pada berita natal; pada acara bukan makna, pada konsepsi bukan esensi. Natal menjadi rutinitas. Natal di Indonesia juga menyimpan "ironi". Natal adalah kabar sukacita dan damai sejahtera. Tapi untuk kebaktian malam Natal saja sampai mesti dijaga tentara, polisi, bahkan preman bayaran. So sad :(

Monday, December 25, 2006

Christmas' Intermezzo


Apa Arti Sebuah Nama?


Begitu kata pujangga terkemuka William Shakespeare. Benarkah? Ada sebuah kisah nyata terjadi di Gainesville. Memiliki marga "Christmas" bukan hal yang aneh. Namun menjadi sedikit menggangu bila kemudian anda bernama asli Mary. Itulah yang terjadi pada Mary Christmas, wanita berusia 30 tahun. Namun ia bukan satu-satunya anggota keluarga Christmas yang namanya berbau natal. Dimulai pada tahun 1935 ketika Mary menikah dengan Henry Christmas di Gainesville, Georgia. Mereka memiliki anak, Bob, yang memberi dua cucu bernama Mary dan Noel. Saudara laki-laki Bob menikah dengan Cathy Holiday dan memiliki anak bernama Carol. Saudara perempuan Bob, Jeane menikah dengan keluarga White. Sehingga namanya menjadi Jeane White Christmas. (sumber Kompas)

Christmas' intermezzo :
Dibalik nama selalu ada message. Cuma sejauh mana message itu terwujud, tergantung si penyandang nama itu. Intinya, jangan "ketinggian" memberi nama. Tapi juga jangan "kerendahan" :). "Janganlah takut, sebab Aku telah menebus engkau, Aku telah memanggil engkau dengan namamu, engkau ini kepunyaan-Ku." (Yesaya 43:1).

It's Christmas' Time



May your days be merry and bright
And may all your Christmases be white

With Love,
Ayub, Dewi, Kezia, Karen

Sunday, December 24, 2006

Catatan Harian

Day - 98

Minggu, 24 Desember 2006 -- Siang waktu di bis pulang dari gereja, saya dapat SMS panjang dari seorang teman di Jakarta: Td spnjng kebak di grj, sy cb ingt2. Ada ga mmen ntl yg "sking b'ksnnya" jd pny bks dlm ingtn sy. Enth sy sdh segt pkunnya or apa, jjr sy ga nmu. Bhkn spnjng jln plng slsi keb jg gt. Ga ada knngn ntl yg msh sy ingt. Sy tb2 jd "melow" bngt. Btp hmbr ntl 4 sy. Dr dl smpi skrg :( Wkt kcl ga ada yg sy ingt slain ke grj. N itu ga tnmkn ksn diht sy. Smpi sy rmj n dws. nothing.

Saya jadi merenung. Apakah saya juga punya kenangan Natal? Waktu kecil di Bandung yang saya ingat Natal berarti pasang pohon Natal. Saya biasa kebagian ngambil pohon Natal yang disimpan di ruang antara langit dan genteng (Sunda: para). Naik kursi. Terus ngegelantung nginjek dinding (Sunda: nerekel naek). Rumah kami sebagian dari gedek. Langit-langit juga dari gedek (Sunda: bilik). Jadi banyak sekali debunya. Kakak-kakak saya yang masang dan kasih hiasan. Biasanya sampai seminggu setelah tahun baru. Lalu diberesin lagi. Dan dikembalikan ke para.

Kemudian saya masuk STT di Yogyakarta. Lulus 1991. Langsung "masuk" Jemaat. Sejak itu Natal selalu saya habiskan di gereja. Sampai terakhir setahun yang lalu. Sibuk dengan acara ini dan itu. Di rumah pun praktis ga ada aksesoris Natal. Baru dua tahun lalu punya pohon Natal kecil. Kezia yang minta. Adakah sesuatu yang membekas? Rasanya ga ada juga. Tahun ini mungkin bisa jadi Natal yang "berbeda". Suasana beda. Lingkungan beda. Kesibukan juga beda. Yang pasti inilah pertama kali setelah 15 tahun saya bisa Natalan bareng keluarga di rumah.

Tadi siang saya pimpin persekutuan Pelaut. Ada seorang teman pelaut yang sharing. Anaknya baru lahir dua minggu yang lalu. Lagi sakit. Ia pengen bisa nemenin. Tapi karena kerjaan, ga bisa. Saya selalu bersimpati dengan teman-teman pelaut seperti juga teman-teman Maria Marta. Bisa jadi justru merekalah yang punya banyak kenangan Natal yang penuh kesan. Mereka harus jauh dari keluarga, justru pada momen-momen di mana hampir semua orang berkumpul dengan keluarga.

Christmas' Spirit - 12


Christmas' on History
December 24 ....



24 Desember tahun :
640 : Yohanes IV jadi Paus
1294 : Paus Boniface VIII terpilih menjadi Paus menggantikan St. Celestine V yang melepaskan jabatannya
1515 : Thomas Wolsey diberi julukan Lord Chancellor
1777 : Kiritimati, atau juga disebut Christmas Island, ditemukan oleh James Cook
1800 : Percobaan pembunuhan terhadap Napoleon Bonaparte
1814 : Treaty of Ghent ditandatangani yang menandai berakhirnya Perang 1812
1818 : Lagu "Silent Night" diciptakan oleh Franz Xaver Gruber
1851 : Perpustakaan Kongres terbakar
1865 : Beberapa veteran sekutu perang sipil Amerika membentuk Ku Klux Klan
1906 : Program radio pertama berisi pembacaan puisi, permainan solo violin lengkap dengan pidato diudarakan
1914 : Perang Dunia I : Gencatan senjata saat Natal dimulai.
1924 : Albania menjadi Republik
1929 : Percobaan pembunuhan terhadap Presiden Argentina Hipolito Yrigoyen
1939 : Perang Dunia II : Paus Pius XII melakukan penampilan di malam Natal untuk tujuan perdamain
1941 : Hongkong jatuh ke tangan Tentara Jepang
1941 : Perang Dunia II : Kuching ditaklukkan oleh tentara Jepang
1942 : Perang Dunia II : Keluarga kerajaan Perancis, Ferdinand Bonnier de La Chapelle membunuh admiral Darlan dari Vichy di Algiers
1943 : Perang Dunia II : Jenderal Dwight D. Eisenhower menjadi Supreme Allied Commander
1946 : Republik keempat Perancis berdiri
1951 : Libya menjadi independen dari Itali. Idris I diproklamasikan sebagai Raja Libya
1953 : Bencana Tangiwai : Sebuah jembatan runtuh di Tangiwai, Selandia Baru, mengakibatkan sebuah kereta api yang penuh penumpang jatuh ke Sungai Whangaehu. 153 orang terbunuh.
1953 : Serial televisi Dragnet milik NBC menjadi acara televisi pertama yang disponsori.
1954 : Laos merdeka
1966 : Sebuah pesawat Canadair CL-44 yang disewa militer AS jatuh di desa kecil di Vietnam Selatan. 129 orang tewas.
1968 : Awak kapal USS Pueblo dilepaskan oleh Korea Utara setelah ditangkap selama 11 bulan dengan tuduhan mata-mata
1968 : Program Apollo : Awak Apollo 8 masuk ke orbit bulan, dan merupakan orang pertama yang melakukannya. Mereka menunjukkan 10 orbit lunar dan disiarkan di TV yang kemudian menjadi tayangan malam natal yang paling banyak ditonton orang sepanjang sejarah.
1974 : Cyclone Tracy menghantam Darwin, Australia
1979 : Uni Soviet menginvasi Afghanistan untuk membantu pemerintahan Marxistnya
1979 : Roket Ariane milik Eropa diluncurkan
1985 : Seekor banteng hitam memblok Terowongan Cross Harbour, Hong Kong selama 3 jam
1997 : Sidi Lamri di Algeria membunuh 50 - 100 orang
2002 : New Delhi Metro dibuka
2003 : Polisi Spanyol menggagalkan serangan oleh ETA yang akan meledakkan 50 kg bahan peledak pada jam 3:55 pm di dalam Chamartin Station yang sibuk di Madrid
2004 : Badai Malam Natal membawa salju yang tidak biasa di daerah selatan Amerika.
The Spirit :
Sejarah ga bisa dihapus kan. Baik maupun buruk. Tapi kita bisa mengingatnya dengan "cara baru". Dengan memberi makna baru. Dari kacamata iman. Bahwa "Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah." (Roma 8 : 28)

