Wednesday, February 07, 2007

Bicara Cinta - 07

Love is in the air...
Sealed With A Kiss
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Orang Mesir Kuno tidak pernah berciuman dengan menggunakan mulut, melainkan dengan menggunakan hidung.

50% dari orang yang pernah berciuman melakukan ciuman pertamanya sebelum usia 14 tahun.

Rata-rata orang menghabiskan kurang lebih 20,160 menit sepanjang hidupnya.

Ciuman membantu mengurangi pembusukan gigi karena tingginya air liur yang diproduksi membantu membersihkan mulut.

Ketika berciuman seseorang membakar 26 kalori selama satu menit.

Ketika mencium pipi seseorang, kita hanya menggunakan dua otot wajah. Ketika berciuman penuh hasrat, seseorang menggunakan seluruh otot wajahnya dan membakar lebih banyak kalori.

Di dalam otak manusia terdapat saraf khusus yang dapat memberi petunjuk kepada kita untuk dapat menemukan bibir pasangan kita sekalipun berada dalam kegelapan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang mencium istrinya pada waktu pagi hari saat akan berangkat kerja memiliki pendapatan yang lebih besar, hidup lima tahun lebih panjang, lebih stabil dan mapan dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Ayah Bicara Cinta :

Cinta tidak sekadar nafsu sesaat. Romansa buta. Hasrat menggebu sekejap. Eros semata. Dan sesudahnya dingin dan padam. Tapi harus dijaga dan dirawat. Melewati berbagai suka dan duka. Hanya cinta sejati lah yang akan bertahan walau hasrat telah pudar.

Catatan Harian

Day - 54

Selasa, 6 Februari 2007 -- Dapat forward SMS dari teman di Jakarta: Welcome to JAKARTA. Feel the rainy season sensation. JAKARTA's new n on going prestigious project. 200 km2 indoor n outdoor SWIMMING POOL. The biggest in the world. Free of Charge. Contact Mr. SUTIYOSO ;-). Orang Indonesia tuh kreatif. Bahkan dibalik tragedi ia mampu menangkap sisi-sisi komedi. Good.

Bisa jadi ini indikasi, betapa "tahan bantingnya" orang Indonesia. Di mana di dunia ini negara yang terus menerus dibombardir bencana; baik bencana alam maupun bencana akibat kebijakan pemerintah dan perilaku pejabatnya, selain Indonesia? Tapi toh rakyat Indonesia tetap "berdiri"? Ibarat petinju. Dipukulin berkali-kali ga KO-KO. Cuma sempoyongan. Lalu maju lagi.

Atau bisa juga ini indikasi, betapa “dewasanya” orang Indonesia. Konon kan salah satu ciri orang dewasa tuh kemampuan menertawakan kemalangan dan kekurangan diri sendiri. Tanpa menjadi rendah diri atau pun patah hati. Banyak humor lahir dari “keterhimpitan” hidup. Ketika orang ga berdaya. Blank. Ga bisa apa-apa lagi.

Siang ngelawat teman yang sakit. Ia lagi berobat jalan di Gleneagle. Nginep di Treetops di Orange Grove Road. Dekat Orchard. Itu apartemen yang disewain per hari atau borongan satu-dua bulan. Di Surabaya kayak homestay, rumah yang dijadikan "losmen". Treetops oke tempatnya. Tapi harganya juga oke :). Satu kamar tidur dengan ruang tamu dan dapur per hari 350$, Bo! Itu paling murah. Malam ada rapat Tim Missi di gereja.

Tuesday, February 06, 2007

Breaking News


Jakarta Riwayatmu Kini


Kelapa Gading Area on Flood









The Evacuation









The Prayer
Semoga badai segera berlalu. Dan "jejak" yang tertinggal jadi pembelajaran. Tidak saja bagi yang mengalami langsung. Pun bagi yang hanya melihat dan mendengar.

Bicara Cinta - 06

Love is in the air...
The Power of Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta memberi energi yang maha dahsyat.

Seorang istri yang 11 tahun tanpa lelah mendoakan suaminya supaya menerima Tuhan Yesus; apa yang membuatnya bisa bertekun begitu rupa? Cinta!


Seorang ibu yang tanpa kenal menyerah berjuang menghadapi kanker yang mendera tubuhnya demi anak-anaknya yang masih kecil; apa yang membuatnya begitu gigih dan tegar? Cinta!


Ya, cinta kuat seperti maut.


Kalau maut sudah menjemput, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu mengelakkannya; mengatakan tidak atau tunggu. Kalau cinta sudah menyapa, rintangan sebesar apa pun tidak akan menggoyahkan langkah, melemahkan tekad.


