Showing posts with label Celoteh Harian. Show all posts
Showing posts with label Celoteh Harian. Show all posts

Monday, May 14, 2007

Celoteh Harian - 036


Kejutan


Dari semifinal Copa del Rey. Barcelona kalah dari Getafe. Ga tanggung-tanggung. 0-4. Buat Barcelona ini musibah memalukan. Buat Getafe ini bagai mukjizat. Gimana ga? Sebelumnya Barcelona di atas angin. Di leg pertama menang 5-2. Tapi Getafe berhasil menjungkirbalikkan keadaan. Agregat akhir pun 6-5 untuk Getafe.

Artinya apa buat kita? Kalau lagi “di atas angin” jangan sombong. Jangan lupa diri. Jangan anggap remeh. Sebab bisa saja yang ga kita duga justru itu yang terjadi. Sebaliknya kalau kita “di bawah angin” jangan minder. Jangan kecil hati. Teruslah berusaha. Just do the best. Kejutan selalu bisa saja terjadi.

Sunday, May 13, 2007

Celoteh Harian - 035


Rasa

Ga jarang kita dikendalikan oleh rasa. Emosi. Pada saat itu rasio ga lagi “jalan”. Kita ga lagi berpikir panjang. Sudah tahu makan jeroan berlebihan itu ga baik bikin kolesterol naik, eh tetap saja makan. Sudah tahu resiko di depan mata, lha koq tetap diterjang juga. Semata karena enak sesaat.

Rasa tentu sangat penting. Membuat hidup ada warna. Tidak monoton. Ga semata dipenuhi kalkulasi akal. Hitam atau putih. Kanan atau kiri. Tapi rasa harus diimbangi rasio. Berjalan seiring seimbang. Ga sampai lupa diri. Supaya tiada penyesalan di ujung nanti. Intinya jangan hidup melulu ngikutin rasa.

Friday, May 11, 2007

Celoteh Harian - 034


Kerikil

Hidup ga melulu bermandi sinar mentari cerah; pastilah ada saatnya mendung menggantung. Ga selalu jalan kita lurus dan mulus berhampar karpet merah nan indah; mestilah ada kerikil-kerikil yang MENGGANGGU Sekecil apa pun kerikil tetaplah bikin ga enak. Ga nyaman. Bahkan ngeselin. Bagai duri dalam daging.

Tapi kerap kerikil juga ada baiknya. Paling ga bikin kita jadi waspada. Lebih eling. Lebih rendah hati. Lebih bergantung pada Sang Khalik. Justru kalau laut kehidupan kita terus tenang; ga ada ombak dan gelombang, malah berbahaya kan. Kita bisa terlena. Dan tertidur. Hingga sedikit saja goncangan kita pun akan tercebur.

Celoteh Harian - 033


Nyandu

Nyandu adalah sebentuk rasa suka yang kebablasan. Berlebihan. Ga baik. Pun bila itu nyandu terhadap hal-hal yang baik. Sebab dengan nyandu kita jadi "tergantung". Hidup seolah ga lengkap lagi tanpa apa yang kita canduin. Contoh orang yang suka makan pedas. Lalu nyandu. Makan apa-apa harus ada pedas. Ga ada pedas ga enak

Bahaya lain dari kecanduan adalah, kita akan mudah tergoda mengabaikan hal-hal yang lebih penting. Demi itu. Supaya ga jadi nyandu kuncinya adalah kontrol diri. Jangan dibiasakan. Jangan membiarkan diri dikendalikan oleh keinginan. Just never too much. Dengan tetap jadi "tuan" atas diri sendiri.

Thursday, May 10, 2007

Celoteh Harian - 032


Wakil

Dari Jakarta ke Jogja saya sepesawat dengan seorang wakil rakyat di DPR. Saya sering lihat ia muncul di TV. Tapi walau "cuma" wakil, ia duduk di first class. Turun dari pesawat, dijemput beberapa pejabat daerah yang membungkuk-bungkuk di depannya. VIP. Beda dengan saya dan penumpang lain yang nota bene adalah rakyat yang ia wakili.