Catatan Harian

Day - 99

Sabtu, 23 Desember 2006 -- Di rumah lagi ramai nih. Setelah ada Oma, Opa, Om dan Tante. Hari ini sepupu juga datang. Terus tanggal 31 teman sekeluarga mau dolan ke sini. Kita sih senang-senang saja. Minimal Natal dan tahun baru pertama di Singapore jadi ga terlalu sepi :). Teman-teman lain cerita mereka juga pada kedatangan tamu dari Indonesia. Katanya sih tiap akhir tahun begitu. Singapore tuh walau namanya “luar negeri” tapi ya deket kan.

Bagus juga sih ada momen buat ngumpul keluarga atau dengan teman-teman baik. Apalagi di tengah zaman yang makin sibuk. Nyari waktu buat ketemu biasanya susah. Natal tuh pada dasarnya saat sharing and caring koq. Dengan orang-orang lain di sekitar. Terutama dengan orang-orang yang dekat. Saking seringnya ketemu, kerap kan kita malah “abai” dengan mereka. Padahal kasih dan damai harus dimulai dari lingkungan terdekat.

Pagi nganter Karen ke dokter. Flu ia ga bae-bae. Terus siangnya saya ke gereja. Ada gladi resik drama Natal. Sebenarnya juga ada acara caroling ke rumah sakit dekat gereja. Nyanyi buat para pasien di sana. Tapi saya ga bisa ikut. Padahal pengen sih. Jadi ingat waktu kuliah di Jogja dulu. Tiap sabtu tuh kita yang tinggal di asrama bikin acara kunjungan ke rumah sakit Bethesda. Nyanyi. Ajak ngobrol para pasien. Sampe ada beberapa teman yang kemudian dapat pacar dan menikah dengan suster disana. Saya sih ga. Hehehe.

Malam ada acara ulang tahunan teman Kezia dan Karen sekalian acara Keluarga Muda. Beberapa teman dari keluarga muda sudah ada yang kembali dari liburan. Jadi cukup ramai juga. Sempet minum red wine. Ada kali empat jenis. Total hampir satu gelas. Untuk ukuran saya lumayan banyak-lah :). Konon red wine tuh bagus buat kesehatan. Ngangetin badan. Bikin enak tidur. Bagus buat ginjal. Terus entah apa lagi gitu. Tapi saya sih ga gitu suka. Pahit. Or mungkin belum biasa kali :).

Saturday, December 23, 2006

Christmas' Spirit - 11


Christmas' Movie
Top 10 Christmas' Movie


It’s a Wonderful Life
Sutradara: Frank Capra
Pemain: James Stewart, Donna Reed, Lionel Barrymore
Berkisah tentang George Bailey, seorang pengusaha yang ingin bunug diri. Ia kemudian dikunjungi malaikat dan ditunjukkan apa yang akan terjadi jika ia tidak pernah dilahirkan.

Bad Santa
Sutradara: Terry Zwigoff
Pemain: Billy Bob Thornton, Tony Cox, Brett Kelly
Film komedi tentang dua orang yang ingin menyamar menjadi Santa Claus dan perinya. Mereka sebenarnya adalah penjahat yang ingin merampok sebuah pusat pertokoan saat hari Natal.

White Christmas
Sutradara: Michael Curtiz
Pemain: Bing Crosby, Danny Kaye, Rosemary Clooney
Film musikal yang diangkat dari lagu berjudul sama. Sangat populer pada saat itu.

Tim Burton’s The Nightmare before Christmas
Sutradara: Tim Burton
Pemain: Danny Elfman, Chris Sarandon, Catherine O'Hara
Berkisah tentang Jack Skellington, walikota Halloween Town yang merasa terkesan dengan keceriaan kota tetangganya Christmastown. Ia kemudian mengadakan rencana untuk mengganggu ketenangan kota itu dengan mengadakan Christmas bergaya Halloween.

Die Hard
Sutradara: John McTiernan
Pemain: Bruce Willis, Alan Rickman, Bonnie Bedelia
Film berlatar suasana Natal ini mengisahkan bagaimana John McClane berjuang mati-matian menghadapi para teroris. Karena tindakan heroiknya itu, orang-orang yang diselamatkannya bisa menikmati hari Natal dengan sukacita.

Miracle on 34th Street
Sutradara: Les Mayfield
Pemain: Richard Attenborough, Elizabeth Perkins, Dylan McDermott
Ini merupakan film daur ulang dari film asli di tahun 1947. Berkisah tentang Kris Kringle, pria berjanggut putih yang percaya bahwa dirinya adalah Santa Claus.

Scrooged
Sutradara: Richard Donner
Pemain: Bill Murray, Karen Allen
Bill Murray berperan sebagai eksekutif TV yang berandalan. Ia dikunjungi tiga hantu yang ingin menunjukkan kesalahan-kesalahan yang dibuatnya dalam hidup.

Elf
Sutradara: Jon Favreau
Pemain: Will Ferrell, James Caan, Bob Newhart
Berkisah tentang seorang anak manusia yang tinggal dan dibesarkan oleh para kurcaci Santa Claus. Setelah menyadari bahwa ia tidak bisa menyesuaikan diri, ia kemudian pergi mencari orang tuanya yang asli.

Home Alone
Sutradara: John Hughes
Pemain: Macaulay Culkin, Joe Pesci, Daniel Stern
Berkisah tentang Kevin, anak berusia 8 tahun yang tidak sengaja tertinggal di rumah saat keluarganya pergi liburan Natal. Kevin kemudian harus mempertahankan rumahnya dari dua orang penjahat yang ingin merampok rumahnya.

Santa Claus: The Movie
Sutradara: Jeannot Szwarc
Pemain: Dudley Moore, John Lithgow, David Huddleston
Berkisah tentang seorang kurcaci yang punya rencana besar untuk mengubah kehidupan yang membosankan di Kutub Utara menjadi sebuah kota besar yang penuh komersialisasi. Lengkap dengan penemuan yang cerdik dengan menggunakan rahasia Santa Claus.

The Spirit :
Natal menjadi ajang orang bergembira dan bersukacita. Juga menjadi lahan komersialisasi. Sepanjang kita memaknai hiburan itu sebagai cara kita bersukacita. Dan tidak melupakan inti berita Natal tentang sukacita karena kelahiran Raja Damai. Selamat menonton.

The list of film based on Yahoo! UK Choice for 2006

Catatan Harian

Day - 100

Jumat, 22 Desember 2006 -- Menurut kalender Chinese hari ini hari Dong Zhi. Tibanya musim dingin. Atau Winter Solstice. China kan negara agraria. Jadi banyak tradisi yang berangkat dari kehidupan petani. Dong Zhi tuh saat musim panen selesai. Waktunya nikmatin hasil panen. Semua keluarga berkumpul dan berpesta untuk merayakannya. Intinya, bersyukur atas semua yang telah dilewati. Para ibu nyiapin tang yuan, manisan dari tepung berbentuk bulat kayak bola kecil berwarna-warni.

