Saturday, February 17, 2007

Chinese Tradition - 03


Sejarah Kue Keberuntungan
Chinese Tradition. Rubrik rutin dalam rangka menyambut Chinese New Year


Masih terjadi perdebatan siapa sebenarnya yang membuat Kue Keberuntungan (Fortune Cookies) pertama kali. Konon kue keberuntungan pertama tiba di China pada tahun 1892. Diimport dari Brooklyn dan diiklankan sebagai "Kue keberuntungan buatan Amerika". Tapi ada juga yang punya kisah bahwa kue keberuntungan adalah andil dari David Jung, seorang imigran China yang tinggal di Los Angeles. Ia adalah pendiri Hong Kong Noodle Company. Ia menemukan kue tersebut pada tahun 1918 ketika merasa tergerak dengan orang-orang yang miskin yang meminta-minta padanya. Ia kemudian membuat kue tersebut dan membagikannya. Di dalam kue tersebut diselipkannya kerta berisi kata-kata inspirasional dari Alkitab yang ditulis oleh seorang Pendeta Presbyterian.

Kisah lain, kue tersebut ditemukan oleh seorang Jepang yang tinggal di San Fransisco, Makoto Hagiwara. Ia adalah seorang tukang taman yang mendesain Japanese Tea Garden yang terkenal itu di taman Golden Gate. Seorang walikota anti Jepang memecatnya. Tapi walikota berikutnya mempekerjakannya kembali. Sebagai rasa terima kasih dan penghargaan kepada semua orang yang telah mendukungnya, Hagiwara membuat kue-kue tersebut pada tahun 1914. Di dalamnya diselipkan kata-kata ucapan terima kasih. Dan dibagikannya di Japanese Tea Garden. Pada tahun 1915, itu dipamerkan di Panama-Pacific Exhibition, di San Fransisco.

Kue keberuntungan mulai populer di restoran-restoran di daratan China sebagai pengganti makanan penutup setelah Perang Dunia II. Awalnya dibuat dengan menggunakan bantuan sumpit. Kemudian tahun 1964, Edward Louie dari San Fransisco Lotus Fortune Cookies membuatnya dengan menggunakan peralatan mesin otomatis. Saat ini produsen Kue Keberuntungan terbesar di dunia adalah Wonton Food Inc, Long Island City. Setiap bulan mereka mengapalkan Kue Keberuntungan sebanyak 60 juta.

Ayah's Point of View :
Kemasan boleh punya berbagai nama dan bentuk. Yang penting adalah makna di balik kemasan itu. Sehingga kita tidak memaku diri dan perhatian pada kemasan semata. Dan lupa bahwa kerap kemasan tidak sepenting makna yang ada di baliknya.

Friday, February 16, 2007

Catatan Harian

Day - 44

Jumat, 16 Februari 2007 -- Siang pimpin persekutuan Komisi Wanita. Berdua Dewi. Ini pertama kali kita mimpin acara berdua. Temanya memang pas dibawakan berdua. Tulang Rusuk. Jadi sekalian sharing gitu. Bagus juga idenya. Intinya "status" tulang rusuk bukan sesuatu yang statis. Sudah dapat sudah. Tapi harus dipelihara. Dijaga. Kerap dengan perjuangan yang tidak mudah.

Di acara itu dibagikan Info Agape. Buletin Komisi Wanita GPBB. Terbit tiga bulan sekali. Sudah edisi ke 14. Dari beberapa buletin yang pernah saya baca selama di sini, Info Agape edisi ini bisa dibilang yang terbaik. Isinya sederhana. Namun sangat menguatkan. Baik artikel mapun sharing-sharingnya. Penyajiannya interesan.

Dalam rubrik sharing memuat beberapa kesaksian menarik: Ketika Tuhan menghendaki aku pergi ke tempat yang tidak kusukai, Ketika hartaku habis dalam sekejap, Ketika detak jantung janin dalam kanduganku berhenti, Ketika dokter memvonis aku kanker, Ketika Tuhan memanggil anakku. Kisah-kisah menyentuh dari para Ibu yang telah melewati saat-saat sulit itu. Good.

Yang mau diangkat dalam buletin itu adalah bahwa hidup ga selalu berjalan mulus. Ada saatnya yang kita ga harapkan malah yang terjadi. Saya jadi ingat Victor Frankle, pencetus teori logoterapi. Bukan soal apa yang kita hadapi. Suka maupun duka. Berat ataupun ringan. Tapi yang penting adalah bagaimana kita memaknai setiap kejadian tersebut.

Chinese Tradition - 02


Sejarah Sumpit
Chinese Tradition. Rubrik rutin dalam rangka menyambut Chinese New Year

Beberapa negara Asia seperti China, Jepang, Korean dan Vietnam, orang makan menggunakan sumpit. Sumpit adalah dua kayu panjang, tipis dan agak runcing. Biasanya terbuat dari bambu, plastik, porselen, tulang bintang, dan lain-lain.

Orang China sudah menggunakan sumpit selama lebih dari 5.000 tahun. Orang memasak makanan dalam belanga besar,dan menggunakan ranting untuk membersihkannya. Waktu berlalu, populasi bertambah,orang mulai menggunakan kayu dan memecah makanan menjadi potongan kecil supaya lebih mudah memasaknya. Bagian kecil dari makanan bisa dimakan tanpa menggunakan pisau dan ranting kemudian berubah menjadi sumpit sebagaimana yang dikenal sekarang.

Orang percaya bahwa Confucius yang hidup kurang lebih pada tahun 551 sampai 479 SM merupakan salah seorang yang berpengaruh dalam pengembangan sumpit. Ia percaya bahwa menggunakan pisau mengingatkan orang pada rumah potong dan terlalu berbahaya jika digunakan di meja makan. Confucius adalah seorang vegetarian.

Ayah’s Point of View :
Teknologi boleh berkembang dengan sangat pesat. Namun kerap banyak hal sederhana di masa lalu yang masih layak dipertahankan. Dilestarikan dan dikembangkan.

Thursday, February 15, 2007

Catatan Harian

Day - 45

Kamis, 15 Februari 2007 -- Tadi di taxi saya lihat ada majalah di kantong kursinya. Singapore Tatler. Iseng saya baca. Saya lihat isinya sebagian besar tentang pesta ini itu. Juga foto-foto para tamunya. Katanya itu majalah bergengsi. Majalah kaum socialite. Para pesohor. Orang akan merasa "bangga" kalau "masuk" ke majalah itu. Ada di hampir semua negara Asia. Di Indonesia juga ada. Indonesia Tatler.

Ada rubrik khusus menampilkan wanita yang mengenakan busana merek ternama. Karya perancang dunia. Konon harga bajunya bisa sampai puluhan bahkan ratusan juta. Sebiji! Astaganaga! Ga ngerti saya. Koq ada orang yang mau membeli baju semahal itu. Piuhh. Begitulah orang kalau sudah kelebihan uang. Ga tahu mau dikemanain. Kalau separuhnya saja dipakai untuk nyekolahin anak-anak miskin misalnya. Akan lebih produktif.

Apalah arti outer beauty tanpa diimbangi inner beauty? Kecantikan fisik hanya sebatas kulit. Dan busana adalah pelengkap. Jadi ingat Lady Diana. Ia cantik, kaya raya, dan populer. Tapi yang membuat ia "berada" di hati banyak adalah karya "kemanusiaannya". Bukan kecantikan atau pun kekayaan dan popularitasnya. Kalau untuk hal-hal itu sih, banyaklah wanita yang lebih dari Diana. Mereka toh "hilang ditelan masa".

Sore hujan deras. Malam ada persekutuan doa jemaat. Diawali buka puasa bersama. Pulang kongkow dengan beberapa teman GSM. Bicarain retreat GSM. Sampai bulan Juni nanti rencananya ada tiga retreat. GSM, Pemuda, dan Remaja. Di sini tuh yang susah nyari tempat retreat-nya. Kembali saya tersadar betapa kayanya Indonesia hehehe.

Chinese Tradition - 01


Keberuntungan
Chinese Tradition. Rubrik Rutin dalam rangka menyambut Chinese New Year.