Ga ada sambutan. Duduk di kelas ekonomi. Beberapa seperti saya malah tiket promo. Kalau dipikir-pikir ANEH juga. Yang namanya wakil harusnya ga lebih tinggi dari yang diwakilinya. Apalagi kalau ia juga digaji, disediakan segala fasilitas oleh yang diwakilinya. Arrghh. Jadi rakyat memang sering kebagian apesnya. Cuma diatasnamakan.

Wednesday, May 02, 2007

Celoteh Harian - 031


Terserah

PAPA saya paling hafal jalan. Saya kebalikannya. Suka "linglung". Kalau pergi-pergi papa biasa jadi petunjuk jalan. Saya cuma nyetirin. Tapi papa suka begini. Misalnya di pertigaan. Saya ga tahu arah. Lalu saya tanya, "Belok atau lurus, Pa?" Papa jawabnya, "Belok bisa lurus bisa."

Kalau saya pilih jalan lurus dan ternyata agak muter, papa ngomel. "Mestinya tadi tuh belok. Ga lewat jalan ini." Ini sama dengan teman saya. Kalau ditanya apa-apa kerap jawabnya, "Terserah." Giliran orang lain “mutusin” dan ternyata ia ga cocok, ngedumel deh tuh. Repotnya komunikasi terselubung.

Tuesday, May 01, 2007

Celoteh Harian - 030


Cinta Benci 2


CINTA dan BENCI sangat bertolak belakang. Cinta itu positif, benci itu negatif. Cinta itu membangun, benci itu menghancurkan. Cinta itu produktif, benci itu kontraproduktif. Cinta itu menghidupkan, benci itu mematikan. Pendek kata cinta itu PUTIH, benci itu HITAM.

Tapi hati-hati. Kalau "kebablasan" cinta bisa sama buruknya dengan benci. Yaitu ketika cinta sudah sedemikian POSESIF. Orientasinya bukan lagi "dia", tapi "aku". Lalu orang menuntut, memaksa, bahkan membelunggu atas nama cinta. Dalam hal ini cinta dan benci ga lagi berjarak.

Celoteh Harian - 029


Cinta Benci 1


Dari sisi MAKNA, cinta dan benci berbeda jauh. Sejauh timur dari barat. Tapi dalam realita, keduanya kerap terpaut sangat tipis. Setipis rambut dibelah tujuh. Lihat saja itu pasangan kekasih. Semasa pacaran mereka begitu mesra. Saling menyayang. Saling rela berkorban. Lalu menikah. Tawa Riang. Hosana!

Tahun pertama cerah. Tahun ketiga ceria. Lalu punya anak. Satu. Dua. Hingga sampailah di titik itu. Keributan. Berantem. Dan berakhir di ruang pengadilan. Saling gugat. Saling hajar. Saling serang. Seolah dalam "perang badar". Salibkan dia! Sepasang kekasih jadi musuh bebuyutan. Di mana cinta yang dulu? Lenyap!

Monday, April 30, 2007

Celoteh Harian - 028


Libur


Biasanya kalau pun LIBUR saya tetap “masuk” ke rutinitas. Ngetik. On internet. Ngimel. Apalagi bila ada "kerjaan kemarin" yang tersisa. Ga jarang kunjungan ke rumah sakit juga. Kadang ada “pertemuan” ini itu. Atau nemuin "tamu". Satu-satunya yang berbeda dengan hari lain tuh ga ngantor.

Teman nasihati, itu bukan cara "bagus" manfaatin libur. HARUS ada saat untuk kamu ambil jeda dari segala kebisingan hidupmu. Berdiam diri. Ngistirahatin bukan hanya tubuh, tapi juga pikiranmu. Narik diri dari segala hiruk pikuk rutinitas. Tanpa aktifitas kamu bisa tumpul. Tapi tanpa libur kamu juga bisa aus.

Saturday, April 28, 2007

Celoteh Harian - 027


Konflik 2


Lokalisir masalah. Jangan sampai melebar kemana-mana. Dengan ga ungkit yang sudah lewat. Ga nyerang pribadi; masa lalu, keluarga. Ga ngucapin kata-kata sinis atau sindiran. Yang bisa ngundang tafsiran negatif. Pastikan ia nangkap apa yang kita maksud. Fokus pada masalah. Itu hukum pertama penanganan konflik.