Malam berdua Dewi ke ke kondangan kawinan. Tempatnya di The Fullerton Hotel. Kita sempat kecele. Di undangan tertulis 7 pm cocktail. Dan 7.30 pm dinner. Kita mikirnya ini di Singapore. Pasti on-time. Apalagi acara resmi. Jadi kita berangkat jam 6.30 dari rumah. Naik taxi. Itupun sudah dag dig dug telat. Tapi ternyata kita malah termasuk tamu pertama. Jam 7 kurang dikit kita nyampai. Acara baru mulai hampir 8.30. Makan malamnya jam 9-an. Teman bilang, di sini kalau undangan kawinan memang begitu. Biasa ngaret :).

Pestanya menurut ukuran saya sangat wah. “Makan Meja”. Untuk datang kita harus konfirm dulu. Tapi saya lihat sih ada banyak kursi kosong. Padahal di mejanya udah ada namanya. Rupanya banyak yang sudah konfirm datang, tapi terus ga datang. “Kasihan” juga tuan rumah ya kalau begitu. Kan tetap harus bayar tuh. Entah berapa biaya yang harus terbuang percuma untuk kursi kosong itu.

Sudah konfirm terus ga datang, ga cuma di acara kawinan. Di acara-acara gerejawi juga suka gitu tuh. Kayak di persidangan majelis sinode atau klasis. Apalagi kalo tempat acaranya di luar kota. Panitia udah booking hotel. Eh, ada saja peserta yang ga jadi datang tanpa pemberitahuan. Ga merasa bersalah lagi. Memang halangan bisa datang tanpa diprediksi sebelumnya. Tapi baiknya sih ngasih tahu-lah. Sepele sih memang. Tapi kalau untuk hal sepele saja ga bisa nepati, apalagi untuk hal yang besar kan?

Friday, December 22, 2006

Christmas' Spirit - 10


Christmas’ Poem
For Mother At Christmas’ Time

You're the one who loved me first, before I came to be,
the one who always knew just what to say.
From fixing a broken toy, to mending a broken heart,
you did it in a mother's loving way.

***

You are as sweet as a rose, always there for me,
even when we are far apart.
And, like a rose,
you have a place in the garden of my heart.

***

You've always been a part of me
right from the very start,
creating treasured memories
tucked deep within my heart.
You taught me what love truly means,
I've watched your caring ways,
unselfishly guiding me through any stormy days.
I'm thankful for the times we've shared
and look forward to the rest.
When it comes to Moms,
there is no doubt I know I have the best.

***

There are angels God puts on this earth
who care for us and guide us.
You can feel their love and gentleness
as they walk through life beside us.
God blessed me with a person like that
she loves me more than any other.
And I'm thankful I'm the lucky one
who gets to call her
MOTHER.

***

May God grant you always
A sunbeam to warm you
A moonbeam to charm you
A sheltering angel so nothing can harm you
Laughter to cheer you
Faithful friends near you
And whenever you pray
Heaven to hear you.

***

Christmas is the perfect time
to thank you for everything you do.
Your "mother's love" surrounds our family
like a special hug from you.
I may not say it often enough,
but I hope you know it's true.
With every day - in every way
I love and appreciate you.

The Spirit :
Kata mereka diriku selalu dimanja. Kata mereka diriku selalu ditimang. Nada-nada yang indah, selalu terurai darinya. Tangisan nakal dari bibirku, tak kan jadi deritanya. Tangan halus dan suci, telah mengangkat diri ini. Jiwa raga dan seluruh hidup, rela dia berikan. Oh, Bunda ada dan tiada kau selalu ada di dalam hatiku*
. Selamat Hari Ibu (22 Desember 2006). Selamat Natal, Mama.

*part of song Bunda by Melly Goeslaw. Poem taken from poetrygift.com.

Thursday, December 21, 2006

Catatan Harian

Day - 102

Kamis, 21 Desember 2006 -- Hujan lagi. Tapi ga sederas dan ga seterus menerus kemarin. Pagi bersama Dewi, Kezia dan Karen nengok orang tua teman di rumahnya. Ia baru dioperasi. Kezia dan Karen ikut karena teman kita tuh juga punya anak kecil. Jadi sekalian bisa main bareng gitu. Kita jalan kaki. Ga jauh dari rumah. Jalan kaki bareng gini bisa jadi sarana hiburan tersendiri juga. Saya sangat menikmati.

Dari situ kita naik bis. Nengok teman satu lagi. Ia juga baru operasi. Beberapa minggu lalu. Sekarang ia harus kemo. Hanya berobat jalan. Ia dan anaknya nginep di Swissotel Stamford di City Hall. Hotelnya oke tuh. Nyambung dengan mall dan MRT stasiun. Bisa lihat ke Esplanade dan patung Merlion. Saya ingat, tempo hari waktu mau operasi teman saya ini ketakutan sekali. Sekarang ia lebih tenang dan gembira. Tadi kita bisa ketawa-ketawa bergurau. Malah jadi kayak ga kunjungi orang baru sakit :). Memang sih kalo ngelawat orang sakit, yang mesti dibangkitkan tuh kegembiraan hatinya. Hati yang gembira adalah obat, kan.

Sejak datang ke sini, sering banget Saya ngelawat orang Indonesia yang sakit dan berobat di Singapore. Saya sih jadi mikir begini. Beruntunglah orang-orang yang "punya" uang. Ga dapat perawatan bagus dari rumah sakit atau dokter di Indonesia, mereka bisa ke sini. Lha gimana yang ga punya uang kan? Kalau soal kemampuan saya percaya-lah dokter-dokter Indonesia juga ga kalah. Persoalannya kan "etos". Mungkin dalam hal ini gereja bisa berperan. Toh di Indonesia ada beberapa rumah sakit Kristen dan banyak dokter Kristen. Mestinya mereka bisa memberi "pelayanan" sebaik di Singapore kan.

Dari sana, kita pulang dulu. Saya istirahat bentar. Terus ke gereja ikut persekutuan Mezbah Doa. Dewi temenin Oom dan Tante yang lagi ada keperluan. Di gereja dapat hadiah Natal dari seorang teman pemuda. Vitamin C. Ia tahu saya suka flu. Bukan hadiahnya, bagi saya yang sangat mengharukan tuh perhatiannya. Sesuatu yang kecil diberikan pada saat yang tepat, dengan cara yang tepat, pada orang yang tepat bisa berarti besar loh. Thx, teman.

Christmas' Spirit - 09


Christmas' Myth



  • Anak yang dilahirkan di hari Natal, akan memiliki keberuntungan spesial
  • Kalau Natal bersalju, maka Paskah akan hijau.
  • Di Amerika orang percaya, Anda akan mengalami bulan-bulan kebahagiaan di tahun mendatang sebanyak rumah yang Anda kunjungi untuk makan kue pastel daging di saat Natal.
  • Di Yunani, orang membakar sepatu lama mereka di saat Natal untuk menghindari nasib buruk di tahun mendatang.
  • Di Amerika orang percaya, makan apel di malam Natal akan membuat mereka mengalami kesehatan prima sepanjang tahun mendatang
  • Di Irlandia dipercaya, pintu surga terbuka pada saat malam Natal. Mereka yang meninggal saat itu, akan langsung masuk ke surga.
  • Lilin Natal harus dibiarkan menyala hingga pagi hari di hari Natal. Dan harus tidak ditiup sampai lilin itu mati sendiri.
  • Menyanyikan lagu Natal saat bukan Bulan Natal akan membawa ketidakberuntungan.
  • Kayu perapian di malam Natal harus dinyalakan dengan menggunakan potongan kayu dari Natal tahun sebelumnya. Supaya tidak ada roh jahat yang bisa masuk ke rumah.

The Spirit :
Mitos tuh sesuatu yang nggak benar, tapi kerap sudah dianggap benar. Dan nggak jarang kemudian berpengaruh kuat ke dalam pikiran seseorang. Maka, sikapi dengan akal sehat.