Karakter/huruf Chinese biasanya memiliki lebih dari satu makna. Berikut adalah sepuluh karakter/huruf yang bermakna keberuntungan. (Digunakan juga Pinyin, sistem ejaan Chinese untuk karakternya)

Fu – Blessing, Good Fortune, Good Luck (Keberuntungan)
Salah satu huruf/karakter Chinese yang popular. Sering ditaruh/digantung di depan pintu secara terbalik. Maknanya “keberuntungan datang” karena huruf/karakter Chinese untuk “terbalik” bunyinya sama dengan huruf/karakter “datang”

Lu – Prosperity (Kemakmuran)
Biasanya berarti gaji pemerintah di jaman feodal China. Fengshui dipercaya sebagai cara untuk mencapai kesehatan, kemakmuran dan kebahagiaan.

Shou – Longevity (Panjang Umur)
Juga bermakna hidup, umur atau ulang tahun

Xi – Happiness (Kebahagiaan)
“Double Happiness” sering digunakan untuk pernikahan Chinese.

Cai – Wealth, Money (Kekayaan, Uang)
Tradisi Chinese percaya bahwa uang sanggup membuat setan memutar batu gerinda. Maknanya bahwa uang sanggup melakukan banyak hal.

He – Harmonius (Harmonis)
“Harmoni antar manusia” adalah hal yang penting dalam budaya China. Ketika kita memiliki hubungan yang harmonis dengan orang lain, segalanya akan lebih mudah.

Ai – Love, Affection (Cinta, Sayang)
Tidak usah dijelaskan lebih lanjut tentang ini.

Mei – Beautiful, Pretty (Indah, Cantik)
Dalam bentuk singkat Amerika Serikat disebut Mei Guo. Guo artinya negara.

Ji – Lucky, Auspicious, propitious (Beruntung, Menguntungkan, Mujur)
Semoga semuanya baik-baik saja

De – Virtue, Moral (Kebajikan, Moral)
De bermakna kebajikan, moral, hati, pikiran, dan kebaikan.

Ayah's Point of View :
Hidup tidak sepenuhnya bergantung pada keberuntungan. Hidup juga harus diisi dengan usaha dan perjuangan.

Catatan Harian

Day - 46

Rabu, 14 Februari 2007 -- Saya suka Jambu Bangkok. Yang manis dan mengkal. Tapi saya ga suka bijinya. Dimakan gemelutuk di gigi. Ga enak gitu. Ga dimakan ribet. Tadi ada teman yang ngasih Jambu Bangkok tanpa biji. Seedless guava. Enak. Saya baru tahu ada Jambu Bangkok tanpa biji :). Berkat rekayasa genetika. Teknologi manusia makin canggih. Tidak saja dalam hal perangkat kerasnya, tapi perangkat lunaknya.

Mulai dari alat rumah tangga, sampai barang elektronika. Mulai dari bom nuklir, sampai rekayasa genetika. Tentang rekasaya genetika manusia bahkan melangkah makin jauh. Awalnya diterapkan pada tumbuhan. Yang paling sederhana kayak sistim stek. Terus makin canggih. Benih dipisahkan di laboratorium. Dicampur ini dan itu. Disilang begini dan begitu. Tujuannya untuk menciptakan "hasil yang lebih potensial”.

Lalu merambah ke hewan. Kayak Dolly, domba kloning pertama. Kloning loh. Bukan kelonin :). Gimana nanti kalau diterapkan ke manusia coba?! Bayangkan kalau misalnya, bayi yang lahir bisa dibikin jadi super cakep, berotak super jenius, bertubuh super tangguh. Konon sekarang jenis kelamin bayi sudah bisa dipesan loh. Jangan-jangan kelak orang jahat dan orang baik bisa dibikin juga. Ckckck.

Imajinasi manusia ga bisa dianggap remeh. Manusia mutan dan perang luar angkasa kayak di film-film futuristsik suatu saat bisa saja kejadian. Dulu manusia ke bulan tuh hanya imajinasi. Sekarang terbukti kan. Terlepas dari segala kontroversi, keingintahuan manusia di satu sisi ada baiknyalah. Tapi kalau ga hati-hati, bisa membawa petaka. Terutama bila ga dibarengin dengan kemampuan untuk mengendalikannya. Btw, met Valentine. Today and everyday!

Wednesday, February 14, 2007

Bicara Cinta - 14

Love is in the air
Love is Act
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine


Cinta hadir dalam tindakan.

Tidak ada kata yang bisa secara utuh mengungkap realitas cinta.
Kita akan selalu kehabisan kata-kata untuk diucapkan.
Sebagaimana tidak ada lukisan yang bisa menggambarkan cinta.
Kita akan selalu kehabisan warna untuk dituangkan.

Cinta terdengar, pun dalam keheningan;
terlihat, pun dalam pekatnya malam
Tapi ia makin kuat tergaung lewat tindakan.

Ketika kau memberi tanganmu menopang tangannya.
Ketika kau memberi kakimu berjuang untuknya.
Ketika kau memberi senyummu hangatkan dukanya.
Ketika kau memberi hatimu membalut luka hatinya. (AYA)

Catatan Harian

Day - 47

Selasa, 13 Februari 2007 -- Siang pimpin persekutuan Komisi Wanita GPO. Bahan dari The Purpose Driven Life. Buku yang ditulis oleh Rick Warren itu pernah begitu populer. Konon sudah terjual 30 juta copy lebih di seluruh dunia. Termasuk 1 diantara 100 buku paling berpengaruh sepanjang abad. Di Indonesia dalam satu tahun saja 2004-2005 sudah dicetak 10 kali. Banyak gereja yang memakainya sebagai bahan pembinaan jemaat.

Dari buku itu Warren mendapat royalti sangat besar. Tapi ia tetap sederhana. Low profile. Ia menyumbangkan sebagian royaltinya untuk badan-badan missi dan sosial di banyak negera. Terutama negera miskin. Ia kembalikan semua “gaji” yang diterimanya selama melayani di Saddleback Church, California, gereja yang didirikannya. Warren adalah contoh orang yang ga dimabukkan uang dan ketenaran.

Tadi masih bahas bab awal. Bahwa hidup tuh harus punya tujuan. Hidup tanpa tujuan adalah hidup yang hampa. Ga bermakna. Tujuan bukan dari sudut pandang kita, tapi sudut pandang Tuhan. Untuk tujuan apa Tuhan menciptakan kita. Setiap kehidupan adalah prakarsa Tuhan. Ga ada kehidupan yang kebetulan. Dan Tuhan pasti punya mission untuk setiap kehidupan di dunia ini.

Dua hari ini ga tahu kenapa saya malas banget makan. Aneh deh. Kemarin pagi ga makan. Siang cuma dua potong pizza sisa Kezia. Malam dua potong goreng pisang di Family Fellowship. Tadi pun begitu. Pagi makan satu siomay dan satu tahu. Siang ga makan. Baru makan “benar” tuh di acara ramah tamah selesai acara Komisi Wanita GPO. Lalu ga makan lagi. Laper sih. Cuma ya malas saja gitu.

Tuesday, February 13, 2007

Bicara Cinta - 13

Love is in the air...
12 Sign of Falling in Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine


12. Kau akan membaca suratnya/email-nya/SMS darinya berulang kali

11. Kau akan berjalan sangat sangat pelan ketika sedang bersamanya

10. Kau akan selalau tersipu ketika ada di dekatnya

9. Ketika memikirkannya, jantungmu berdegup lebih kencang

8. Ketika mendengar suaranya, kau bisa tersenyum sendiri tanpa alasan

7. Ketika memandangnya, kau tidak bisa melihat orang lain selain dirinya

6. Kau akan mulai suka mendengar lagu-lagu romantis

5. Kau hanya memikirkannya setiap saat

4. Kau akan merasa melambung mencium wangi tubuhnya

3. Kau menyadari bahwa kau selalu tersenyum ketika memikirkannya

2. Kau akan melakukan segalanya untuknya

1. Ketika membaca ini, hanya ada satu orang yang terlintas di pikiranmu
(taken from internet, author unknown)

Ayah Bicara Cinta:
Yang penting bukan jatuh cintanya. Tapi bagaimana kita bisa berdiri atas nama cinta.

Catatan Harian

Day - 48

Senin, 12 Februari 2007 -- David Beckham nyetak gol buat Real Madrid. Gol itu bermakna sangat dalam. Sejak keputusannya pindah klub ke Los Angeles Galaxy, Amerika, musim depan, Beckh banyak menuai kecamaan dari para petinggi Real. Pelatih Cappello bahkan memaklumatkan ga akan memainkannya lagi. Tapi prestasi Real anjlok. Kalah melulu. Puncaknya di kandang sendiri dihancurkan klub papan bawah Lavente 0-1.

Capello didesak kanan kiri untuk memainkan kembali Beckh. Sang Don ga berdaya. Beckh main. Dan cetak gol. Ditambah gol Nistelrooy, Real menang atas Sociedad 2-1. Karier Capello pun selamat. Menurut "kabar angin" kalau Real sampai kalah lagi, kemungkinan besar Cappello bakal dipecat. Koran Italia memberi judul menarik di headline-nya: “Bechkam penyelamat eksekutornya.”

Saya ga gitu suka Beckh. Menurut saya ia terlalu modis untuk seorang pemain bola. Tapi sikap profesionalnya patut diacungi jempol. Ia tetap ikut latihan walau dikucilkan. Ga ngambek. Sekali lagi ia menunjukkan kedewasaannya. Dulu ia pernah dimusuhi fans Inggris. Disebut idiot. Gara-gara kartu merah yang diterimanya di Piala Dunia. Tapi ia ga patah arang. Kemudian ia malah jadi kapten kesebelasan Inggris. Di balik kepahitan hidup ga jarang tersimpan intan berlian. Kuncinya tegar dan teguh. Good, Beckh.

Siang dengan Dewi belanja keperluan sehari-hari. Agak banyak. Persiapan sinsia. Di sini sincia toko pada tutup. Kayak lebaran di Indonesia. Saya ingat waktu kuliah dulu di Jogja. Lebaran warung makan pada tutup. Empat hari makan supermi :). Malam Family Fellowship daerah Thompson. Sampai jam 11 lebih. Pulang naik MRT dari stasiun Yio Chu Kang. Sepi banget. Ada kali 3-4 orang. Tapi rasanya aman saja gitu. Ini kelebihan di sini. Sampai rumah hampir jam 12.

Monday, February 12, 2007

Bicara Cinta - 12

Love is in the air...
Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine


Cinta tidak pernah dapat didefinisikan dengan tuntas. Bahasa manusia terlalu terbatas untuk mengungkap realitas cinta. Tetapi itu baik. Dengan begitu manusia akan selalu merindukan dan membicarakannya. Tuhan rupanya begitu menyayangi cinta, sehingga Dia memberi selubung misteri kepadanya. Sebab kalau tidak, segera manusia memahami arti cinta sedalam-dalamnya dan sejelas-jelasnya, segera pula manusia akan melupakannya dan membuangnya.

Manusia adalah mahluk pembosan, tetapi ia juga punya kecenderungan untuk selalu penasaran dengan segala hal yang bernilai misteri. Banyak kisah dalam dunia ini yang tetap hidup dibenak banyak orang justru karena itu belum terungkap tuntas. Kematian Putri Diana, Bruce Lee, Marlyn Monroe dan John F. Kennedy adalah beberapa contoh. Cinta juga demikian, sebagai sebuah makna ia yang akan terus hidup dalam benak dan sanubari setiap orang.

Akan tetapi cinta memang bukan soal definisi. Cinta adalah praksis; kontemplasi dan aksi, perenungan dan perbuatan. Dan kadang-kadang itu melampaui akal. Tuhan Yesus pernah merasakan cinta sedemikian. Kejadiannya di Betania, seminggu menjelang penyaliban-Nya. Seorang wanita, Injil Yohanes mencatat namanya Maria, saudara Lazarus yang Dia bangkitkan dari kematian, mengurapi-Nya dengan sekitar setengah liter minyak narwastu murni yang mahal harganya. Tidak hanya sampai di situ, wanita itu juga kemudian menyeka kaki Tuhan Yesus dengan rambutnya.

Demi meraih perhatian dan popularitas ala politisi? Bukan. Itu spontanitas yang keluar dari hati yang mencintai. Sebab di sana tidak ada tuntutan, tidak ada perhitungan untung-rugi, juga tidak ada dinding gengsi dan kebanggaan diri yang menghalangi. Yang ada adalah keinginan untuk memberi sesuatu yang terbaik dari yang dimiliki. Hanya itu. Cinta selalu tidak bersyarat, tidak berpamrih. Dan cinta juga tidak mengenal harga, bagi cinta tidak ada yang terlalu mahal.

Ada sepasang pemuda pemudi saling mencintai. Mereka sangat miskin, tetapi keduanya memiliki sesuatu yang amat disayangi dan dibanggakannya. Sang wanita memiliki rambut panjang nan indah. Sang pria memiliki sebuah jam emas warisan ayahnya. Ketika hari Natal menjelang keduanya ingin saling memberi hadiah. Hanya saja mereka tidak punya cukup uang. Tanpa saling tahu, sang wanita memotong rambutnya dan menjualnya, sedang sang pria juga menjual jam emasnya. Ketika mereka membuka hadiah masing-masing. Ternyata sang pria membeli sebuah hiasan rambut, dan sang wanita membeli sebuah kotak kecil dari platina tempat menyimpan jam. (AYA – Potret Diri Tanpa Bingkai)

Catatan Harian

Day - 49

Minggu, 11 Februari 2007 -- Di kebaktian tadi diwartakan rencana GPBB membantu korban banjir Jakarta. Fokus pada tahap recovery. Biasanya saat sebuah musibah terjadi banyak kalangan yang spontan terjun membantu. Kadang sumbangan pada tahap ini berlimpah. Ketika musibah berlalu dan tinggal “puing-puing luka”, satu per satu bala bantuan "selesai". Padahal kebutuhan akan bantuan; baik material maupun psikis, pada tahap recovery ini ga jarang justru meningkat.

Langkah awal setelah pewartaan, kita akan hubungi beberapa "kontak" di Jakarta untuk "kenal medan”. Kontak bisa pribadi, bisa lembaga. Lalu dua atau tiga orang dari kita akan berkunjung langsung ke sana. Hasilnya kita laporkan ke Majelis Jemaat. Dari situ baru kita bisa menentukan daerah yang akan kita bantu, dengan cara apa, dan bekerja sama dengan siapa. Setelah itu kita presentasikan ke Jemaat.

Sebetulnya bisa saja semua biaya dari kas Majelis. Tapi sangat baik kalau jemaat dilibatkan juga. Bisa menjadi “pembelajaran spiritual". Bertumbuh melalui semangat memberi. Berdasarkan pengalaman, umumnya warga gereja punya kepedulian besar terhadap orang yang sedang susah. Di banyak gereja mengumpulkan dana untuk proyek sosial biasanya jauh lebih gampang. Asal jelas proyek dan penyalurannya.

Siang setelah kebaktian ikut rapat Tim Panitia Paskah Pelaut dan Maria Marta. Sorenya ada pertemuan keluarga rohani di rumah. Kita ajak beberapa “anak” baru yang belum masuk keluarga rohani. Intinya sih untuk lebih mengakrabkan. Relasi kekeluargaan begini kan penting sekali buat "anak-anak" yang tinggal "di negeri orang". Isi acaranya pun ga formal. Sharing. Ngerujak. Makan. Games. Merayakan yang ulang tahun.

Sunday, February 11, 2007

Bicara Cinta - 11

Love is in the air...
Love vs Like
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Di hadapan orang yang kau cintai, degup jantungmu berdebar lebih kencang
Tapi di hadapan orang yang kau sukai, kamu bahagia

Di hadapan orang yang kau cintai, musim dingin serasa musim semi
Tapi di hadapan orang yang kau sukai, musim dingin terasa indah

Jika kau melihat ke dalam mata orang yang kau cintai, kau memerah
Tapi jika kau melihat di mata orang yang kau sukai, kau tersenyum

Di hadapan orang yang kau cintai, kau tidak dapat mengatakan apa yang ada dalam pikiranmu
Tapi di hadapan orang yang kau sukai, kau bisa

Di hadapan orang yang kau cintai, kau cenderung mudah tersipu
Tapi di hadapan orang yang kau sukai, kau dapat menunjukkan dirimu sendiri

Kemudian orang yang kau cintai muncul di pikiranmu tiap dua menit
Kau tidak dapat melihat langsung ke mata orang yang kau cintai
Tapi kau dapat selalu tersenyum ketika melihat ke dalam mata orang yang kau sukai

Ketika orang yang kau cintai menangis, kau menangis bersamanya
Tapi ketika orang yang kau sukai menangis, kau menghiburnya

Rasa cinta dimulai dari mata
Dan rasa suka dimulai dari telinga

Jadi jika kau berhenti menyukai orang yang pernah kau sukai
Yang perlu kau lakukan adalah menutup telinga

Tapi ketika engkau mencoba menutup mata
Cinta berubah menjadi derai airmata dan tinggal dalam hatimu selamanya

Author Unknown

Ayah Bicara Cinta :
Di hadapan orang yang kau cintai, rasa suka terbesar adalah melihatnya bahagia. Apalagi bisa turut andil membahagiakannya. Sekecil apapun itu.

Catatan Harian

Day - 50

Sabtu, 10 Februari 2007 -- Kezia batuk pilek. Mungkin kecapekan. Belakangan kegiatan ia agak padat. Pagi kita antar ia ke dokter. Sekalian ke pasar juga. Ga apa-apa sih. Dikasih obat biasa. Siang ada baptisan “darurat”. Seorang ibu. Ia tinggal di Batam. Sakitnya sudah parah. Berobat bolak-balik ke sini. Teman-teman dari Komisi Wanita sudah “melayani” ia sejak minggu-minggu lalu.

Terus ke General Hospital. Nengok famili teman yang sakit. Baru datang tadi malam dari Jogja. Seperti biasa. Salah identifikasi dokter. Sad. Awalnya ia ga bisa kencing. Berobat ke salah satu rumah sakit di Jogja. Divonis sakit ini sakit itu. Diobati begini dan begitu. Malah kolaps. Gawat. Ga sadar diri. Akhirnya keluarga memutuskan membawa ia ke sini. Sampai carter pesawat khusus. Langsung masuk ICU.

Salah identifikasi. Salah obat. Salah tindakan. Kasus-kasus begini membuat reputasi dokter dan rumah sakit Indonesia “ga bagus” di mata orang sini. Tentu ga semualah “begitu”. Tapi ga bisa nutup mata juga kan, bahwa kasus “begitu” tuh kerap terjadi. Saya sih cuma kepikir, gimana orang-orang yang ga punya uang. Mereka hanya bisa “terima” kan. Yang punya uang bisa berobat ke luar negeri.

Malam pimpin kebaktian perkawinan 25 tahun di gereja. Baik juga tradisi “peneguhan” kembali janji pekawinan dibikin “sekhusuk” begitu. 10 tahun. 15 tahun. 25 tahun. Dst. Jadi ulang tahun pernikahan tuh ga sakadar dirayakan. Suami-istri diingatkan kembali pada “kasih mereka yang mula-mula” :). Mereka juga bisa melihat “jejak-jejak” kasih dan pemeliharaan Tuhan di masa lalu. Sebagai bekal melangkah ke depan. Good.

Saturday, February 10, 2007

Bicara Cinta - 10

Love is in the air...
Proof on the Rough Time
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta teruji pada saat yang sulit.

Jangan bilang, “Aku mencintaimu”
Sedang kau tidak mau menanggung duka deritanya.

Kau hanya mau menerima yang baik dari ia.
Dan tidak yang buruk.

Kau hanya memikirkan hatimu.
Dan tidak hatinya. (AYA)

Friday, February 09, 2007

Catatan Harian

Day - 51

Jumat, 9 Februari 2007 -- Kabar dari teman di Jakarta. Banjir sudah banyak surut. Yang ngungsi sudah pada kembali ke rumahnya. Aktivitas sudah mulai hidup. Tapi di beberapa ruas jalan genangan air masih agak tinggi. Kendaraan belum bisa lewat. Hujan masih kerap turun. Sesekali deras. Cukup bikin dag dig dug juga. Apalagi ada desas-desus banjir kiriman dari Bogor.

Yang “ga lucu” pasca banjir muncul berita persaingan Gubernur Sutiyoso dan Presiden SBY. Saya baca di situs berita internet. Konon Sutiyoso kan salah satu “calon” dalam pemilihan presiden 2009. Saya ga tahu, apakah ini hanya “kerjaan” wartawan “infotaiment politik”. Atau memang begitulah tipikal elite politik di negeri ini. Bahkan musibah pun jadi komoditi politik. Sad.

Saya suka "ngenes" ngelihat orang yang begitu pengen punya jabatan ini itu. Sampai menghalalkan segala cara. Sejarah membuktikan jabatan yang dikejar-kejar setelah didapat ga jarang malah ngejerumusin. Contoh Joseph Estrada, mantan Presiden Filipina. Ia sudah hidup berkecukupan sebagai mantan aktor. Lalu jadi presiden. Justru jabatan itu yang menghantarkan ia ke penjara kan. Atau Saddam Husein. Andai saja ia memilih jadi orang biasa, sekarang mungkin ia sedang hidup tenang dengan anak cucunya.

Malam dampingi bina pranikah di gereja. Sebagai fasilitator program walau ga pimpin, saya perlu hadir. Gantian dengan teman. Topiknya seputar perbedaan pria dan wanita. Konon pria itu seperti waffer. Sedang wanita seperti spaghetti. Waffer kan berlapis-lapis. Setiap lapis terpisah. Sedang spaghetti nyambung. Wanita biasanya akan menghubungkan setiap kejadian yang dialaminya. Sedang pria, ia bisa memilah-milah. Hidup dari “box” ke “box” lainnya.

Bicara Cinta - 09

Love is in the air...
Love is The Reason
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Robertson McQuilkin adalah rektor di Universitas Internasional Columbia. Ia mengundurkan diri dari kedudukannya itu demi merawat Muriel, istrinya yang mengalami gangguan fungsi otak. Atau alzheimer. Muriel sudah seperti bayi. Ia tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan untuk makan, mandi dan buang airpun ia harus dibantu.

Robertson memutuskan untuk merawat istrinya dengan tangannya sendiri. Baginya Muriel adalah wanita yang sangat istimewa. Pernah suatu kali ia membersihkan lantai bekas ompol Muriel. Tapi di luar kesadaran Muriel malah menyerakkan air seninya sendiri. Robertson kehilangan kendali emosinya. Ia menepis tangan Muriel dan memukul betisnya guna menghentikannya.

Ia sangat menyesali tindakannya itu. "Kenapa pula saya memukulnya. Walau tidak keras, tapi itu cukup mengejutkannya. Selama 44 tahun kami menikah, saya belum pernah menyentuhnya karena marah. Tapi kini di saat ia sangat membutuhkan saya, saya malah memperlakukannya demikian. Ampuni saya, ya Tuhan," katanya dalam hati. Tanpa peduli apakah Muriel mengerti atau tidak, ia pun meminta maaf atas hal yang telah dilakukannya.

Tanggal 14 Februari 1995. Hari istimewa untuk Robertson dan Muriel. Tahun 1948 tanggal itu ia melamar Muriel. Pada hari istimewa itu ia memandikan Muriel. Menyiapkan makan malam dengan menu kesukaan Muriel. Menjelang tidur ia mencium dan menggenggam tangan Muriel dengan erat. Lalu berdoa, "Tuhan yang baik, Engkau mengasihi Muriel lebih dari aku mengasihinya. Jagalah kekasih hatiku ini sepanjang malam dan biarlah ia mendengar nyanyian malaikat-Mu. Amin."

Pagi harinya. Robertson sedang berolahraga dengan sepeda statisnya. Muriel terbangun dari tidurnya. Ia berusaha untuk mengambil posisi yang nyaman. Melempar senyum manis kepada Robertson. Untuk pertama kalinya setelah berbulan-bulan Muriel tidak pernah berbicara, ia memanggil Robertson dengan suara yang lembut dan bening, "Sayangku… Sayangku…."

Robertson terlompat dari sepedanya. Ia segera memeluk wanita yang sangat dikasihinya itu. "Sayangku, kamu benar-benar mencintaiku, bukan?" tanya Muriel. Setelah melihat anggukan dan senyum diwajah Robertson, Muriel berbisik, "Aku bahagia !" Itulah kata-kata terakhir yang diucapkan Muriel kepada Robertson sebelum meninggal. (Source: Unknown)

Ayah Bicara Cinta:
Ternyata cinta itu ada. Cinta sejati itu mengabadikan. Tak kan mati hanya karena jarak, waktu dan keadaan. Tak kan luntur karena dukacita dan airmata. Tak kan lekang karena sakit dan kepedihan. Bahkan cinta sanggup jadi tenaga. Sumber motivasi. Alasan yang tepat untuk bertahan dalam segala kepahitan dan keadaan.

Catatan Harian

Day - 52

Kamis, 8 Februari 2007 -- Kemarin sempet nonton American Idol (AI) di televisi. Masih tahap audisi. Seperti AI yang sudah-sudah pesertanya banyak banget. Sampai tidur di jalanan. Ga sedikit yang "bonek". Bondo nekad. Suara ga karuan ikut juga. Malah ada yang cuma teriak dan "desas-desis". Lucunya waktu juri ga ngelolosin. Mereka marah dan maki-maki juri.

Mungkin mereka terinspirasi "kisah sukses" William Hung. Hung kan sempat bikin heboh tuh. Ia ga bisa nyanyi. Ikut audisi AI. Modal nekad. Nyanyi lagu "She's Bang-nya" Ricky Martin. Kacau balau. Ia pun menuai cercaan para juri. Tapi eh, malah ngundang simpati banyak orang. Dan ditawarin rekaman pula. Hebatnya album pertama ia terjual 195 ribu copy. Masuk Top 10 Apple i-chart. Juga no 3 di Amazon.com. Ia lalu jadi bintang iklan, bintang televisi, dan bintang film.

Rupanya status selebritis tuh begitu memikat. Orang pun rela melakukan apa saja demi mencapainya. Padahal kalau dipikir-pikir, jadi selebritis banyak ga enaknya juga loh. Hidup jadi ga bebas. Terpenjara oleh ketenaran. Banyak kisah selebritis yang merana karena kemasyurannya. Paling enak jadi orang biasalah. Orang lain ke kita juga bisa lebih tulus kan.

Siang kunjungan ke teman-teman pemuda yang kuliah dan bekerja di Nanyang Technological University (NTU). Makan di kantin sambil ngobrol. Banyak pemuda di sini sudah s2. Bahkan s3. Padahal masih muda-muda. Dibawah 25 tahun-lah. Ckckck. Malam ada gladi resik acara silver wedding anniversary teman. Kebaktiannya agak mirip dengan kebaktian pemberkatan dan peneguhan nikah biasa. Good.

Thursday, February 08, 2007

Bicara Cinta - 08

Love is in the air...
You Are Special
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.

Cinta menutupi kekurangan.

Maka, janganlah kita mencintai seseorang karena ia istimewa; entah sifat dan sikapnya, entah juga apa-apa yang dimilikinya. Itu cinta yang berpamrih. Bersyarat dan tidak tulus.


Tetapi jadikanlah seseorang itu istimewa karena kita mencintainya.


Maka, tanamlah cinta; dalam hati, dalam pikiran, dalam langkah. Pupuklah itu. Hidup akan terasa lebih ringan. Dunia akan terasa lebih in
dah.

Dan jiwa kita pun akan merdeka. Sungguh.
(AYA - "Kugapai HadirMu")

Catatan Harian

Day - 53

Rabu, 7 Februari 2007
-- Banjir Jakarta mulai surut. Di beberapa daerah air sudah kering. Kata teman ia dan tetangganya sudah mulai bersih-bersih dan jemur-jemur. Tinggal masalah pasca banjir. Ga ringan juga loh. Rumah kotor dan bau apek. Pintu dan jendela pada macet. Belum barang-barang yang kerendam. Kalau yang kecil-kecil sih oke-lah. Tapi kalau kayak lemari, sofa, ranjang, kulkas, mesin cuci, mobil? Kwakk!

Yang punya uang bisa no problem. Tinggal suruh orang urus ini urus itu. Terima beres. Barang rusak ganti baru. Lha, yang kagak? Ngosh. Belum kalau ditambah sakit. Merananya bisa berminggu-minggu tuh. Ngosh. Ada seorang sosiolog yang bilang, banjir Jakarta bisa nimbulin gejolak sosial. Orang miskin baru dan orang miskin tambah miskin makin banyak.

Tapi sudahlah. Ga usah mikir yang lebih buruk dulu. Mikirin yang buruk-buruk di Indonesia ga habis-habisnya. Yang penting banjir sudah surut. Orang-orang Jakarta bisa bilang, “Selamat tinggal banjir. Sampai jumpa 5 tahun lagi.” Ngosh. Presiden ganti berganti. Gubernur ganti berganti. Toh Jakarta tetap banjir. Jakarta yang malang.

Susahnya hidup di negeri dimana pemerintahnya ngejalanin fungsinya secara leterlek. Memerintah. Ngosh. Rakyat “diperhatikan” hanya waktu kampanye. Setelah itu “dicuekin”. Mau banjir, mau longsor, mau tenggelem di lumpur, mau ngungsi sabodo amat. Sore nengok teman yang melahirkan di Gleneagle. Sama Dewi, Kezia dan Karen. Karen tuh suka banget sama anak kecil. Kalau tidur ia ga bisa lepas dari boneka Winnie The Pooh-nya. Pulang ke rumah jam 9-an.

Wednesday, February 07, 2007

Bicara Cinta - 07

Love is in the air...
Sealed With A Kiss
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Orang Mesir Kuno tidak pernah berciuman dengan menggunakan mulut, melainkan dengan menggunakan hidung.

50% dari orang yang pernah berciuman melakukan ciuman pertamanya sebelum usia 14 tahun.

Rata-rata orang menghabiskan kurang lebih 20,160 menit sepanjang hidupnya.

Ciuman membantu mengurangi pembusukan gigi karena tingginya air liur yang diproduksi membantu membersihkan mulut.

Ketika berciuman seseorang membakar 26 kalori selama satu menit.

Ketika mencium pipi seseorang, kita hanya menggunakan dua otot wajah. Ketika berciuman penuh hasrat, seseorang menggunakan seluruh otot wajahnya dan membakar lebih banyak kalori.

Di dalam otak manusia terdapat saraf khusus yang dapat memberi petunjuk kepada kita untuk dapat menemukan bibir pasangan kita sekalipun berada dalam kegelapan.

Sebuah penelitian menunjukkan bahwa seorang pria yang mencium istrinya pada waktu pagi hari saat akan berangkat kerja memiliki pendapatan yang lebih besar, hidup lima tahun lebih panjang, lebih stabil dan mapan dibandingkan dengan yang tidak melakukannya.

Ayah Bicara Cinta :

Cinta tidak sekadar nafsu sesaat. Romansa buta. Hasrat menggebu sekejap. Eros semata. Dan sesudahnya dingin dan padam. Tapi harus dijaga dan dirawat. Melewati berbagai suka dan duka. Hanya cinta sejati lah yang akan bertahan walau hasrat telah pudar.

Catatan Harian

Day - 54

Selasa, 6 Februari 2007 -- Dapat forward SMS dari teman di Jakarta: Welcome to JAKARTA. Feel the rainy season sensation. JAKARTA's new n on going prestigious project. 200 km2 indoor n outdoor SWIMMING POOL. The biggest in the world. Free of Charge. Contact Mr. SUTIYOSO ;-). Orang Indonesia tuh kreatif. Bahkan dibalik tragedi ia mampu menangkap sisi-sisi komedi. Good.

Bisa jadi ini indikasi, betapa "tahan bantingnya" orang Indonesia. Di mana di dunia ini negara yang terus menerus dibombardir bencana; baik bencana alam maupun bencana akibat kebijakan pemerintah dan perilaku pejabatnya, selain Indonesia? Tapi toh rakyat Indonesia tetap "berdiri"? Ibarat petinju. Dipukulin berkali-kali ga KO-KO. Cuma sempoyongan. Lalu maju lagi.

Atau bisa juga ini indikasi, betapa “dewasanya” orang Indonesia. Konon kan salah satu ciri orang dewasa tuh kemampuan menertawakan kemalangan dan kekurangan diri sendiri. Tanpa menjadi rendah diri atau pun patah hati. Banyak humor lahir dari “keterhimpitan” hidup. Ketika orang ga berdaya. Blank. Ga bisa apa-apa lagi.

Siang ngelawat teman yang sakit. Ia lagi berobat jalan di Gleneagle. Nginep di Treetops di Orange Grove Road. Dekat Orchard. Itu apartemen yang disewain per hari atau borongan satu-dua bulan. Di Surabaya kayak homestay, rumah yang dijadikan "losmen". Treetops oke tempatnya. Tapi harganya juga oke :). Satu kamar tidur dengan ruang tamu dan dapur per hari 350$, Bo! Itu paling murah. Malam ada rapat Tim Missi di gereja.

Tuesday, February 06, 2007

Breaking News


Jakarta Riwayatmu Kini


Kelapa Gading Area on Flood









The Evacuation









The Prayer
Semoga badai segera berlalu. Dan "jejak" yang tertinggal jadi pembelajaran. Tidak saja bagi yang mengalami langsung. Pun bagi yang hanya melihat dan mendengar.

Bicara Cinta - 06

Love is in the air...
The Power of Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta memberi energi yang maha dahsyat.

Seorang istri yang 11 tahun tanpa lelah mendoakan suaminya supaya menerima Tuhan Yesus; apa yang membuatnya bisa bertekun begitu rupa? Cinta!


Seorang ibu yang tanpa kenal menyerah berjuang menghadapi kanker yang mendera tubuhnya demi anak-anaknya yang masih kecil; apa yang membuatnya begitu gigih dan tegar? Cinta!


Ya, cinta kuat seperti maut.


Kalau maut sudah menjemput, tidak ada kekuatan apa pun yang mampu mengelakkannya; mengatakan tidak atau tunggu. Kalau cinta sudah menyapa, rintangan sebesar apa pun tidak akan menggoyahkan langkah, melemahkan tekad.


Cinta adalah daya dorong yang sangat ampuh untuk kita selalu melakukan yang terbaik; menjalani kegetiran tanpa isak, melalui kepedihan tanpa keluh.
(AYA - "Kugapai HadirMu")

Catatan Harian

Day 55

Senin, 5 Februari 2007 - Dapat kiriman foto-foto banjir seputar Kayu Putih dan Kelapa Gading via imel. Parah sekali. Sad. Halaman GKI Kayu Putih air hampir selutut orang dewasa. Jalan Bulevar Kelapa Gading benar-benar seperti sungai besar. Rakit kayu dan perahu karet seliweran. Malah juga jetski. Kebayang orang-orang yang tinggal di sepanjang kali Ciliwung. Pasti lebih parah.

Siang ke Shop n Save di West Mall. Belanja sehari-hari. Di sini tuh saya sering ngelihat orang-orang tua masih bekerja. Diatas 60 tahun. Bahkan diatas 70 tahun. Kalau pria biasanya sopir taxi atau sopir bus. Kalau wanita bekerja di food court. Beresin piring dan gelas. Ada juga yang bersihin toilet di mall. Atau jualan tissue dan ice cream di pinggir jalan.

Kata teman orang-orang tua itu ga semua miskin loh. Banyak dari mereka yang bekerja bukan karena uang. Tapi just untuk cari kegiatan. Supaya ga nganggur. Jadi ga pikun. Merasa berguna. Punya semangat hidup. Good-lah. Kerja apa pun harusnya oke kan. Yang penting halal. Kerja ga melulu identik dengan cari uang. Tapi juga sebagai olah raga, olah otak, olah hati. Cuma ya harus disesuaikan dengan kemampuan fisik juga.

Di Indonesia hampir ga ada orang tua yang bekerja begitu. Bisa karena “gengsi” keluarga. Mana ada kan keluarga kelas menengah yang ngijinin orang tuanya bekerja jadi pembersih toilet di mal atau pelayan restoran. Bisa juga karena lapangan kerja yang sempit. Orang muda yang mau bekerja di sektor itu berebut. Tapi dalam kasus sebaliknya karena kemiskinan, ga jarang malah orang tua yang bekerja melebihi porsinya. Misalya nge-becak.

Monday, February 05, 2007

Bicara Cinta - 05

Love is in the air...
Symbols of Love
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine


Merah : Warna yang diasosiasikan dengan Cinta dan Hasrat

Hati : Dari ajaran Kristiani dipercaya bahwa hati adalah tempat “bersemayam” emosi, terutama cinta/kasih. Gambar hati sering menjadi lambang untuk menggantikan kata “cinta”

Bibir : Digunakan untuk berciuman, sehingga lekat dengan makna “hasrat”. Gambar bibir dengan lipstick merah adalah lambang sesuatu yang di “meterai/segel” dengan cinta.

Hati ditusuk panah : Bocah kupido atau Eros menembakkan sebuah anak panah ke dalam hati dipercaya menyebabkan seseorang jatuh cinta. Ini juga menunjukkan bahwa cinta adalah perasaan yang menyenangkan sekaligus menyakitkan.

Hati yang patah : Sebuah lambang bagi orang yang kehilangan cinta, seringkali merujuk kepada orang yang ditolak cintanya. “Patah hati” seringkali digambarkan sebagai keadaan dimana ada kesedihan dan kepedihan yang luar biasa.

Kupido : Dewa Cinta bangsa Romawi kuno, digambarkan sebagai anak laki-laki yang membawa busur dan anak panah. Dengan itu ia menembak kepada “korbannya” yang mengakibatkan sang korban jatuh cinta.

Rosemary : Lambang kesetiaan dan kenangan

Cincin Kawin : melambangkan hubungan yang permanent, “hingga maut memisahkan”

Mawar : Mawar merah lambang cinta dan hasrat. Mawar putih lambang kemurnian dan kesucian. Mawar kuning lambang kecemburuan dan ketidaksetiaan.

Melati : Wanginya yang khas menjadi symbol Hindu untuk Cinta

Coklat : Sekotak coklat berkonotasi romantis sebagai hadiah bagi sang kekasih. Coklat juga memiliki kandungan zat aprodisiak.
(sumber : http://painting.about.com)

Ayah Bicara Cinta :
Banyak cara untuk melukiskan, menggambarkan, melambangkan cinta. Tapi tak ada yang lebih baik dari apa yang tergambar lewat bahasa tubuh. Tatapan mata penuh kasih. Kata-kata yang menyulut semangat. Dekapan yang berbicara "Aku selalu ada untukmu".

Sunday, February 04, 2007

Catatan Harian

Day - 56

Minggu, 4 Februari 2007 - Jakarta masih banjir. SMS dari teman: "Hr ini di GKI Kaput ga ada kebktian. Hny pkl 8.30 ibdah sngkt utk yg ngungsi. Lihat tayangn TV KG kayak danau. Kwasn elite t'parah kena banjir." SMS dari teman lain: "Kami ga ngungsi kmana2. Bnjr skliling Kaput m'prihtnkn. KG gawat. Keluar rmh mst naik perahu." SMS dari teman lain lagi: "Jkt spt lautan. Apalg KG. Dpn mall sepinggang!" Sad.

Saya mulai akrab dengan KG (Kelapa Gading) tahun 1996-an. Awal saya "masuk" GKI Kaput. Konon dulunya itu rawa-rawa. Lalu berkembang menjadi perumahan mahal dan sentra bisnis kelas "kakap". Bagi saya yang paling mengesankan di KG tuh Gereja St. Yakobus. Tapi itu dulu. Ketika gereja itu masih dikeliling pesawahan luas. Melihatnya terutama sore hari pas matahari mau tenggelam rasanya tentram gitu.

Sekarang pesawahan itu sudah ga ada lagi. Sudah jadi pertokoan dan perumahan. Sad. Saya rasa KG tuh contoh pembangunan yang "salah kaprah". Bisa dibilang setiap petak tanah ga dibiarkan "kosong". Pokoknya jadi duit. Terus bangun. Perkantoran. Perumahan. Apartemen. Mall. Ibarat kelapa, terus diperas. Sampai kering. Modus serupa terjadi di daerah Kayu Putih. Di sana "tanah resapan" makin sempit pula. Begitulah. Demi uang manusia terus "menciderai" alam. Padahal alam pun tentu punya "batas kesabaran".

Siang pimpin kebaktian remaja GPO. Ada sharing dari seorang "alumnus" remaja GPO. Ia sudah pemuda. Mau ngelanjutin studi ke Australia. Intinya ia bersyukur bisa aktif di remaja. Dari awalnya bukan "siapa-siapa", hingga ia "bertumbuh". Good. Gereja memang harus jadi ajang "penggodokan spiritual" jemaatnya kan. Dari remaja terus pimpin renungan di persekutuan Paduan Suara Eklesia. Dilanjutin ramah tamah makan malam.

Bicara Cinta - 04

Love is in the air...
Force Me Not
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta tidak bisa dipaksakan
Entah dengan cara halus, seperti iming-iming dan rayuan;
atau pun dengan cara kasar, seperti desakan dan ancaman.

Dengan cara begitu bisa saja cinta lantas tumbuh.
Tapi biasanya akan seperti buah yang matang dikarbit.
Kelihatannya ranum dari luar. Tapi dalamnya kecut.

Sungguh cinta yang rapuh.
Yang terbaik, biarkan cinta tumbuh secara alamiah.
Tanam benih cinta itu lewat perhatian dan kebaikan.
Sirami dengan kasih sayang dan ketulusan.
Juga dengan kesabaran dan pengertian.
Dan yang juga penting: komitmen.

Niscaya cinta akan tumbuh dengan sehat.
Mungkin tidak serta merta.
Tidak instant.
Tapi percaya deh, karena tumbuhnya sehat,
buahnya pun akan manis sampai ke dalam-dalamnya. (AYA)

Catatan Harian

Day - 57

Sabtu, 3 Februari 2007 -- Banjir Jakarta belum surut. Beberapa daerah malah tambah parah. Hujan memang ga semasif kemarin-kemarin. Tapi banjir "kiriman" dari Bogor makin deras. Saya terus SMS-an dengan beberapa teman. Up date. Cuma ga gitu lancar. Banyak pending-nya. Ada yang masih bertahan di rumahnya. Ada yang sudah ngungsi. Ke gereja. Ke rumah saudara. Ke hotel. Temans, doa saya buat kalian.

Semoga banjir Jakarta menjadi musibah "penutup", dari serangkaian musibah yang terjadi di Indonesia belakangan ini. Stop sampai di sini. Sudah terlalu banyak "air mata" yang jatuh. Dibalik setiap musibah pastilah ada "pesan". Semoga "pesan" itu dapat "ditangkap" oleh semua pihak. Ya, semua pihak. Ga hanya para korban. Dan menjadi pembelajaran berharga untuk hidup lebih baik di masa depan.

Saya percaya di dunia ini ga ada yang kebetulan. Baik kejadian yang dialami langsung maupun kejadian yang hanya dilihat atau didengar. Semua itu adalah bagian dari "sebuah cerita". Satu episode bersambung ke episode berikutnya. Tidakkah hidup ini seperti sebuah "lakon"? Sebuah "drama ilahi"? "Kearifan" adalah ketika kita bisa menjalani skenario yang sudah digariskan oleh "Sang Sutradara Agung" dengan rela dan "legowo".

Siang pimpin kebaktian pemberkatan dan peneguhan nikah. Di sini catatan sipil (solemnization) bisa dilaksanakan dalam kebaktian. Jadi pimpinnya bareng sama teman pendeta yang punya lisence untuk itu. Beberapa bagian kayak janji mempelai, pertukaran cincin, dan penandatangan piagam pernikahan ia yang "bawakan". Lebih praktis sih :). Malam ga ke mana-mana lagi. Besok pimpin kebaktian remaja dan pesekutuan Paduan Suara Eklesia di GPO.

Saturday, February 03, 2007

Bicara Cinta - 03

Love is the air…
Love is Giving
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Para tokoh terkenal dunia menunjukkan bahwa kekayaan dan kemasyuran yang mereka miliki bisa digunakan untuk menebar kasih kepada orang lain :

* Jane Addams, wanita Amerika pertama penerima Nobel Perdamaian - Pendiri Hull House, salah satu rumah singgah pertama di Amerika.
* William Allen (Quaker) - pendiri dan penyumbang berbagai lembaga termasuk 'Schools of Industry' di Lindfield dan Newington Academy for Girls
* Warren Buffett - menyumbangkan dana setara USD$30.7 miliar dari saham Berkshire Hathaway stock kepada Bill and Melinda Gates Foundation dan The Warren Buffet donation
* Andrew Carnegie - menyumbang dana kepada lebih dari 2500 perpustakaan di seluruh dunia. Pendiri The Carnegie Foundation dan The Carnegie Endowment for International Peace.
* Henry Ford - Turut mendirikan Ford Foundation.
* J. Paul Getty - Mendanai pembangunan Getty Villa, Getty Museum yang asli, dan menyumbangkan koleksi benda seninya ke museum itu. Setelah meninggal dunia, ia meninggalkan warisannya untuk Getty Museum, yang kemudian dikembangkan menjadi Getty Center di Los Angeles.
* Paul Mellon - penyumbang utama dalam bidang seni dan pendidikan, dan turut mendirikan Andrew W. Mellon Foundation.
* Linus Pauling - Menyumbangkan waktu dan tenaga serta dana pribadi untuk menyadarkan dunia akan bahaya uji coba senajata nuklir bawah tanah.
* John D. Rockefeller, Jr. - Secara dramatis mengembangkan the Rockefeller Foundation dan Rockefeller University. Ia juga membeli dan menyumbangkan lahan di Manhattan dimana berdiri markas besar United Nations PBB.
* John D. Rockefeller 3rd - Generasi ketiga Rockefeller, seorang philanthropist dan pendiri the Asia Society (1956), the Population Council (1952) dan a reconstituted Japan Society, ia pernah menjadi ketua Rockefeller Foundation selama 20 tahun. Ia mendirikan Rockefeller Public Service Awards di tahun 1958. Diantaranya, ia adalah aktor dibelakang pembangunan landmark Lincoln Center, dibangun antara tahun 1959 dan 1966, di New York City.
* Gary Sinise - Turut mendirikan Operation Iraqi Children.
* Mother Teresa - pendiri Missionaries of Charity. Karyanya kepada kaum miskin di Calcutta membuat namanya dikenal di seluruh dunia
* Romo Mangun Wijaya - Membangun perumahan untuk para tuna wisma di Kali Code, Yogyakarta. Dan mengembangkan sistem pendidikan murah dan bermutu buat masyarakat Kedungombo, Jawa Tengah.
* Lumi - Pendiri Kampus Diakonia Modern, rumah singgah dan pendampingan para gelandangan di Jakarta.
* Venerable Ho Yuen Hoe - Pendiri Man Fut Tong Nursing Home, rumah singgah untuk para wanita miskin papa di Singapore.
* Dan banyak lagi.

Ayah’s Thought of Love :
Cepat atau lambat kita tidak akan ada lagi di dunia ini. "Jejak" apakah yang akan kita tinggalkan? Semoga "jejak cinta". Jejak kecil pun jadilah. Dan tidak perlu menjadi orang besar.

Friday, February 02, 2007

Catatan Harian

Day - 58

Jumat, 2 Februari 2oo7 -- Jakarta Banjir. Duh. Siklus 5 tahunan terulang. Konon lebih parah dari tahun 2002. Beberapa teman SMS up date kondisi. Banjir 5 tahun lalu saya ikut ngalami. Susahnya bukan hanya saat banjirnya, tapi juga berhari-hari setelah banjir surut. Barang pada rusak. Ranjang, lemari, pintu, jendela, sofa. Semua. Rumah kotor dan bau. Walah. Ampun deh. Beresinnya lagi setengah mati. Perbaikannya ga murah.

Banjir di Jakarta tuh "aneh tapi nyata". Setiap kali banjir kan sebetulnya sudah bisa diprediksi. Malah beberapa daerah rutin ngalamin. Tapi koq ya terus terulang. Pemerintah pun seolah ga berdaya. Pasrah. Padahal kerugian yang ditimbulkan ga terhitung. Milyaran. Saya ga tahu, di dunia ini ada ga kota atau negara yang secara rutin ngalami musibah yang sama berulang-ulang gitu. Dan pemerintahnya angkat tangan.

Tapi setiap musibah mesti ada hikmahnya. Saya ingat banjir besar tahun 2002. Orang-orang dari bermacam denominasi gereja, suku, dan agama bahu membahu menolong para korban. Dalam keadaan normal biasanya kan "elu-elu gua-gua". Malah "saingan" gitu. Ketika musibah datang semua perbedaan itu jadi ga penting. Jangan-jangan musibah tuh memang teguran dari Tuhan agar manusia ga "berantem" melulu. Eling. Eling.