Hukum kedua, jangan sama-sama berteriak. Perang terbuka hanya akan memicu EMOSI yang nggak perlu. Bagai saling nyiram bensin ke api. Belum kalau kedengaran pihak yang nggak berkepentingan. Tambah runyam. Hukum ketiga, dalam sebuah pertengkaran siapa paling banyak bicara dialah yang paling banyak salah.

Celoteh Harian - 026


Konflik 1


Relasi suami istri ga lepas dari KONFLIK. Ibarat tubuh kita sesehat dan sekuat apa pun pasti ada saatnya sakit. Flu, batuk, sariawan. Wajar saja. Sebab setiap orang tuh beda. Cara pikir, pola rasa, latar belakang, sifat. Sudah "hukum alam" makin intens sebuah relasi, makin besar potensi konflik yang ada.

Kerap yang jadi masalah utama tuh bukan konfliknya. Tapi bagaimana cara kita menyikapi konflik itu. Ketidakpekaan, kata-kata yang menusuk, sinis, kalap, sikap kasar, prasangka buruk, kebanggaan diri. Membuat konflik makin runcing. Bahkan bisa memunculkan konflik baru yang ga perlu.

Thursday, April 26, 2007

Celoteh Harian - 025


Hujan


HUJAN ada asyiknya ada sebelnya. Asyik, udara jadi adem. Sejuk. Tidur "enak". Kongkow juga "enak". Ngirit AC pula. Dan bagi penyuka hujan kayak saya, rasanya tuh tentrem gitu ngelihat tetes-tetes air hujan dari jendela. Jatuh di pepohonan. Di pagar rumah. Di jalanan. Hati pun jadi teduh. Hhmm.

Sebel, pergi-pergi jadi susah. REPOT. Pernah karena hujan, sudah sampai di kantor saya mesti pulang lagi. Sudah pakai payung, tapi anginnya kenceng banget. Kuyup deh. Begitulah. Segala sesuatu ada plus minusnya. Ada baik buruknya. Mau nerima yang baik, harus mau nerima yang buruknya juga dong.

Wednesday, April 25, 2007

Celoteh Harian - 024


Pelukan


Andai dibikin survei, tempat teraman dan ternyaman di dunia. Bisa jadi banyak yang menjawab PELUKAN. Bukan sembarang pelukan tentunya. Tapi pelukan orang yang kita sayangi dan menyayangi kita. Di sana segala galau sirna. Segala resah hilang. Segala perih reda. Segala jerih tuntas.

Bagai sebuah oase. Damai dan tentram. Hhmm. Maka, hi, suami, janganlah pelit memberi pelukan kepada istrimu. Hi, istri, janganlah bosan memeluk suamimu. Hi, orang tua, janganlah lewatkan kesempatan memeluk anakmu. Hi, anak-anak, sering-seringlah memeluk orang tuamu.

Celoteh Harian - 023


Absurd


Ngobrol dengannya asyik. Ia ga pelit dengan kata-kata. Raut wajahnya sekilas memang kaku. Tapi setelah beberapa kilas, kekakuan itu segera sirna. Ganti hangat. Sesekali tawanya lepas. Mempertegas KERIPUT di kedua pipinya. Usia ia 66 tahun. Sangat fit untuk orang seusianya. Ia sopir taxi.

Saya tanya, apa yang mendorong ia tetap bekerja diusia senjanya? "Just killing time," jawabnya. "Saya sudah pensiun. Anak-anak sudah besar. Mau apa lagi kan?” Arghh. Hidup sekadar untuk menunggu giliran. Betapa absurdnya. Dari ketiadaan kembali ke ketiadaan. Debu menjadi debu. Sebatas itu?!

Tuesday, April 24, 2007

Celoteh Harian - 022


Mentok


Saya mentok nulis nih. Bukan ga ada ide. Ide sih ada. Bahkan terus mengalir. Kalau ngomong lalu direkam, bla bla bla. Pasti bisalah. Cuma entah kenapa, ketika mau menuliskannya BLANK gitu. Kayak nubruk tembok. Dua tiga kalimat, lalu blurr. Ga bisa lanjut. Beralih ke ide lain. Sami mawon.

Manusiawi. Namanya orang hidup. Ada saatnya ON, ada saatnya OFF. Bisa saja itu alarm alam. Ngingetin apa yang mesti kita lakukan. Orang bijak adalah orang yang peka dengan tanda-tanda alam. Sehingga ia tahu kapan harus nginjek GAS, kapan harus nginjak REM. Ga byarr-blass gitu.