Wednesday, December 20, 2006

Catatan Harian

Day - 102

Rabu, 20 Desember2006 -- Hari ini cerah. Pagi ke kantor. Ga ada yang khusus sih. Siang makan di McD. Dekat West Mall. Sekalian ada perlu ke Harvey Norman. Toko yang ngejual alat-alat elektronik dan aksesorinya. Enaknya makan di McD tuh bisa berlama-lama di situ. Sambil baca buku. Atau kalau bareng teman sambil ngobrol santai. Tanpa kuatir "diusir". Berapa pun kita beli di situ. Makanya McD sering dijadikan tempat kongkow, baik resmi maupun ga resmi.

Untuk konteks Singapore policy McD ini sangat baik. Di sini kan banyak pelajar atau mahasiswa yang mungkin tempat kostnya ga gitu nyaman buat belajar. Nah, di McD mereka bisa belajar dengan bebas. Saya bermimpi punya semacam tempat "persinggahan". Dimana siapa saja boleh datang; baca buku dengan bebas, denger musik, diskusi, atau ya sekadar duduk-duduk. Pokoknya tempat kongkow gitu-lah.

Sampai jam 2-an. Saya di McD. Ngelihatin orang-orang. Ngerenung. Menikmati "kesepian di tengah keramaian" ternyata asyik loh. Rasanya hati ini plong gitu. Dipikir-pikir dan dirasa-rasa, betapa "beruntungnya" saya. Banyak hal "hebat" dalam hidup ini yang, "koq bisa saya yang dapetin atau alami." Bukan karena saya tuh pantas atau gimana gitu, tapi karena "beruntung" saja. Jadi banyak ide buat menulis neh. Terus ke kantor lagi. Malam ada rapat Majelis.

Baca di kompas online. Melki Goeslaw meninggal dunia. Penyebabnya kanker payudara. Sudah stadium 4. Konon laki-laki terkena kanker payudara kemungkinannya 1:1000. Melki Goeslaw waktu saya kecil sudah terkenal tuh. Ia pernah ngisi acara di GKI Kayu Putih. Kakak saya suka lagu-lagunya ia. Tapi saya sih lebih suka lagu anaknya, Melly Goeslaw. Ada satu lagu yang paling saya suka dari Melly Goeslaw, judulnya: Bunda.

Christmas' Spirit - 08


Christmas Card
The History


Tahun 1843, Sir Henry Cole dari Inggris merasa terlalu sibuk untuk menulis surat bagi teman-temannya sekadar mengucapkan “Selamat Natal”. Ia kemudian meminta John Calcot Horsley untuk membuat kartu Natal. Kartu Natal pertama dicetak hitam putih dan diwarnai sendiri dengan tangan. Dicetak 1000 buah. Desainnya menggambarkan sebuah keluarga, termasuk anak-anak, yang sedang mengangkat gelas untuk toast. Desain yang kemudian menuai kritik, karena dianggap mempromosikan pesta pora dan mabuk-mabukan.
Setelah itu, kartu natal tidak mengalami perkembangan berarti. Sampai tahun 1862 ketika Charles Goodall muncul dengan desain kartu natal yang minimalis dengan tulisan “Merry Christmas”. Sejak saat itu, kartu natal mengalami perkembangan pesat. Amerika kemudian mengimpor kartu natal dari Inggris selama 30 tahun, sampai kemudian Louis Prang seorang imigran dari Jerman membuka toko litograf di Amerika dan menerbitkan kartu natal pertama di Amerika.
Pada tahun 1881, Prang telah memproduksi lebih dari 5 juta kartu natal per tahun. Desain awalnya adalah bunga dan burung. Perkembangan desain kartu natal kemudian melejit pesat. Beraneka rupa; gambar kandang Betlehem, salju, mainan anak-anak, orang majus, bintang Betlehem, pohon natal, dan lain-lain. Kartu natal kemudian menjadi salah satu elemen natal yang penting. Hingga SMS muncul, dan pelan-pelan menggeser tradisi kartu natal. Minimal di Indonesia. (taken from christmas card gallery at internet)

The Spirit :
Ada banyak cara kita menyampaikan kegembiraan dan sukacita Natal. Pada para sahabat, kolega, kerabat, dan semua orang yang kita kasihi. Tapi cara bukan segala-galanya. Yang penting adalah ketulusan di balik setiap ucapan kita. Bukan sekadar sebuah basa-basi dan tradisi semata.

Catatan Harian

Day - 103

Selasa, 19 Desember 2006 -- Kemarin malam janjian ketemu teman dari Jakarta di Paragon. Makan di Bakerzin. Sama Dewi, Kezia dan Karen. Pulang lihat-lihat Orchard dulu bentar. Tapi hujan. Orchard lagi ramai dengan segala macam acara dan aksesoris Natal. Mereka terbitin buku Blessing Under a Star, Celebrate Chistmas in Singapore. Dibagi-bagikan gratis. Buku itu lengkap memuat seluruh acara yang ada di sepanjang Orchard Road. Juga memuat lagu-lagu Natal. Empat bahasa; Mandarin, India, Inggris dan Indonesia.

Di Singapore saya kira populasi orang Kristen bukan mayoritas. Di sini ada 10 agama yang diakui. Tapi kayaknya Natal memang yang paling ramai deh. Mungkin karena sudah bercampur dengan bisnis juga. Acara-acara Natal ini saya baca di buku acaranya disponsori oleh Persekutuan gereja-gereja se Singapore, lalu lembaga pariwisatanya Singapore, dan Asosiasi bisnis di Orchad.

Sejak kemarin sampai malam ini hujan ga berhenti-berhenti. Hampir-hampir ga ada jam tanpa hujan. Kwakkk!! Bener-bener nih Singapore. Saya lihat di televisi di satu daerah kalau ga salah Thomson kena banjir tuh. Malah ada yang airnya sampai masuk rumah. Wah, kalau di Jakarta dua hari dua malam hujan begini sudah banjir besar tuh. Tiba-tiba saya jadi ingat Jakarta neh. Gimana dengan siklus 5 tahun-an. Banjir besar terakhir awal 2002. Duh. Duh. Duh.

Hari ini pagi ke kantor. Hampir ketinggalan bis. Saya sudah nyerah ga ngejar. Eh rupanya sopirnya ngelihat dan ditungguin. Dulu pernah tuh ngejar-ngejer. Udah deket bisnya malah jalan. Jadi malu jugalah sama orang-orang yang lihat. Malam pelawatan dengan teman-teman GSM ke salah seorang anak sekolah Minggu di daerah Fajar. Dari rumah pakai bis, terus sambung MRT, sambung lagi LRT. Sampai nulis catatan harian ini hujan belum berhenti neh. Tapi jujur, saya seh senang ngelihat hujan. Apalagi di sini kan di lantai 5 gitu. Bagus pemandangannya :)

Tuesday, December 19, 2006

Christmas' Spirit - 07


Christmas' Quiz
Your Own Christmas' Test

Coba test diri Anda sendiri. Sejauh mana kita mengenal Natal?