Cinta adalah daya dorong yang sangat ampuh untuk kita selalu melakukan yang terbaik; menjalani kegetiran tanpa isak, melalui kepedihan tanpa keluh.
(AYA - "Kugapai HadirMu")

Catatan Harian

Day 55

Senin, 5 Februari 2007 - Dapat kiriman foto-foto banjir seputar Kayu Putih dan Kelapa Gading via imel. Parah sekali. Sad. Halaman GKI Kayu Putih air hampir selutut orang dewasa. Jalan Bulevar Kelapa Gading benar-benar seperti sungai besar. Rakit kayu dan perahu karet seliweran. Malah juga jetski. Kebayang orang-orang yang tinggal di sepanjang kali Ciliwung. Pasti lebih parah.

Siang ke Shop n Save di West Mall. Belanja sehari-hari. Di sini tuh saya sering ngelihat orang-orang tua masih bekerja. Diatas 60 tahun. Bahkan diatas 70 tahun. Kalau pria biasanya sopir taxi atau sopir bus. Kalau wanita bekerja di food court. Beresin piring dan gelas. Ada juga yang bersihin toilet di mall. Atau jualan tissue dan ice cream di pinggir jalan.

Kata teman orang-orang tua itu ga semua miskin loh. Banyak dari mereka yang bekerja bukan karena uang. Tapi just untuk cari kegiatan. Supaya ga nganggur. Jadi ga pikun. Merasa berguna. Punya semangat hidup. Good-lah. Kerja apa pun harusnya oke kan. Yang penting halal. Kerja ga melulu identik dengan cari uang. Tapi juga sebagai olah raga, olah otak, olah hati. Cuma ya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik juga.

Di Indonesia hampir ga ada orang tua yang bekerja begitu. Bisa karena “gengsi” keluarga. Mana ada kan keluarga kelas menengah yang ngijinin orang tuanya bekerja jadi pembersih toilet di mal atau pelayan restoran. Bisa juga karena lapangan kerja yang sempit. Orang muda yang mau bekerja di sektor itu berebut. Tapi dalam kasus sebaliknya karena kemiskinan, ga jarang malah orang tua yang bekerja melebihi porsinya. Misalya nge-becak.

Monday, February 05, 2007

Bicara Cinta - 05

Love is in the air...
Symbols of Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine


Merah : Warna yang diasosiasikan dengan Cinta dan Hasrat

Hati : Dari ajaran Kristiani dipercaya bahwa hati adalah tempat “bersemayam” emosi, terutama cinta/kasih. Gambar hati sering menjadi lambang untuk menggantikan kata “cinta”

Bibir : Digunakan untuk berciuman, sehingga lekat dengan makna “hasrat”. Gambar bibir dengan lipstick merah adalah lambang sesuatu yang di “meterai/segel” dengan cinta.

Hati ditusuk panah : Bocah kupido atau Eros menembakkan sebuah anak panah ke dalam hati dipercaya menyebabkan seseorang jatuh cinta. Ini juga menunjukkan bahwa cinta adalah perasaan yang menyenangkan sekaligus menyakitkan.

Hati yang patah : Sebuah lambang bagi orang yang kehilangan cinta, seringkali merujuk kepada orang yang ditolak cintanya. “Patah hati” seringkali digambarkan sebagai keadaan dimana ada kesedihan dan kepedihan yang luar biasa.

Kupido : Dewa Cinta bangsa Romawi kuno, digambarkan sebagai anak laki-laki yang membawa busur dan anak panah. Dengan itu ia menembak kepada “korbannya” yang mengakibatkan sang korban jatuh cinta.

Rosemary : Lambang kesetiaan dan kenangan

Cincin Kawin : melambangkan hubungan yang permanent, “hingga maut memisahkan”

Mawar : Mawar merah lambang cinta dan hasrat. Mawar putih lambang kemurnian dan kesucian. Mawar kuning lambang kecemburuan dan ketidaksetiaan.

Melati : Wanginya yang khas menjadi symbol Hindu untuk Cinta

Coklat : Sekotak coklat berkonotasi romantis sebagai hadiah bagi sang kekasih. Coklat juga memiliki kandungan zat aprodisiak.
(sumber : http://painting.about.com)

Ayah Bicara Cinta :
Banyak cara untuk melukiskan, menggambarkan, melambangkan cinta. Tapi tak ada yang lebih baik dari apa yang tergambar lewat bahasa tubuh. Tatapan mata penuh kasih. Kata-kata yang menyulut semangat. Dekapan yang berbicara "Aku selalu ada untukmu".

Sunday, February 04, 2007

Catatan Harian

Day - 56

Minggu, 4 Februari 2007 - Jakarta masih banjir. SMS dari teman: "Hr ini di GKI Kaput ga ada kebktian. Hny pkl 8.30 ibdah sngkt utk yg ngungsi. Lihat tayangn TV KG kayak danau. Kwasn elite t'parah kena banjir." SMS dari teman lain: "Kami ga ngungsi kmana2. Bnjr skliling Kaput m'prihtnkn. KG gawat. Keluar rmh mst naik perahu." SMS dari teman lain lagi: "Jkt spt lautan. Apalg KG. Dpn mall sepinggang!" Sad.

Saya mulai akrab dengan KG (Kelapa Gading) tahun 1996-an. Awal saya "masuk" GKI Kaput. Konon dulunya itu rawa-rawa. Lalu berkembang menjadi perumahan mahal dan sentra bisnis kelas "kakap". Bagi saya yang paling mengesankan di KG tuh Gereja St. Yakobus. Tapi itu dulu. Ketika gereja itu masih dikeliling pesawahan luas. Melihatnya terutama sore hari pas matahari mau tenggelam rasanya tentram gitu.

Sekarang pesawahan itu sudah ga ada lagi. Sudah jadi pertokoan dan perumahan. Sad. Saya rasa KG tuh contoh pembangunan yang "salah kaprah". Bisa dibilang setiap petak tanah ga dibiarkan "kosong". Pokoknya jadi duit. Terus bangun. Perkantoran. Perumahan. Apartemen. Mall. Ibarat kelapa, terus diperas. Sampai kering. Modus serupa terjadi di daerah Kayu Putih. Di sana "tanah resapan" makin sempit pula. Begitulah. Demi uang manusia terus "menciderai" alam. Padahal alam pun tentu punya "batas kesabaran".

Siang pimpin kebaktian remaja GPO. Ada sharing dari seorang "alumnus" remaja GPO. Ia sudah pemuda. Mau ngelanjutin studi ke Australia. Intinya ia bersyukur bisa aktif di remaja. Dari awalnya bukan "siapa-siapa", hingga ia "bertumbuh". Good. Gereja memang harus jadi ajang "penggodokan spiritual" jemaatnya kan. Dari remaja terus pimpin renungan di persekutuan Paduan Suara Eklesia. Dilanjutin ramah tamah makan malam.

Bicara Cinta - 04

Love is in the air...
Force Me Not
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta tidak bisa dipaksakan
Entah dengan cara halus, seperti iming-iming dan rayuan;
atau pun dengan cara kasar, seperti desakan dan ancaman.

Dengan cara begitu bisa saja cinta lantas tumbuh.
Tapi biasanya akan seperti buah yang matang dikarbit.
Kelihatannya ranum dari luar. Tapi dalamnya kecut.

Sungguh cinta yang rapuh.
Yang terbaik, biarkan cinta tumbuh secara alamiah.
Tanam benih cinta itu lewat perhatian dan kebaikan.
Sirami dengan kasih sayang dan ketulusan.
Juga dengan kesabaran dan pengertian.
Dan yang juga penting: komitmen.

Niscaya cinta akan tumbuh dengan sehat.
Mungkin tidak serta merta.
Tidak instant.
Tapi percaya deh, karena tumbuhnya sehat,
buahnya pun akan manis sampai ke dalam-dalamnya. (AYA)

Catatan Harian

Day - 57

Sabtu, 3 Februari 2007 -- Banjir Jakarta belum surut. Beberapa daerah malah tambah parah. Hujan memang ga semasif kemarin-kemarin. Tapi banjir "kiriman" dari Bogor makin deras. Saya terus SMS-an dengan beberapa teman. Up date. Cuma ga gitu lancar. Banyak pending-nya. Ada yang masih bertahan di rumahnya. Ada yang sudah ngungsi. Ke gereja. Ke rumah saudara. Ke hotel. Temans, doa saya buat kalian.

Semoga banjir Jakarta menjadi musibah "penutup", dari serangkaian musibah yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Stop sampai di sini. Sudah terlalu banyak "air mata" yang jatuh. Dibalik setiap musibah pastilah ada "pesan". Semoga "pesan" itu dapat "ditangkap" oleh semua pihak. Ya, semua pihak. Ga hanya para korban. Dan menjadi pembelajaran berharga untuk hidup lebih baik di masa depan.

Saya percaya di dunia ini ga ada yang kebetulan. Baik kejadian yang dialami langsung maupun kejadian yang hanya dilihat atau didengar. Semua itu adalah bagian dari "sebuah cerita". Satu episode bersambung ke episode berikutnya. Tidakkah hidup ini seperti sebuah "lakon"? Sebuah "drama ilahi"? "Kearifan" adalah ketika kita bisa menjalani skenario yang sudah digariskan oleh "Sang Sutradara Agung" dengan rela dan "legowo".

