Saturday, March 25, 2006

Cermin - 01

Bakmi Kadin

Dulu kalau ke Jogjakarta, biasanya saya mampir di Bakmi Kadin. Semula namanya Bakmi Mbah Karto, tetapi karena tempatnya di depan Kadin, jadinya terkenal dengan Bakmi Kadin. Pun ketika sudah pindah tempat ke Bintaran Kulon, dekat Bioskop Permata.

Tempatnya sih sederhana; ruangan sekitar 4x4 meter, dengan meja-bangku dari papan biasa. Tetapi masaknya memang enak, bumbunya pol (istilah bahasa Jawa, mungkin kependekan dari jempol, artinya oke). Tidak heran pembeli biasanya antri. Apalagi kalau jam makan, atau malam minggu. Orang bisa nunggu sampai setengah jam lebih untuk dapat tempat duduk. Padahal makannya --plus nyeruput bajigur panasnya-- paling-paling seperempat jam.

Agak aneh juga sebenarnya. Lha, bahannya ‘kan sama dengan penjual bakmi lain; entah yang di jalan Solo, jalan Kaliurang, Alun-alun. Bakminya, bihunnya, sayurannya, bumbunya, daging dan telor ayamnya. Semua sama. Kalau pun ada yang beda, ya cuma yang masak.

Ini bukti bahwa yang penting bukan apa; seberapa banyak atau seberapa bagus yang kita punya, tetapi bagaimana kita mengelola dan menggunakannya. Meski pun yang kita punya biasa-biasa saja, tetapi kalau kita kelola dengan "oke", maka hasilnya akan sangat luar biasa.

No comments: