Saturday, June 24, 2006

Catatan Harian

Day - 281

Hari terakhir retreat. Kami sudah ngerasa akrab dengan anak-anak sekolah minggu. Waktu pulang pun banyak dari mereka yang “gandolin”. Sangat bagus retreat dibikin untuk keluarga. Materi dan metode dirancang untuk keluarga. Biasanya kan kalo retreat itu terpisah-pisah. Retreat pemuda, retreat remaja, retreat anak-anak. Tanpa sadar gereja bisa ikut andil “memecah” keluarga loh.

Kalo retreat keluarga, jadinya keluarga utuh ikut. Acara-acara pembinaan dipisah sih, tapi secara umum satu keluarga bareng-bareng gitu. Ada beberapa anak yang menulis kesannya senang dengan retreat ini karena bisa kumpul dengan ayah, ibu dan adiknya. Biasanya jarang, paling cuma sabtu dan minggu. Itupun sebentar katanya.

Pulang sesudah makan siang. Dari Cimacan sampai perempatan Ciawi.macet. Bener-bener deh. Saya suka heran kalo mikirin macet. Jadi boros BBM kan.Padahal sebetulnya akarnya kadang simple. Pasar di pinggir jalan dan kendaraan umum ga tertib. Apa yang sebetulnya sepele bisa jadi masalah besar kalo ga ditangani. Aparat pemerintah juga cuek sih. Baru kalo udah kritis, semua ribut. Kayak sampah yang numpuk di Bandung tuh. Kalo ga kritis pemda tenang-tenang saja kan.

Pulang ke rumah tiba-tiba kangen banget sama Kezia dan Karen. Saya lihat-lihat foto mereka di HP. Duh. Rasanya pengen memeluk mereka. Biasa kalo bepergian nginap saya selalu telpon. Kali ini saya cuma SMS-an dengan Dewi. Saya ga tahan jadi telpon deh. Seumur-umur saya belum pernah telpon ke luar negeri. Jadi tanya-tanya dulu teman. Pindah ke Singapore membuat saya harus belajar lagi hidup. Semoga bisa smooth.

2 comments:

Anonymous said...

kenapa kamu cuma pengen memeluk kezia dan karen, malahan tidak ingin memeluk Dewi? *sigh*

ayub yahya said...

karena dengan dewi saya terus intens sms-an :)