Siang pimpin kebaktian pemberkatan dan peneguhan nikah. Di sini catatan sipil (solemnization) bisa dilaksanakan dalam kebaktian. Jadi pimpinnya bareng sama teman pendeta yang punya lisence untuk itu. Beberapa bagian kayak janji mempelai, pertukaran cincin, dan penandatangan piagam pernikahan ia yang "bawakan". Lebih praktis sih :). Malam ga ke mana-mana lagi. Besok pimpin kebaktian remaja dan pesekutuan Paduan Suara Eklesia di GPO.

Saturday, February 03, 2007

Bicara Cinta - 03

Love is the air…
Love is Giving
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Para tokoh terkenal dunia menunjukkan bahwa kekayaan dan kemasyuran yang mereka miliki bisa digunakan untuk menebar kasih kepada orang lain :

* Jane Addams, wanita Amerika pertama penerima Nobel Perdamaian - Pendiri Hull House, salah satu rumah singgah pertama di Amerika.
* William Allen (Quaker) - pendiri dan penyumbang berbagai lembaga termasuk 'Schools of Industry' di Lindfield dan Newington Academy for Girls
* Warren Buffett - menyumbangkan dana setara USD$30.7 miliar dari saham Berkshire Hathaway stock kepada Bill and Melinda Gates Foundation dan The Warren Buffet donation
* Andrew Carnegie - menyumbang dana kepada lebih dari 2500 perpustakaan di seluruh dunia. Pendiri The Carnegie Foundation dan The Carnegie Endowment for International Peace.
* Henry Ford - Turut mendirikan Ford Foundation.
* J. Paul Getty - Mendanai pembangunan Getty Villa, Getty Museum yang asli, dan menyumbangkan koleksi benda seninya ke museum itu. Setelah meninggal dunia, ia meninggalkan warisannya untuk Getty Museum, yang kemudian dikembangkan menjadi Getty Center di Los Angeles.
* Paul Mellon - penyumbang utama dalam bidang seni dan pendidikan, dan turut mendirikan Andrew W. Mellon Foundation.
* Linus Pauling - Menyumbangkan waktu dan tenaga serta dana pribadi untuk menyadarkan dunia akan bahaya uji coba senajata nuklir bawah tanah.
* John D. Rockefeller, Jr. - Secara dramatis mengembangkan the Rockefeller Foundation dan Rockefeller University. Ia juga membeli dan menyumbangkan lahan di Manhattan dimana berdiri markas besar United Nations PBB.
* John D. Rockefeller 3rd - Generasi ketiga Rockefeller, seorang philanthropist dan pendiri the Asia Society (1956), the Population Council (1952) dan a reconstituted Japan Society, ia pernah menjadi ketua Rockefeller Foundation selama 20 tahun. Ia mendirikan Rockefeller Public Service Awards di tahun 1958. Diantaranya, ia adalah aktor dibelakang pembangunan landmark Lincoln Center, dibangun antara tahun 1959 dan 1966, di New York City.
* Gary Sinise - Turut mendirikan Operation Iraqi Children.
* Mother Teresa - pendiri Missionaries of Charity. Karyanya kepada kaum miskin di Calcutta membuat namanya dikenal di seluruh dunia
* Romo Mangun Wijaya - Membangun perumahan untuk para tuna wisma di Kali Code, Yogyakarta. Dan mengembangkan sistem pendidikan murah dan bermutu buat masyarakat Kedungombo, Jawa Tengah.
* Lumi - Pendiri Kampus Diakonia Modern, rumah singgah dan pendampingan para gelandangan di Jakarta.
* Venerable Ho Yuen Hoe - Pendiri Man Fut Tong Nursing Home, rumah singgah untuk para wanita miskin papa di Singapore.
* Dan banyak lagi.

Ayah’s Thought of Love :
Cepat atau lambat kita tidak akan ada lagi di dunia ini. "Jejak" apakah yang akan kita tinggalkan? Semoga "jejak cinta". Jejak kecil pun jadilah. Dan tidak perlu menjadi orang besar.

Friday, February 02, 2007

Catatan Harian

Day - 58

Jumat, 2 Februari 2oo7 -- Jakarta Banjir. Duh. Siklus 5 tahunan terulang. Konon lebih parah dari tahun 2002. Beberapa teman SMS up date kondisi. Banjir 5 tahun lalu saya ikut ngalami. Susahnya bukan hanya saat banjirnya, tapi juga berhari-hari setelah banjir surut. Barang pada rusak. Ranjang, lemari, pintu, jendela, sofa. Semua. Rumah kotor dan bau. Walah. Ampun deh. Beresinnya lagi setengah mati. Perbaikannya ga murah.

Banjir di Jakarta tuh "aneh tapi nyata". Setiap kali banjir kan sebetulnya sudah bisa diprediksi. Malah beberapa daerah rutin ngalamin. Tapi koq ya terus terulang. Pemerintah pun seolah ga berdaya. Pasrah. Padahal kerugian yang ditimbulkan ga terhitung. Milyaran. Saya ga tahu, di dunia ini ada ga kota atau negara yang secara rutin ngalami musibah yang sama berulang-ulang gitu. Dan pemerintahnya angkat tangan.

Tapi setiap musibah mesti ada hikmahnya. Saya ingat banjir besar tahun 2002. Orang-orang dari bermacam denominasi gereja, suku, dan agama bahu membahu menolong para korban. Dalam keadaan normal biasanya kan "elu-elu gua-gua". Malah "saingan" gitu. Ketika musibah datang semua perbedaan itu jadi ga penting. Jangan-jangan musibah tuh memang teguran dari Tuhan agar manusia ga "berantem" melulu. Eling. Eling.

Di sini musim hujan kayaknya sudah berlalu. Hujan sudah jarang. Siang diajak lunch sama teman. Sambil ngobrol tentang gereja. Malam pimpin bina pra-nikah. Tentang komunikasi dalam keluarga. Sorenya sempet "ngeganjel" makan buah. Beli buah "ketipu" lagi. Salah sendiri juga sih. Sudah punya pengalaman, buah yang dijual sepaket-sepaket diplastikin tuh biasanya sudah jelek. Masih beli juga. Dapet "getah" deh :).

Bicara Cinta - 02

Love is in the air...
Need No Reason
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta tidak butuh alasan.

Sama ketika kamu senang Barcelona dan tidak Real Madrid; suka AC Milan dan tidak Inter Milan; suka Brasil dan tidak Argentina.

Kenapa? Entah!
Tidak ada alasan rasional yang bisa menjelaskannya.

Begitu juga cinta.
Kenapa mencintai si A, dan bukan si B?
Entah.

Sepeti dalam cerita silat:
Kenapa Kwee Ceng mencintai Oey Yong dan bukan Gochin Baki, Putri terkasih Jengkhis Khan?
Atau Tio Bu Ki yang mencintai Tio Beng, dan bukan Cio Ci Jiak?
Tidak ada alasan rasional yang bisa menjelaskan.
Tetapi memang, begitulah cinta seharusnya.
Tanpa alasan.
Sebab ketika cinta memiliki alasan, salah-salah itu cinta yang berpamrih.
Selfishlove.

Mencintailah karena mencintai.
Bukan karena ini dan itu. (AYA)

Thursday, February 01, 2007

Catatan Harian

Day - 59

Kamis, 1 Februari 2007 -- Pagi ada pertemuan pendeta dan preacher ORPC di GPO. Acara rutin tiap bulan. Sampai siang. Dapat forward imel dari teman di Jakarta. Tentang orang yang ketipu di Lucky Plaza. Ceritanya tuh orang beli barang elektronika. Dengan janji diskon yang lumayan besar. Bayar pakai kartu kredit. Di-charge penuh. Diskonnya nanti dikembaliin ke kartu kredit ia. Katanya itu prosedur Bank.

Tapi sekembali di Jakarta kembalian diskonnya ternyata ga ada. Ia telepon bolak balik ke toko itu. Ga ditanggapi. Malah di-pingpong. Ia pun mengadu ke Singapore Tourism Board (STB). Mereka bantu ngurus. Pihak toko akhirnya mau ngasih ganti rugi. Tapi ga semua. Pihak STB lalu nyaranin ia supaya ngajuin klaim lanjutan ke Small Claim Tribunal (SCT). Kayak YLKI kalau di Indonesia. Tapi agak repot. Mesti ikut persidangan segala.

Saya tanya ke beberapa teman di sini. Katanya memang begitu. Di Lucky Plaza, juga di Sim Lim, suka ada pedagang "nakal". Terutama kepada turis. Sasaran empuk. Untung di sini hukumnya "jalan". Jadi kalau ngalamin yang gitu-gitu laporin saja. Cuma ya repot kan. Kasihan pedagang yang "lurus", jadi ikut-ikut "tercoreng". Di mana-mana koq ada saja orang yang cari makan dengan cara nyusahin orang lain. Aneh.

Malam ke rumah teman. Acara farewell. Ia mau studi lanjut ke Australia. Ia tuh banyak sekali bantu kami. Terutama saat Kezia dan Karen kesulitan penyesuaian bahasa. Ia rutin datang ke rumah ngajarin bahasa Inggris. Kita terus makan di House of Sundanese Food di Great World City. Mottonya lucu: "Make your tongue dance". Suasananya kayak "Sari Kuring". Hehehe. Selama di sini baru pertama kali makan di restoran Sunda. Baca di internet Jakarta mulai banjir. Duh.