Sunday, April 22, 2007

Celoteh Harian - 021


Tidur

TIDUR bukan soal kuantitas, tapi kualitas. Tidur sebentar bila nyenyak, lebih sehat dibanding tidur lama tapi ga nyenyak. Bagaimana kita tidur, akan sangat mempengaruhi bagaimana kita bangun. Bila tidur ga benar, bangun juga ga benar. Badan ga enak. Pikirannya ga jalan. Hati ga nyaman.

Tidur bukan melulu soal FISIK, tapi juga soal hati dan pikiran. Hati yang adem pikiran yang ayem, akan membuat tidur terasa nikmat. Sebaliknya hati yang gundah pikiran yang resah, akan membuat tidur serasa keselek duri ikan asin. Kuncinya: rasa syukur dan kepasrahan diri kepada Sang Sumber Hidup.

Celoteh Harian - 020


Suasana


Kerap yang terpenting bukan apa yang kita makan. Atau di mana kita tinggal. Tapi SUASANA. Ikan bakar just bumbu garam plus sambal kecap, bila dinikmati dalam suasana akrab penuh canda rasanya bisa wuihh gitu. Meresap sampai ke tulang sumsum. Lebih enak dari ikan bakar keluaran restoran mahal.

Begitu pula rumah kecil nan sederhana. Bila di dalamnya terhias tawa ceria penuh cinta, akan lebih "sejuk" dan "nyaman" dibanding istana megah nan buram. Maka aneh kalau orang tuh hanya fokus pada hal-hal "fisik". Dan melupakan hal-hal "batiniah". Hanya konsen ke materi. Dan mengabaikan "hati".

Friday, April 20, 2007

Celoteh Harian - 019


Kukuay 3


Dibalik realitas yang nampak, biasanya tersimpan realitas lain yang terselubung. Begitu juga orang kukuay. Dibalik ke-KUKUAY-an seseorang kerap tersembunyi kegetiran. Jiwa yang rapuh dan labil. Kebutuhan akan pengakuan dan perhatian. Rasa rendah diri yang dalam. Akar pahit yang belum selesai.

Maka jangan lihat orang kukuay dengan rasa benci. Apalagi dengan nafsu ingin menghajar. Jangan. Mereka lebih pantas mendapat simpati dan empati. Betul, bahwa sikap positif itu ga ngejamin akan nyembuhin. Ga apa-apa. Paling ga, itu bisa menjaga supaya kita ga ikut-ikutan kukuay.

Celoteh Harian - 018


Kukuay 2


Orang KUKUAY tuh orang sulit. Nyebelin dan ngejengkelin. Gampang mengritik, tapi ga suka dikritik. Ngomong suka-suka ia. Bersikap suka-suka ia. Orang lain ga ada benernya. Cuma ia yang benar. Orang berjalan salah, duduk juga salah. Ada saja yang ia permasalahkan. Capek hati. Capek pikiran. Piuhh!

Apa perlu kita hindari? Kalau bisa kita hindari, ya hindari. Ga usah nambah beban hidup yang ga perlu kan. Anggap angin lalu. Cuek ga selalu salah. Asal jangan jadi musuh. Tapi kalau ga bisa kita hindari, ya terima dengan legowo. Habis mau gimana lagi. Setiap orang toh punya salib. Mungkin itu bagian dari salib yang harus kita pikul.

Wednesday, April 18, 2007

Celoteh Harian - 017


Kukuay 1


Ia tengah menghadapi situasi ga "enak". Ada orang KUKUAY yang terus meneror ia. Nyari-nyari kesalahan ia. Sampai yang ga masuk akal "diobok-obok" juga. Ia kesal. Gemas. Gondok. Tapi karena statusnya, ia toh tetap harus "ngelayaninya". Walau dengan hati panas pikiran mendidih.

Saya bilang padanya, jangan kecil hati. Ga ada yang kebetulan di dunia ini. Tuhan menaruh orang sulit di dekat kita pasti ada tujuannya. Bisa untuk ngelatih kesabaran kita. Bisa untuk ngajar supaya kita rendah hati. Huss!! Gampang saja saya ngomong. Kalau ngalamin sendiri pasti "ampun-ampunan" jugalah :).