Wednesday, July 18, 2007

Cerita Hari Ini - 010


Sekolah



Siang-siang kalau naik bis, saya sering ngelihat anak sekolah yang ketiduran di bis. Biasanya anak primary (SD) atau secondary (SMP). Kelihatannya capek banget. Saya suka kasihan saja. Kayaknya sekolah tuh berat sekaleee. Dulu saya sekolah rasanya "asyik-asyik" saja. Mungkin karena sekolah di kampung juga sih ya.

Sekolah sekarang makin "favorit" makin berat pelajarannya. Kalau di Indonesia makin mahal pula biayanya. Di sini mendinglah, biaya sekolah ga mahal. Kezia cuma 14 $ per bulan. Tapi karena kita termasuk orang asing, jadi dua tahun sekali bayar 1000 $. Yang permanent resident sih cuma bayar biaya bulanannya.

Selama ini saya punya keyakinan sekolah bukan sesuatu yang "penting-penting amat" gitu. Orang yang gagal di sekolah, ga lantas gagal pula dalam hidupnya. Malah ga sedikit yang lebih sukses. Tapi dalam konteks Singapore rasanya saya harus mengoreksi keyakinan saya itu. Di sini persaingan meraih masa depan sudah dimulai di sekolah.

Malam janji ketemu teman di Lucky Plaza.
Ia pendeta dari surabaya. Di sini sedang ngikutin training Hagai Institute. Kita terus makan sop buntut di restoran Melayu India Al-Azhar di Bukit Timah. Ia bilang, mantab, rek :). Pulang hujan deras. Padahal tadi siang matahari terik banget. Sampai jam 7 malam semburatnya masih kelihatan di atap rumah.

1 comment:

Anonymous said...

setuju...tapi liat dulu kondisinya...boleh minta alamat hagai institute?perlu sekali nih?