1. Malaikat mana yang memberitakan kedatangan Yesus kepada Maria?

a. Michael
b. Gabriel
c. Raphael
d. Uriel
2. Setelah Maria hamil, tindakannya yang pertama adalah:
a. Menjelaskan kepada orang tuanya apa yang terjadi
b. Menjelaskan kepadas Yusuf apa yang terjadi
c. Mengunjungi saudara sepupunya Elizabeth, yang juga hamil
d. Mengasingkan diri agar tidak dipermalukan
3. Menurut Injil, di mana Yesus lahir?
a. Di Bethlehem
b. Di Nazareth
c. Di Surga
d. Di Yerusalem
4. Yesus lahir pada masa pemerintahan kaisar Romawi siapa?
a. Augustus
b. Tiberius
c. Claudius
d. Nero
5. Mengapa Yesus lahir di sebuah kandang?
a. Untuk menggenapi sebuah ramalan/nubuat
b Oleh karena Yusuf seorang peternak
c. Oleh karena tidak ada kamar di tempat penginapan
d. Untuk menekankan bahwa pesannya juga untuk binatang di samping manusia
6. Sebutkan dua kitab Injil yang menulis tentang kisah Natal!
a. Matius dan Markus
b. Matius dan Lukas
c. Matius dan Yohanes
d. Markus dan Yohanes
7. Malaikat yang muncul di hadapan para gembala berkata bahwa mereka akan mengenali Yesus dengan cara ini:
a. Ia akan terbungkus kain lampin dan terbaring di atas tempat makan binatang
b. Mereka akan melihat sebuah sinar di sekeliling kepalanya
c. Sebuah bintang akan bersinar di atas kandang
d. Ia mempunyai mata biru yang mencolok
8. Binatang mana yang disebut dalam Alkitab dalam kaitan dengan kelahiran Yesus?
a. Domba
b. Seekor sapi jantang dan seekor keledai
c. Unta
d. Semua yang di sebutkan di a,b dan c
9. Menurut kitab-kitab Injil, ada berapa banyak orang majus?
a. 6
b. 3
c. 0
d. Tidak seorang pun tahu
10. Bintang mana yang diikuti oleh orang-orang majus untuk menemukan bayi Yesus?
a. Bintang di Timur
b. Bintang Kutub (Utara)
c. Bintang Daud
d. Bintang Anjing
11. Persembahan apakah yang dibawa oleh orang majus untuk menghormati kelahiran Yesus?
a. Pakaian bayi
b. Seekor anak domba
c. Intan dan mutiara
d. Kemenyan, mir dan emas
12. Ketika orang majus berkata kepada Herodes bahwa mereka mengikuti sebuah bintang untuk mendapatkan seorang putra mahkota yang baru lahir, Herodes:
a. Bahwa mereka adalah orang tua yang bodoh dan penuh takhyul
b. Menyiapkan sebuah hadiah yang mahal untuk dikirimkan kepada bayi itu
c. Bertekad untuk menemukan di mana bayi itu supaya dapat dibunuhnya
d. Memerintahkan agar anak itu dibesarkan sebagai anaknya sendiri
13. Ke mana Yusuf, Maria dan Yesus lari tidak lama setelah kedatangan orang majus?
a. Ke Jerusalem
b. Ke Nazareth
c. Ke bukit-bukit di sekitar Bethlehem
d. Ke Mesir
14. Apakah hubungan Yohanes Pembaptis dengan Yesus?
a. Guru
b. Teman
c. Murid
d. Saudara sepupu
(Diterjemahkan dari beliefnet.com dan diambil dari milis cyber gki.)

The Spirit :
Kisah Natal kerap tertimbun oleh segala kesibukan persiapan perayaan Natal. Berita keselamatan yang mestinya menjadi inti perayaan Natal tersisih oleh segala gempita acara Natal. Sehingga kerap Natal bukan membawa kedamaian, malah kekisruhan; bukan sukacita, malah kekecewaaan; bukan kebahagiaan, malah kesusahan; bukan semangat baru, malah kelelahan fisik.

Catatan Harian

Day - 104

Senin, 18 Desember 2006 -- Baca di detik.com West Ham membungkam MU 1-0. Good. Sejak saya kehilangan simpati pada MU dan Chelsea, sekarang saya mendukung tim-tim underdog. Hasil ini memang sangat mengejutkan. MU lagi di puncak. Sebaliknya West Ham tertatih di zona degradasi. Betul-betul seperti Daud melawan Goliath. Dan "Daud" menang :). Fakta tentang kejutan tuh penting. Supaya kalau kita berada "diatas angin" jangan lupa diri, dan kalau kita berada "di bawah angin" jangan kecil hati.

Bagi Alan Curbishley kemenangan ini juga punya arti khusus. Dalam 15 tahun karier pelatihnya, tim yang ditanganinya belum pernah menang lawan MU. Hebatnya pula, ia tuh baru saja menangani West Ham. Sebelumnya tim berjuluk The Hammer itu ditangani Alan Pardew. Tapi karena kalah melulu dalam beberapa laga terakhir, Pardew dipecat. Curbishley masuk. Tim yang pertama dihadapi ga tanggung-tanggung: MU. Tapi Curbishley bisa melewatinya dengan gemilang. Bravo, Curb!

Dari sisi prestasi Curbishley memang ga sementereng Alex Ferguson, Arsene Wenger maupun Jose Mourinho. Tapi toh banyak orang yang "respek" dengannya. Mungkin karena Curbishley orangnya low profile. Tenang. Simpatik. Ga banyak ngomong. Ia hampir ga pernah terlibat konflik atau "perang mulut" terbuka dengan manager lain. Prestasi dan kemampuan memang penting, tapi jauh lebih penting kepribadian kan. Orang kayak Mourinho boleh saja saja punya segudang prestasi hebat, tapi orang tetap akan lebih respek pada Curbishley.

Siang nengok teman yang habis operasi di General Hospital. Teman saya ini luar biasa. Ia baru operasi tumor di otak. Di leher dan beberapa bagian tangan dipasang infus. Di dahinya juga ada dua lobang bekas slang. Di kepalanya ada cairan yang harus dikeluarkan. Tapi ia masih bisa tertawa-tawa. Ga kelihatan down gitu. Dari General Hospital saya terus ke Harbourfont. Gabung dengan Dewi dan anak-anak jemput Oom dan Tante dari Batam yang dolan ke sini.

Monday, December 18, 2006

Christmas Spirit - 06


Christmas Quoatations
What Do You Think About Christmas?


"If there is no joyous way to give a festive gift, give love away." ~ Unknown

"Christmas gift suggestions:
To your enemy, forgiveness. To an opponent, tolerance. To a friend, your heart. To a customer, service. To all, charity. To every child, a good example. To yourself, respect." ~ Oren Arnold

"I have always thought of Christmas as a good time; a kind, forgiving, generous, pleasant time; a time when men and women seem to open their hearts freely, and so I say, God bless Christmas!" ~ Charles Dickens

"The only real blind person at Christmas-time is he who has not Christmas in his heart." ~ Helen Keller

"The mystery of the Holy Night, which historically happened two thousand years ago, must be lived as a spiritual event in the ‘today’ of the Liturgy. The Word who found a dwelling in Mary’s womb comes to knock on the heart of every person with singular intensity this Christmas." ~ Pope John Paul II

At Christmas I no more desire a rose than wish a snow in May's new-fangled shows, But like of each thing that in season grows. ~ William Shakespeare.

Unless we make Christmas an occasion to share our blessings, all the snow in Alaska won't make it 'white'." ~ Bing Crosby

Christmas is a day of meaning and traditions, a special day spent in the warm circle of family and friends." ~ Margaret Thatcher

Natal merangkum seluruh dunia ke dalam pelukannya. Melintasi batas-batas benua. Menembusi kendala batas-batas budaya. Natal melumerkan perbedaan jarak. Menjembatani jurang-jurang budaya. Menghancurkan ekslusivisme denominasi. Sebab Natal adalah hadiah Allah bagi seluruh dunia dan segenap umat manusia ~ Eka Darmaputera

The Spirit :
“Natal tidak tergantung pada bagaimana cara kita merayakannya, tetapi pada bagaimana kita menghayatinya; yang penting isinya, bukan bentuknya.” ~ Ayub Yahya.
Bagaimana menurut anda?

Catatan Harian

Day - 105

Minggu, 17 Desember 2006 -- Hari ini pikiran agak "tenang" :). Ga ada "tugas" khotbah. Jadi bisa ngehadapi hari Minggu dengan "enteng". Hehehe. Pagi-pagi seperti biasa ke gereja. Dewi dan anak-anak pergi belakangan. Nyalamin jemaat. Ramah tamah. Siang bareng teman kunjungan ke salah satu anggota jemaat. Dilanjutkan dengan rapat di GPO. Ngelanjutin rapat beberapa hari lalu. Ada hal penting yang urgen dibicarakan.