Bicara Cinta - 01

Love is in the air…
Say : “I Love You”
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


"I Love You" adalah tiga kata yang bermakna ribuan kata. Terucap maupun tidak terucap. Seluruh bangsa di dunia punya caranya sendiri untuk mengungkapkan cinta melalui kata-kata :

Afrikans : ek het jou lief / ek's lief vir jou
Albanian : të dua
Arabic : ana uħibbuk (buat pria) - ana baħibbik (buat wanita)
Belarusian : ja ćjabe kakhaju
Bulgarian : običam te
Chinese : ngóh oi néih (Cantonese); ngai ai ngi (Hakka); wo ài ni (Mandarin); gua2 ai3 li2 (Taiwanese)
Czech : miluji tě
Dutch : Ik hou van je Ik zie je graag (frm)
Estonian : ma armastan sind
French : Je t'aime Je t'adore
German : Ich liebe Dich
Greek : Σ᾿ ἀγαπῶ (Saghapó) - inf Σᾶς ἀγαπῶ (Sas aghapó) - frm
Hebrew : Ani Ohev Otach (buat wanita) - Ani Ohevet Otcha (buat pria)
Indonesian : Saya cinta padamu
Italian : Ti amo
Japanese : suki desu / daisuki desu
Korean : sarang hae
Latin : te amo
Macedonian : te sakam
Manchu : Bi shimbe hairambi
Maori : kei te aroha au i a koe
Norwegian : Jeg elsker deg (Bokmål) Eg elskar deg (Nynorsk)
Old English : ic lufie þe (West Saxon) ic lufie þec (Northumbrian)
Portuguese : amo-te, eu te amo, eu gosto de você, eu amo você
Romanian : te iubesc
Russian : ja tebia liubliu
Scots : ah loove ye
Spanish : te amo / te quiero
Swedish : jag älskar dig
Tagalog : mahal kita
Thai : phom rak khun (buat pria) - chan rak khun (buat wanita)
Tibetan : nga kayrâng-la gawpo yö
Turkish : seni seviyorum
Ukrainian : я тебе кохаю (ja tebe koxaju)
Vietnamese : Em yêu anh (f>m) Anh yêu em (m>f)
Welsh : dw i'n dy garu di rwy'n dy garu di
Xhosa : ndiya kuthanda
Yiddish : Ikh hob dikh lieb / Ikh libe dikh
Zulu : ngiyakuthanda


Ayah Bicara Cinta :
Cinta memang perlu diucapkan. Diungkapkan. Tapi biarkan tindakan lebih banyak berbicara tentang cinta. Daripada mulut kita.

Catatan Harian

Day - 60

Rabu, 31 Januari 2007 -- Pagi ke kantor. Cuma setengah hari. Gereja lagi direnovasi. Debu. Bising. Setelah beresin beberapa hal, saya terus pulang. Lanjutin kerjaan di rumah. Ngimel. Ngetik. Itu enaknya era teknologi. Akses terbuka luas. Internet. Telepon. Kita bisa connected dari mana saja dan kapan saja.

Beberapa hari terakhir terlambat terus nih nulis catatan harian. Bukan karena ga ide. Saya selalu percaya ide tuh "berkeriapan" dimana-mana. Ga pernah kering. Tiap hari mesti ada yang bisa ditulis. Tinggal kita mau ga meluangkan diri untuk "menangkapnya". Itu saja. Menurut saya ga ada ide tuh bukan alasan untuk ga menulis. Prinsip ini yang selalu saya tekankan tiap kali pimpin kursus menulis.

Masalahnya tuh malas. Mungkin karena jenuh juga. Bayangin tiap hari memacu diri buat nulis. Ditambah beberapa "interupsi" kerjaan yang lebih mendesak. Untungnya ada teman yang rajin "memprovokasi". Bahkan "mengintimidasi" :). Jadi walau pun "tertatih-tatih" catatan harian terus jalan. Beberapa teman pernah bilang, saya nih "asyik" bisa nulis tiap hari rutin. Hehehe. Mereka ga tahu saja "perjuangannya".

Tapi memang koq, kemalasan tuh jangan diikuti. Harus dilawan. Sekali diikuti enak. Dua kali enak. Tiga kali enak. Lama-lama "keenakan". Kalau sudah begitu untuk kembali ke "track" susah lagi. Dulu sekali, saya pernah berhenti menulis sampai hampir 7 tahun. Tapi dulu itu saya menulis just "senang" sih ya. Jadi motivasinya juga ga besar. Sekarang saya menulis ada "missi-nyalah" gitu. Jadi punya "bahan" juga untuk melawan tiap "penghalang". Termasuk kemalasan.

