
Senin, 28 Agustus 2006 -- Pulang Singapore. Ke Bandara Haji Djuanda diantar Teman. Mampir dulu makan siang. Sebelum masuk bandara kan ada tuh tenda-tenda yang jual makanan. Kayak tempat istirahat di jalan tol. Kita makan pecel Madiun. Saya terkenang pecel Madiun tuh waktu beberapa bulan lalu naik Kereta Api dari Surabaya ke Jakarta. Kereta Api berhenti sebentar di stasiun Madiun. Ada pedagang-pedagang asong jual makanan. Saya beli nasi pecel. Dibungkus pake daun. Entah daun apa. Yang pasti bukan daun pisang. Sebungkus Rp. 3000 rupiah. Rasanya enak banget.
Sayangnya, kali ini bukan enak, malah “enek”. Ayamnya berbau. Kayaknya sudah dari kemarin-kemarin. Sayurnya juga basi. Makan dua suap terus kami bayar. Kami tinggal. Saya ga habis pikir, ayam sudah berbau dan sayur basi gitu koq ya masih dijual. Dengan berbuat begitu, pedagang itu justru bikin susah diri sendiri. Kali ini ia untung. Besok lusa ia “buntung”, orang akan kapok datang lagi. Kebaikan dan keburukan terhadap orang lain biasanya akan berbalik mengenai diri sendiri.

Masalah berikut timbul ketika urus bebas fiskal. Petugasnya bilang, ga bisa. Karena saya baru dua bulan tinggal di luar negeri. Petugas itu kemudian tunjukin aturannya. Di situ emang ditulis, bebas fiskal berlaku kalau orang sudah tinggal diluar negeri minimal enam bulan dalam setahun terakhir. Saya pikir, kalau kita sudah punya alamat di luar negeri otomatis bisa bebas fiskal. Apalagi bulan waktu pulang Jakarta, saya bisa bebas fiskal. Ya, sudah. Bayar fiskal deh :). Tapi jujur, jauh dilubuk hati, “ngenes” juga sih. Bukan karena jumlah uangnya, tapi lebih karena saya ga ngerti kenapa mesti bayar fiskal. Kalau kayak pajak kendaraan atau pajak penghasilan, okelah. Lha ini, orang mau bepergian koq ya harus bayar. Untuk apa uangnnya juga ga jelas kan. Perjalanan pulang lancar. Sampai rumah jam 9.30-an waktu Singapore. Dewi dan kids belum tidur. Kezia dan Karen senang banget tuh dapat kado kecil titipan dari beberapa teman.
2 comments:
Tidak mengherankan! pada saat ini yg jadi topik hangat adalah UU kewarganegaraan yg baru.masalah SKBRI.tidak heran "apa yg bisa dipersulit kenapa dipermudah" dgn demikian terbuka "kang tao"(obyekan/hasil sampingan)
yg penting udah bisa balik dengan selamat pak. kalo mau ke jakarta kabar2in ya pak
GBU
Post a Comment