Menurut pengalaman saya, hampir sebagian besar masalah di gereja di mana saja sebab utamanya dua hal. Pertama adanya mis-komunikasi. Salah mengerti. Orang mengambil keputusan atau penilaian berdasarkan opini terhadap sebuah ucapan atau kejadian. Padahal yang namanya opini kan bukan fakta. Celakanya, opini lalu melahirkan opini. Masalah pun berkembang biak memunculkan masalah lain. Jadilah benang kusut. Ujungnya di mana sudah ga jelas lagi. Kalau saja sesuatu itu jelas dulu. Clear dulu. Begini loh maksudnya. Ga terlalu cepat ambil kesimpulan. Rasanya sebagian besar masalah bukan masalah lagi deh.

Kedua ego, kebanggaan diri, proudness atau apalah namanya. Saya koq sangat percaya kalau di gereja tuh orang punya niat baik, tulus dan rendah hati. Dalam arti betul-betul mau melayani Tuhan dengan memberi waktu, tenaga, pikiran, bahkan perasaannya tanpa pamrih, sebetulnya ga akan ada masalah di gereja. Tapi ya namanya juga manusia kan. Ada saja godaannya untuk egoistis dan egosentris. Dan lagi dipikir-pikir masalah ada baiknya juga sih. Jadi kan gereja tuh dinamis gitu :). Masalah juga baik supaya kita tetap eling lan waspada. Bahwa kita tuh belum sempurna. Belum apa-apa. Jadi jangan sombong. Asal jangan masalah yang dicari-cari saja sih.

Seharian ini hujan terus neh. Rapat selesai jam 8-an. Sama beberapa teman terus makan bubur Tion Shian di China Town, dekat People Park Complex. Enak tuh. Usus babinya dibikin garing kayak usus ayam. Pakai kodok kecap. Pakai ikan mentah. Tapi dimasukin bubur beberapa saat udah mateng tuh ikan. Hau ce-lah. Saya sedang mikir bikin buku panduan tentang makanan-makanan yang direkomendasi di Singapore :). Jadi orang kalau ke Singapore ga usah bingung cari makan. Habis di sini kan serba mahal. Sudah mahal makan ga enak kan rugi dua kali tuh.

Sunday, December 17, 2006

Christmas' Spirit - 05


Christmas Around the World
How "Merry Christmas" is Said...

Afrikaans: Gesëende Kersfees
Arabic: Milad Majid
Argentine: Feliz Navidad
Chinese: (Mandarin) Kung His Hsin Nien bing Chu Shen Tan (Catonese) Gun Tso Sun Tan'Gung Haw Sun
Czech: Prejeme Vam Vesele Vanoce a stastny Novy Rok
Danish: Glædelig Jul
Dutch: Vrolijk Kerstfeest en een Gelukkig Nieuwjaar! or Zalig Kerstfeast
Eskimo: (inupik) Jutdlime pivdluarit ukiortame pivdluaritlo!
French: Joyeux Noel
Greek: Kala Christouyenna!
Hawaiian: Mele Kalikimaka
Hebrew: Mo'adim Lesimkha. Chena tova
Hindi: Shub Naya Baras
Iraqi: Idah Saidan Wa Sanah Jadidah
Italian: Buone Feste Natalizie
Japanese: Shinnen omedeto. Kurisumasu Omedeto
Korean: Sung Tan Chuk Ha
Latin: Natale hilare et Annum Faustum!
Papua New Guinea: Bikpela hamamas blong dispela Krismas na Nupela yia i go long yu
Philipines: Maligayan Pasko!
Portuguese:Feliz Natal
Russian: Pozdrevlyayu s prazdnikom Rozhdestva is Novim Godom
Tagalog: Maligayamg Pasko. Masaganang Bagong Taon
Thai: Sawadee Pee Mai or souksan wan Christmas
Vietnamese: Chung Mung Giang Sinh
Indonesian: Selamat Hari Natal

The Spirit :
Perbedaan adalah kekayaan. Ketika pesan perdamaian dan kasih yang disebarkan, apapun bahasanya, akan tetap terdengar indah. Apalagi jika disampaikan dengan ketulusan.

Saturday, December 16, 2006

Catatan Harian

Day - 106

Sabtu, 16 Desember 2006 -- Pagi-pagi kita breakfast di hawker centre dekat rumah. Naik bis sekali. Sabtu pagi sering tuh teman-teman keluarga muda breakfast bareng. Tadi kita sekalian antar Kezia dan Karen daftar les mandarin. Hambatan terbesar Kezia dan Karen di sini bahasa Mandarin. Sudah les private sih, tapi kayaknya ga gitu efektif. Jadi kita mau coba yang grup. Biar bisa sekalian praktek sama teman-teman seusia. Dan lagi kalau grup jauh lebih murah.

Saya terus ke gereja. Latihan drama Natal. Saya yang khotbah. Jadi walau ga ikut drama, tapi perlu ngelihatin gitu-lah. Di sini Natal ga begitu ramai. Jauh lebih ramai Paskah. Malah sejak minggu-minggu lalu acara inti Paskah sudah dibicarakan. Beda deh dengan di Jakarta. Di Jakarta Natal malah yang lebih sibuk.

Malam ada beberapa acara. Ada ulang tahunan teman Kezia dan Karen. Terus juga ada acara Natalan penghuni apartemen. Kayak acara RT-lah kalau di Jakarta. Jadi bisa kenalan sama tetangga. Kalau ga difasilitasi begitu, susah kenal. Di lantai saya tuh ada empat rumah. Para penghuni hampir ga pernah ketemu :). Padahal pintunya saling berhadapan. Acaranya biasa. Ramah tamah dan permainan-permainan. Ditutup dengan makan bersama Turkey Christmas. Itu loh panggang kalkun hidangan khas Natal.

Kezia tuh banyak "beruntungannya" deh. Dalam setiap lomba, banyak kali ia menang. Ada saja hadiah yang ia dapatin. Beda dengan Karen. Karen jarang dapat hadiah. Tadi juga gitu. Waktu lucky draw, nomor Kezia yang keluar. Terus ia ikut dua lomba. Dua-duanya menang. Saya jadi berpikir-pikir, jangan-jangan setiap orang memang punya "peruntungannya" sendiri. Karen tuh seperti saya. Saya pun sampai seusia ini hampir ga penah deh menang-menang lomba. "Garis hidup" saya rupanya nurun ke Karen. Hehehe.

Christmas' Spirit - 04

Christmas Article :
Kelirumologi Natal


Tidak salah, seperti disinyalir oleh Oom Jaya Suprana, pencetus kelirumologi, bahwa di dunia ini ada banyak sekali kekeliruan. Tapi karena sudah terlanjur biasa diucapkan dan didengar, atau terlanjur sering dipakai, sehingga lalu tidak lagi dirasakan sebagai kekeliruan.

Misalnya, anggapan bahwa Yunus ditelan ikan paus. Keliru. Selain paus bukan sejenis ikan, tetapi mamalia, dalam cerita Yunus di Alkitab juga tidak pernah disebutkan ikan paus; hanya disebutkan ikan besar (Yunus 1:17).

Yang paling kerap keliru adalah pemakaian kata-kata. Misalnya sebutan Majelis Jemaat. Sering orang bilang begini, “Pak Samin tuh seorang Majelis Jemaat.” Ini keliru. Majelis itu korp-nya. Orangnya ya anggota Majelis Jemaat, atau Penatua. Kekeliruan yang sama tampak pada percakapan ini: “Kamu anggota gereja mana?” “O, saya jemaat GKI Kayu Putih.” Yang benar kalau ditanya anggota gereja mana, jawabnya anggota GKI. Kalau mau diteruskan, GKI Kayu Putih atau GKI Bekasi Timur. “Saya jemaat GKI Kayu Putih” juga keliru. Yang benar, “Saya anggota jemaat GKI Kayu Putih.” Jemaat bukan sebutan untuk personal, tapi komunal.

