Saturday, May 13, 2006

Catatan Harian

Day - 323

Pagi bersama teman-teman Pokja Demuda berangkat ke Bandung. Acara kebersamaan. Sekalian kunjungan ke Pesantren Daurat Tauhid. Ketemu dan berbincang-bincang dengan KH Abdullah Gymnastiar (Aa Gym). Yang ikut sekitar 30 orang termasuk anak-anak. Enam mobil. Di pintu keluar tol Cipularang macet. Biasa Bandung euy. Sampai di Daurat Tauhid jam 12-an. Kita diajak keliling kompleks Daurat Tauhid. Saya terkesan dengan kebersihan lingkungan di sana. Hampir ga ada sampah. Orang-orangnya pun ramah. Berjalan di sana walau kita ini "beda", tapi rasanya tuh "aman" gitu. Good. Good.

Silahturahmi lintas agama menurut saya penting. Apalagi di tengah sektarianisme agama yang begitu kuat sekarang ini. Silahturahmi bisa menghapus kesalingcurigaan dan kesalahpahaman. Merangkai kasih, membuang benci.

Kita dijamu makan siang oleh Aa Gym di rumahnya. Sambil lesehan dan ngobrol santai. Ia sosok yang rendah hati, ramah, dan sederhana. Saya sempat tanya bagaimana ia nyiapin kotbah di tengah kesibukannya yang luar biasa. Juga bagaimana membagi waktu buat keluarga. Ia bilang, sebulan permintaan ceramah bisa sampai 1200. Yang dipenuhi hanya sekitar 40. Ia punya 26 sekretaris untuk "nangani" urusan ceramah. Tapi ia tetap mentingin waktu untuk keluarga. Sesekali ia masih nganter anaknya sekolah atau istrinya belanja.

Sebelum pulang saya memberi ia beberapa buku saya sebagai kenangan-kenangan. Aa Gym juga memberi beberapa bukunya. Ga semua yang ia ucapkan saya setuju. Malah bertolak belakang dengan pendapat saya. Tapi secara umum prinsip-prinsip "moral" yang ia anut sangat oke.

4 comments:

Anonymous said...

"Ga semua yang ia ucapkan saya setuju. Malah bertolak belakang dengan pendapat saya.", Yup..., same with me, hanya kasih yang bisa di terima.

Anonymous said...

(permisi, panggilan akrab jika tdk keberatan) Akang AY, (AyubYahya,dibaca: aye?) bs beri contoh comment ato pandangan AA Gym yg tidak disetujui?
1thn terakhir ini emang sy tdk mengikuti lg "sepak terjang" beliau, jd tdk begitu ngeh sejauh mana pandangannya.
Itung2 agar domba yg satu tdk tersesat :-)

ayub yahya said...

misalnya soal ruu app. aa gym walau hati-hati, terkesan sekali mendukung. terus tentang makna "memuliakan wanita" dikaitkan dengan poligami. juga soal perda tangerang yang menghebohkan. tapi secara keseluruhan, saya setuju dengan perlunya kita "menjaga hati"

Anonymous said...

Sy tertarik hebohnya RUU APP.sy memang blm membaca detail RUU tsb+konsekuensi hukumnya, tp tampaknya komunitas Kristen terkesan acuh tak acuh thd topik ini.bukankah RUU tsb sesuatu yg baik+apakah dlm draft tsb berlandaskan prinsip Islam? Memang komunitas adat/budaya tertentu (bali or hindu) meminta revisi dan memang hal tsb dpt dimaklumi.bagian yg mana yg menurut akang AY perlu direvisi ato RUU tsb memang sama sekali tdk diperlukan?