Wednesday, January 31, 2007

Wednesday's Games Idea - 29


Serupa Dengan Dunia

Jumlah peserta : kelompok sedang sampai besar
Waktu yang dibutuhkan : 15 – 30 menit
Bahan yang dibutuhkan : 21 butir telur ayam atau telur puyuh (bisa juga yang terbuat dari plastik), tempat telur (baskom atau keranjang)
Aturan Permainan :
Isilah ke 20 biji telur ayam atau telur puyuh tersebut dalam kerajnang/tempat telur. Minta 10 orang peserta untuk berpartisipasi. Ajak mereka keluar ruangan sejenak. Kemudian secara bergilir, panggillah mereka masuk. Satu persatu. Mintalah untuk menghitung berapa banyak telur yang ada dalam tempat tersebut. Beri waktu paling banyak 10 detik. Sampai orang kesembilan. Sebelum memanggil orang yang kesepuluh, tambahkan ke dalam keranjang atau baskom itu sebutir telur lagi, hingga jumlahnya menjadi 21 biji. Kemudian minta orang kesepuluh itu menghitungnya dengan waktu 15 detik. Setelah itu, mintalah setiap orang, dari yang pertama sampai yang ke-10 untuk mengatakan, berapa jumlah telur yang mereka hitung tadi. Sembilan orang pertama pasti akan mengatakan jumlahnya 20 butir. Apakah orang ke-10 akan terpengaruh dengan jawaban kelompok mayoritas?
Tujuan Permainan :
Dalam kerjasama kelompok, suara mayoritas benar harus dihormati. Memang kerap putusan dan pilihan seseorang, dipengaruhi kuat oleh lingkungannya. Tapi bukan berarti hanya karena didukung suara terbanyak, maka kebenaran bisa dibengkokkan. Dalam setiap hal, kalau ya, katakanlah ya. Kalau tidak, katakan tidak. Tidak ada kompromi dalam hal kebenaran.

Tuesday, January 30, 2007

Catatan Harian

Day - 61

Selasa, 30 Januari 2007 -- Pagi berdua Dewi nengok temen di Gleneagles. Ia lagi kemo. Kita masuk ke ruangan kemonya. Baru tahu kalau kemo tuh gitu. Sore berenang sama Kezia dan Karen. Sudah lama sekali kita ga berenang. Selain memang cuaca lagi dingin. Sayanya juga repot terus. Malam ada rapat persiapan 25 tahun wedding anniversary teman. Kita janjian ketemu di Starbucks City Hall MRT. Beberapa teman kerja di daerah dekat sana.

Saya lagi demen sama youtube.com. Konon itu dulunya situs pribadi. Banyak peminat. Lalu dibeli sama google. Pemiliknya mendadak kaya raya tuh. Awalnya sih dikasih tahu teman. Ternyata oke. Bisa akses aneka macam klip video. Tinggal search kategori yang kita mau. Misalnya blooper sport atau funny cartoon. Ada juga klip-klip lucu dari acara televisi. Kayak Just for Laughs Gags dan Candid Camera.

Just for Laughs Gags dan Candid Camera tuh acara televisi yang isinya goda-godain orang. Orang dikagetin. Dikerjain. Digodain. Kadang menurut saya keterlaluan. Kayak yang ini: Di bawah pintu masuk supermarket dipasangin kipas angin. Pas ada wanita lewat, kipas angin itu dihidupin. Karuan roknya kemana-mana. Padahal ia lagi bawa belanjaan. Terus pengendara mobil tahu-tahu disetop “polisi gadungan”. Dimintain SIM. Padahal cuma untuk dikerjain gitu. Gimana coba kalau ia lagi buru-buru ada urusan penting?

Yang nonton sih bisa tertawa terpingkal-pingkal. Lucu. Tapi orang yang “dikerjain” kan bisa kesal juga. Saya perhatiin, ga di luar negeri ga di Indonesia banyak acara lawakan di televisi yang slapstick. Ga cerdas gitu. Cuma mengeksploitasi "kebodohan dan kesusahan" orang lain. Lucunya justru laku. Orang suka nonton. Semoga itu bukan karena bad-habit manusia. Senang lihat orang lain susah, susah lihat orang lain senang.

Tuesday's Song - 35

Tie A Yellow Ribbon
(Around The Old Oak Tree)
by Tony Orlando and Dawn

I'm comin' home, I've done my time
Now I've got to know what is and isn't mine
If you received my letter telling you I'd soon be free
Then you'll know just what to do
If you still want me
If you still want me
Whoa, tie a yellow ribbon 'round the old oak tree

It's been three long years
Do ya still want me?
If I don't see a ribbon round the old oak tree
I'll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree

Bus driver, please look for me
'cause I couldn't bear to see what I might see
I'm really still in prison
And my love, she holds the key
A simple yellow ribbon's what I need to set me free
I wrote and told her please

Whoa, tie a yellow ribbon round the old oak tree
It's been three long years
Do ya still want me?
If I don't see a ribbon round the old oak tree
I'll stay on the bus
Forget about us
Put the blame on me
If I don't see a yellow ribbon round the old oak tree

Now the whole damned bus is cheerin'
And I can't believe I see
A hundred yellow ribbons round the old oak tree

I'm comin' home

Renungan :
Kisah pengampunan selalu berarti kisah "heroik". Dibutuhkan kekuatan mahahebat; ketegaran, keberanian, dan tentu cinta. Pengampunan itu menyembuhkan. Bahkan juga "menghidupkan". Tidak saja bagi yang menerima. Tapi bagi yang memberi.