Dalam pemakaian kata-kata umum pun tidak sedikit kekeliruan. Contoh kata acuh, kerap orang menyamakan dengan tidak peduli, cuek. Misalnya dengan bilang begini, “Sudah, acuhin saja dia.”. Padahal acuh, artinya justru peduli, tidak cuek. Juga kata semena-mena biasa disamakan dengan sewenang-wenang. Padahal semena-mena artinya adalah: tidak sewenang-wenang. (Lih. Kamus Besar Bahasa Indonesia).

Di seputar Natal juga ada kekeliruan. Misalnya, cerita tentang orang majus dari Timur. Selama ini selalu digambarkan berjumlah tiga orang. Padahal Alkitab hanya menyebutkan “orang-orang majus” (Matius 2:1-12); tidak disebutkan jumlahnya secara pasti berapa. Memang dalam kisah orang majus itu disebutkan tiga jenis hadiah yang mereka bawa; mas, kemenyan dan mur. Tetapi tiga jenis hadiah tidak serta merta dibawa oleh tiga orang juga ‘kan?

Atau cerita tentang Yusuf dan Maria yang tengah mencari penginapan. Dalam drama Natal biasanya digambarkan begini: Yusuf berjalan menuntun keledai, sementara Maria yang tengah hamil tua duduk di atasnya. Mereka berjalan dari satu penginapan ke penginapan lain, dan selalu dijawab, “Maaf, tidak ada kamar kosong”. Jawaban tersebut keliru sebab yang dikatakan Alkitab bukan tidak ada kamar kosong, tapi tidak ada tempat bagi mereka (Lukas 2:1-7). Jadi kamar kosong sih mungkin ada, cuma buat Yusuf dan Maria tidak ada tempat.

Hal ini bisa dimengerti mengingat situasi dan kondisi waktu itu. Kota Betlehem tengah dipadati orang-orang dari luar kota yang mau ikut sensus penduduk. Penginapan tentunya menjadi sangat mahal. Sedang Yusuf dan Maria hanyalah orang-orang sederhana. Pula, Maria sedang hamil tua. Kalau sampai melahirkan di penginapan, pasti akan merepotkan sekali. Belum lagi suara tangis bayi yang bisa mengganggu tamu-tamu lain. Jadi dari perhitungan bisnis, tentu rugi menerima mereka menginap. Karena itu bagi mereka, maaf saja, tidak ada tempat.

Begitu juga anggapan bahwa tanggal 25 Desember adalah hari kelahiran Tuhan Yesus. Bulan Desember di Palestina adalah musim dingin, padahal di Alkitab ketika Tuhan Yesus lahir diceritakan tentang gembala-gembala yang sedang menggembalakan dombanya di padang (Lukas 2:8-20), jadi pasti bukan musim dingin.

Sebetulnya memang tidak ada tanggal yang pasti kapan Tuhan Yesus lahir. Pada zaman itu merayakan hari kelahiran dianggap sebagai tradisi kafir. Orang-orang Kristen pun tidak terbiasa melakukannya. Satu-satunya perayaan hari kelahiran yang dicatat dalam Perjanjian Baru adalah ulang tahun Herodes Antipas (Matius 14:6). Gereja perdana hanya merayakan hari kebangkitan Tuhan Yesus.

Tanggal 25 Desember semula merupakan perayaan non-kristiani; menyambut kembalinya matahari ke belahan bumi bagian utara. Sekitar akhir abad ke-4 orang-orang Kristen di kota Roma mengambil alih tanggal itu dan menjadikannya sebagai peringatan kelahiran Tuhan Yesus. Hari Natal. Sampai sekarang. (Lih. buku Pak Andar Ismail).

Itulah beberapa kekeliruan seputar Natal. Tetapi dari semua kekeliruan itu, ada dua kekeliruan yang paling fatal. Pertama, ketika Natal sudah identik dengan kemeriahan; hura-hura pesta atau pertunjukkan rupa-rupa acara. Entah di rumah, di gereja, di kantor, atau di mana saja. Seakan Natal tanpa itu semua bukan lagi Natal. Sehinggga orang pun lantas lebih sibuk dengan acara, bukan makna; lebih peduli pada bentuk, bukan isi. Tidak heran Natal satu datang Natal lain pergi, semua berlalu tanpa makna, tanpa bekas. Gone with the wind. Padahal natal bukan soal konsepsi, tapi esensi. Coba ingat-ingat dari sekian banyak Natal yang telah kita lewati, Natal mana yang paling memberi makna dalam hidup?!

Kedua, ketika Natal seolah menjadi “pesta” kita. Lalu orang pun “berpikir” untuk mendapatkan apa-apa dari acara Natal; entah kado, kartu ucapan atau “angpau”. Padahal Natal bukan “pesta” kita. Natal adalah “pesta” Dia. Kitalah yang harus memberi. Membawa “kado” seperti Para Majus datang membawa persembahan. Kado tidak selalu berupa materi, tapi bisa berupa pembaruan perilaku, bisa tekad untuk hidup lebih baik, atau pun komitmen melayani lebih sungguh (Ayub Yahya).

Catatan Harian

Day - 107

Jumat, 15 Desember 2006 -- Tadi pagi di bis waktu mau ke gereja, saya melihat seorang ibu separuh baya bersama anak laki-lakinya yang "terbelakang" mental. Anaknya itu sudah dewasa. Si ibu telaten sekali. Beberapa kali anaknya ngeluarin iler dari mulutnya, si ibu tanpa menunjukkan wajah kesal mengusapnya dengan tissue. Ia bicara pada anaknya pakai bahasa Mandarin sambil terus tersenyum. Membelai kepalanya dengan lembut. Kelihatan betapa ia sangat menyayanginya.

Saya jadi teringat seorang ibu di Banjarmasin. Suaminya seorang pendeta kena stroke. Hanya bisa tiduran di ranjang. Anaknya yang besar sejak lahir "terbelakang". Dua tahun lalu waktu saya dan beberapa teman mengunjunginya usia anak itu 34 tahun. Ga bisa jalan. Ga bisa bicara. Sering teriak-teriak ga jelas. Saya sangat hormat dengan ibu itu. Perjuangannya sungguh luar biasa. Bagi saya ibu itu, seperti juga orang tua lain yang memilik "anak khusus", adalah pahlawan kehidupan dalam arti sesungguhnya.

Saya jadi malu sendiri kalau ingat ketidaksabaran dan kekurangtelatenan saya ngehadapi Kezia dan Karen. Padahal sama sekali ga “setahi-kukunya-lah” dibanding perjuangan kedua ibu itu. Dan pula namanya juga anak-anak kan. Pastilah ada saatnya mereka rewel atau “berantem”. Kalau mereka diam dan jadi “anak manis” terus malah bingung juga. Tiba-tiba saya koq ngerasa telah menjadi orang yang paling ga tahu bersyukur.

Siang bareng teman kunjungan ke teman-teman pemuda yang bekerja di seputar daerah Orchad. Kita makan di Ayam Bakar Ojolali, Lucky Plaza. Sambil ngobrol. Orchad ramai banget tuh. Musim Natal. Sepanjang jalan hiasan Natal. Lagu-lagu Natal. Rasanya saya ga pernah deh ke Orchad sengaja untuk jalan-jalan. Ramainya itu loh yang ga tahan. Ke sana biasanya kalau janjian ketemu orang :).