Di sini musim hujan kayaknya sudah berlalu. Hujan sudah jarang. Siang diajak lunch sama teman. Sambil ngobrol tentang gereja. Malam pimpin bina pra-nikah. Tentang komunikasi dalam keluarga. Sorenya sempet "ngeganjel" makan buah. Beli buah "ketipu" lagi. Salah sendiri juga sih. Sudah punya pengalaman, buah yang dijual sepaket-sepaket diplastikin tuh biasanya sudah jelek. Masih beli juga. Dapet "getah" deh :).

Bicara Cinta - 02

Love is in the air...
Need No Reason
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


Cinta tidak butuh alasan.

Sama ketika kamu senang Barcelona dan tidak Real Madrid; suka AC Milan dan tidak Inter Milan; suka Brasil dan tidak Argentina.

Kenapa? Entah!
Tidak ada alasan rasional yang bisa menjelaskannya.

Begitu juga cinta.
Kenapa mencintai si A, dan bukan si B?
Entah.

Sepeti dalam cerita silat:
Kenapa Kwee Ceng mencintai Oey Yong dan bukan Gochin Baki, Putri terkasih Jengkhis Khan?
Atau Tio Bu Ki yang mencintai Tio Beng, dan bukan Cio Ci Jiak?
Tidak ada alasan rasional yang bisa menjelaskan.
Tetapi memang, begitulah cinta seharusnya.
Tanpa alasan.
Sebab ketika cinta memiliki alasan, salah-salah itu cinta yang berpamrih.
Selfishlove.

Mencintailah karena mencintai.
Bukan karena ini dan itu. (AYA)

Thursday, February 01, 2007

Catatan Harian

Day - 59

Kamis, 1 Februari 2007 -- Pagi ada pertemuan pendeta dan preacher ORPC di GPO. Acara rutin tiap bulan. Sampai siang. Dapat forward imel dari teman di Jakarta. Tentang orang yang ketipu di Lucky Plaza. Ceritanya tuh orang beli barang elektronika. Dengan janji diskon yang lumayan besar. Bayar pakai kartu kredit. Di-charge penuh. Diskonnya nanti dikembaliin ke kartu kredit ia. Katanya itu prosedur Bank.

Tapi sekembali di Jakarta kembalian diskonnya ternyata ga ada. Ia telepon bolak balik ke toko itu. Ga ditanggapi. Malah di-pingpong. Ia pun mengadu ke Singapore Tourism Board (STB). Mereka bantu ngurus. Pihak toko akhirnya mau ngasih ganti rugi. Tapi ga semua. Pihak STB lalu nyaranin ia supaya ngajuin klaim lanjutan ke Small Claim Tribunal (SCT). Kayak YLKI kalau di Indonesia. Tapi agak repot. Mesti ikut persidangan segala.

Saya tanya ke beberapa teman di sini. Katanya memang begitu. Di Lucky Plaza, juga di Sim Lim, suka ada pedagang "nakal". Terutama kepada turis. Sasaran empuk. Untung di sini hukumnya "jalan". Jadi kalau ngalamin yang gitu-gitu laporin saja. Cuma ya repot kan. Kasihan pedagang yang "lurus", jadi ikut-ikut "tercoreng". Di mana-mana koq ada saja orang yang cari makan dengan cara nyusahin orang lain. Aneh.

Malam ke rumah teman. Acara farewell. Ia mau studi lanjut ke Australia. Ia tuh banyak sekali bantu kami. Terutama saat Kezia dan Karen kesulitan penyesuaian bahasa. Ia rutin datang ke rumah ngajarin bahasa Inggris. Kita terus makan di House of Sundanese Food di Great World City. Mottonya lucu: "Make your tongue dance". Suasananya kayak "Sari Kuring". Hehehe. Selama di sini baru pertama kali makan di restoran Sunda. Baca di internet Jakarta mulai banjir. Duh.

Bicara Cinta - 01

Love is in the air…
Say : “I Love You”
Bicara Cinta. Rubrik rutin dalam rangka menyambut hari Valentine.


"I Love You" adalah tiga kata yang bermakna ribuan kata. Terucap maupun tidak terucap. Seluruh bangsa di dunia punya caranya sendiri untuk mengungkapkan cinta melalui kata-kata :

Afrikans : ek het jou lief / ek's lief vir jou
Albanian : të dua
Arabic : ana uħibbuk (buat pria) - ana baħibbik (buat wanita)
Belarusian : ja ćjabe kakhaju
Bulgarian : običam te
Chinese : ngóh oi néih (Cantonese); ngai ai ngi (Hakka); wo ài ni (Mandarin); gua2 ai3 li2 (Taiwanese)
Czech : miluji tě
Dutch : Ik hou van je Ik zie je graag (frm)
Estonian : ma armastan sind
French : Je t'aime Je t'adore
German : Ich liebe Dich
Greek : Σ᾿ ἀγαπῶ (Saghapó) - inf Σᾶς ἀγαπῶ (Sas aghapó) - frm
Hebrew : Ani Ohev Otach (buat wanita) - Ani Ohevet Otcha (buat pria)
Indonesian : Saya cinta padamu
Italian : Ti amo
Japanese : suki desu / daisuki desu
Korean : sarang hae
Latin : te amo
Macedonian : te sakam
Manchu : Bi shimbe hairambi
Maori : kei te aroha au i a koe
Norwegian : Jeg elsker deg (Bokmål) Eg elskar deg (Nynorsk)
Old English : ic lufie þe (West Saxon) ic lufie þec (Northumbrian)
Portuguese : amo-te, eu te amo, eu gosto de você, eu amo você
Romanian : te iubesc
Russian : ja tebia liubliu
Scots : ah loove ye
Spanish : te amo / te quiero
Swedish : jag älskar dig
Tagalog : mahal kita
Thai : phom rak khun (buat pria) - chan rak khun (buat wanita)
Tibetan : nga kayrâng-la gawpo yö
Turkish : seni seviyorum
Ukrainian : я тебе кохаю (ja tebe koxaju)
Vietnamese : Em yêu anh (f>m) Anh yêu em (m>f)
Welsh : dw i'n dy garu di rwy'n dy garu di
Xhosa : ndiya kuthanda
Yiddish : Ikh hob dikh lieb / Ikh libe dikh
Zulu : ngiyakuthanda


Ayah Bicara Cinta :
Cinta memang perlu diucapkan. Diungkapkan. Tapi biarkan tindakan lebih banyak berbicara tentang cinta. Daripada mulut kita.

Catatan Harian

Day - 60

Rabu, 31 Januari 2007 -- Pagi ke kantor. Cuma setengah hari. Gereja lagi direnovasi. Debu. Bising. Setelah beresin beberapa hal, saya terus pulang. Lanjutin kerjaan di rumah. Ngimel. Ngetik. Itu enaknya era teknologi. Akses terbuka luas. Internet. Telepon. Kita bisa connected dari mana saja dan kapan saja.

Beberapa hari terakhir terlambat terus nih nulis catatan harian. Bukan karena ga ide. Saya selalu percaya ide tuh "berkeriapan" dimana-mana. Ga pernah kering. Tiap hari mesti ada yang bisa ditulis. Tinggal kita mau ga meluangkan diri untuk "menangkapnya". Itu saja. Menurut saya ga ada ide tuh bukan alasan untuk ga menulis. Prinsip ini yang selalu saya tekankan tiap kali pimpin kursus menulis.

Masalahnya tuh malas. Mungkin karena jenuh juga. Bayangin tiap hari memacu diri buat nulis. Ditambah beberapa "interupsi" kerjaan yang lebih mendesak. Untungnya ada teman yang rajin "memprovokasi". Bahkan "mengintimidasi" :). Jadi walau pun "tertatih-tatih" catatan harian terus jalan. Beberapa teman pernah bilang, saya nih "asyik" bisa nulis tiap hari rutin. Hehehe. Mereka ga tahu saja "perjuangannya".

Tapi memang koq, kemalasan tuh jangan diikuti. Harus dilawan. Sekali diikuti enak. Dua kali enak. Tiga kali enak. Lama-lama "keenakan". Kalau sudah begitu untuk kembali ke "track" susah lagi. Dulu sekali, saya pernah berhenti menulis sampai hampir 7 tahun. Tapi dulu itu saya menulis just "senang" sih ya. Jadi motivasinya juga ga besar. Sekarang saya menulis ada "missi-nyalah" gitu. Jadi punya "bahan" juga untuk melawan tiap "penghalang". Termasuk kemalasan.