Catatan Harian

Day - 62

Senin, 29 Januari 2007 -- Seharian di rumah. Libur. Beres-beres. Main game boy :). On-line internet. Lihat klip-klip lucu di youtube.com. Baca situs-situs berita seputar Indonesia. Siang ada teman sekeluarga main ke rumah. Ngobrol sampai agak sore. Malam kita ke library di West Mall. Pinjem buku buat Kezia dan Karen. Imlek masih sekitar setengah bulan. Tapi suasananya sudah sangat terasa. Aksesoris. Makanan. Dominasi warna merah.

Berita tentang Indonesia bagai cerita roman: Tak putus dirundung malang. Musibah di darat, laut dan udara. Poso "berdarah" lagi. Flu burung. Ratusan peternak unggas merugi. Banyak unggas terpaksa dimusnahkan. Para pedagang ayam "menjerit". Orang pada takut makan ayam. Lalu wabah demam berdarah. Di tengah "gonjang-ganjing" begitu, ehh malah muncul PP Nomor 37. Tentang kenaikan tunjangan anggota dewan. Sigh!

Belum lagi soal penegakan hukum. Ampun deh. Kebenaran dan keadilan jadi relatif. Bukannya berpihak pada yang benar, tapi pada yang bayar. Uang jadi “panglima”. Semua-semua UUD. Ujung-ujungnya duit. Cilakanya itu terjadi di semua jenjang. Dari tingkat rendah sampai tingkat tinggi. Bahkan mass-media kerap ikut pula "bermain keruh". Rakyat biasa jadi korban. Mereka yang ga punya uang atau akses ke petinggi. Walau mereka ga bersalah. Sigh!

Jadi ingat kata-kata Nabi Habakuk: "Berapa lama lagi, TUHAN, aku berteriak, tetapi tidak Kaudengar, aku berseru kepada-Mu: "Penindasan!" tetapi tidak Kautolong? Mengapa Engkau memperlihatkan kepadaku kejahatan, sehingga aku memandang kelaliman? Ya, aniaya dan kekerasan ada di depan mataku; perbantahan dan pertikaian terjadi. Itulah sebabnya hukum kehilangan kekuatannya dan tidak pernah muncul keadilan, sebab orang fasik mengepung orang benar; itulah sebabnya keadilan muncul terbalik." Sigh!

Monday, January 29, 2007

I Like Monday - 19


Inspiring Singapore
Extraordinary Nun


Venerable Ho Yuen Hoe pertama kali datang ke Singapore ketika berusia 27 tahun. Ia bekerja sebagai penata rambut. Menjadi orang tua tunggal dengan mengadopsi enam puteri. Ia menunggu hingga mereka dewasa, kemudian mengabdikan hidupnya sebagai seorang biarawati buddha. Bekerja menolong orang lain. Ia merawat seorang wanita Samsui yang miskin papa. Pada usia 44 tahun, ia berhasil membeli sebidang tanah. Ketika pertama kali membangun rumah singgah bagi wanita Samsui, ia mengerjakan segala sesuatunya sendiri. Memasak, membersihkan, memberi makan, memandikan, merawat, mengantar mereka ke dokter, dan lain-lain. Karyanya baru diketahui orang saat ia muncul di acara TV pada tahun 1996, saat ia telah berusia 88 tahun. Ia meninggal pada usia 97 tahun pada tanggal 11 Januari 2006. Ia adalah pendiri Man Fut Tong Nursing Home. Setahun setelah kematiannya, diadakan pengumpulan dana untuk pengembangan Man Fut Tong Nursing Home. Rencananya Nursing Home ini akan merawat 232 orang, sebagian besar hanya mampu berbaring di tempat tidurnya.* Banyak karya besar yang dikerjakan dalam “diam”. Tanpa publikasi. Tanpa tujuan mencari kemasyuran diri. Hanya keinginan besar untuk memberi. Sesuatu yang pasti tidak akan sia-sia. Karena sebuah pekerjaan baik. Dengan tujuan baik. Pada akhirnya harumnya akan merebak ke segala penjuru. Tak tertahan.

*Source : Channel News Asia, www.mft.org.sg