Friday, December 15, 2006

Christmas' Spirit - 03


Famous Character:
Santa Claus - Calculating the Fact

Di dunia ini ada lebih dari 300.000 spesies mahluk hidup yang bisa terbang. Rata-rata mereka adalah serangga dan kuman. Tapi tidak pernah ada spesies rusa yang bisa terbang. Di seluruh dunia ada 2 milyar anak-anak di bawah usia 18 tahun. Andai anak-anak dari agama lain tidak dihitung, maka jumlah anak berkurang menjadi 378 juta (menurut data kependudukan dunia 1990). Katakanlah rata-rata setiap rumah memiliki 3,5 anak, maka ada 91,8 juta rumah untuk dikunjungi. Santa Claus memiliki waktu 31 jam sebelum malam Natal untuk bekerja membagikan hadiah natal. Perbedaan waktu dan rotasi bumi menolong Santa Claus punya waktu lebih banyak. Ini artinya Santa Claus punya waktu 1/1000 detik untuk memarkir keretanya, menurunkan barang, melompat dari kereta untuk naik ke atap dan turun ke dalam cerobong, menaruh hadiah di bawah pohon natal, makan snak kecil, dan naik kembali ke kereta dengan cara yang sama. Itu juga berarti kereta Santa Claus harus berlari 650 mil per detik atau 3000 kali kecepatan suara. Kendaraan tercepat yang dibuat manusia, the Ulysses, bergerak dengan kecepatan 27.4 mil per detik. Sementara seekor rusa biasa hanya mampu berlari paling maksimal 15 mil per jam. Asumsikan tiap anak dapat kado kecil seberat 2 pon. Maka kereta Santa Claus mengangkut beban 321.300 ton. Seekor rusa hanya mampu mengangkat beban maksimal 300 pon. Artinya, tidak cukup 9 rusa untuk menarik beban seberat itu. Tapi butuh 214.200 rusa. (Taken and translated from : "Is There A Santa Claus?" by Richard Waller Originally published in Spy magazine, January 1990)

The Spirit :
Pusat Natal adalah Bayi Kristus. Semangat utama Natal adalah memberi, bukan menerima. Keindahan Natal adalah pada kedamaian di hati. Yang lain di luar itu, hanyalah simbol Natal, pemanis dan pelengkap. Maka jangan sampai yang nggak substansi menyingkirkan yang esensi.

Thursday, December 14, 2006

Catatan Harian

Day - 108

Kamis, 14 Desember 2006 -- Pagi-pagi berdua Dewi nengok yang sakit. Ada dua orang. Yang satu anggota jemaat di Jakarta. Ia berobat di Gleneagles. Yang satu lagi "titipan" teman dari Jakarta. Berobat di General Hospital. Sama yang kedua ini sempet "cari-carian" :). Habis kita belum pernah ketemu. Ia kenal saya sih, tapi cuma nama doang.

Keduanya harus dioperasi. Bedanya yang satu sebetulnya ga gitu parah penyakitnya, cuma ia tuh ga bisa terima, bawaannya kesal, dan terus dibayangin ketakutan. Waktu kita berdoa, ia nangis terus. Kata keluarganya, ia juga jadi cepat marah. Sedang yang satu lagi penyakitnya malah jauh lebih parah. Tapi ia ga terlalu pusingin. Ia bilang, "Umur kan punya Tuhan. Saya sih berserah saja." Jadinya ia bisa tetap tertawa-tawa gembira.

Baik buruknya sesuatu banyak ditentukan oleh cara kita melihat dan menyikapi. Sesuatu kalau kita lihat dan sikapi secara positif, bisa jadi akan produktif. Sebaliknya sesuatu yang sama kalau kita lihat dan sikapi dengan negatif, bisa malah kontra produktif. Maka, menjaga pikiran agar tetap terarah pada hal-hal yang positif itu baik dan perlu. Ketakutan dan kekuatiran kerap kan produk pikiran kita sendiri.

Siang sebelum ke General Hospital, kita sempet ketemu teman dari Jakarta. Ia lagi ada di sini dalam tugas kantor. Kita sempet makan di Centre Point. Selesai dari General Hospital agak sorean, mau terus ke kantor tanggung. Lagi pula ga ada yang khusus. Malam juga ga ada acara. Jadi saya terus pulang. Lagian tiba-tiba flu lagi nih. Meler. Tissue sampai habis tiga bungkus :). Saya tuh suka gitu tuh. Sehat-sehat, tahu-tahu flu.

Christmas' Spirit - 02


Christmas' Decoration
Laba-Laba dan Sarangnya



Kisah dari Ukraina. Dahulu kala hiduplah seorang wanita yang sangat miskin. Ia tinggal bersama anak-anaknya. Suatu hari menjelang Natal, anak-anaknya meminta ibunya untuk menghias pohon natal dengan hiasan dekorasi natal.Tapi jangankan untuk membeli hiasan natal, untuk makan saja mereka sangat sulit. Ibu itu sangat sedih. Ia ingin memenuhi keinginan anak-anaknya. Tapi ia tidak berdaya. Pagi di hari Natal, saat ia terbangun. Ia mendapati pohon natal usang milik anak-anaknya dipenuhi sarang laba-laba. Ia sangat terkejut dan sedih sekali. Ia membuka jendela untuk membersihkan pohon natal itu. Saat jendela terbuka, sinar matahari pagi masuk. Menyinari pohon natal itu. Tampaklah olehnya sarang laba-laba itu berkilauan berwarna keemasan dan keperakan ditimpa cahaya matahari. Indah sekali. Ibu ini terpana. Dan akhirnya ia memutuskan untuk membiarkan sarang laba-laba itu tetap di pohon itu. Sebagai hiasan pohon natal mereka. Sampai sekarang di Ukraina, laba-laba dan sarangnya menjadi salah satu dekorasi "wajib" untuk hiasan pohon Natal. (taken from : theholidayspot.com)

The Spirit :
Keindahan natal terletak dalam hati kita, bukan pada ornamen atau hiasannya. Sayang kerap orang terjebak dengan lebih fokus pada acara bukan pada makna, pada bentuk bukan pada isi, pada konsepsi bukan pada esensi. Sehingga Natal satu datang Natal lain pergi, berlalu tanpa bekas.

Wednesday, December 13, 2006

Catatan Harian

Day - 109

Rabu, 13 Desember 2006 --Baca di internet, di Argentina katanya ada gereja namanya Church of Maradona. Tahun 2004 anggota jemaatnya 8 ribuan. Punya "pengakuan iman" dan lagu sendiri. Mereka menganggap Maradona sebagai Tuhan. Di “mimbar”nya ada bola bermahkota duri. Anggota jemaatnya kebanyakan pria. Mereka bisa nangis terisak-isak melihat Maradona. Mereka sampai berkemah di depan rumah sakit ketika Maradona dirawat.

Saya ga habis pikir dengan "fenomena" idola. Orang bisa sampai "segitu rupa" pada idolanya. Seolah mau melakukan apa saja demi idolanya. Dulu kalau ga salah di SCTV ada acara "Mimpi Kali Yee". Acara yang mempertemukan orang, kebanyakan gadis-gadis muda, dengan selebritis idolanya. Ampun deh. Baru ngelihat idolanya saja mereka bisa sampai nangis "jengking-jengking", malah juga ada yang sampai pingsan. Modernisasi dan kemajuan zaman rupanya ga menghilangkan hal-hal irasional seperti itu.

Sebetulnya wajar-lah orang punya idola. Cuma saya kira, cara kita ngungkapin kekaguman itu penting loh. Jangan sampai kita kehilangan "akal sehat". Juga ga kalah penting, alasan kenapa kita mengidolainya. Kalau karena karakter atau kehidupan elok orang itu, seperti Ibu Teresa atau Pak Eka Darmaputera, bagus buat menjadi teladan. Tapi kalau karena gantengnya, atau cantiknya, atau jagonya main sepakbola, yang gini-gini ini nih yang bisa jadi "irasional" kayak di Argentina dan acara SCTV tadi :)

Dapat telepon dan SMS dari beberapa teman di Jakarta. Ada yang ngabarin ia mau dolan ke sini. Ada juga yang kabarin temannya atau anggota jemaatnya atau saudaranya mau berobat ke sini. Minta tolong dilawat. Sore hujan deras. Saya sempet "terjebak" di foodcourt seberang gereja :). Salah saya juga sih, sudah tahu mendung ga bawa payung. Gara-gara ga mau sedikit repot, jadinya malah banyak repot. Malam ada rapat di gereja