Monday, August 13, 2007

Fresh From The Oven - 03


New Books
Dedicated For You



Apakah seorang pendeta selalu terhindar dari kejadian buruk? Apakah hidupnya selalu mulus berkarpet merah? Pernahkah ia marah? Kecewa? Menghadapi godaan? Kesal? Pernahkah kakinya gentar melangkah? Apakah hidupnya dari mimbar ke mimbar? Enak nggak sih jadi pendeta?

Ayub Yahya membuka diary-nya. Sebuah catatan kehidupan yang “tak biasanya dibuka”. Dan mengizinkan kita membaca hari-harinya. Untuk apa? Seperti kata Ayub di pengantar bukunya — harapannya sederhana: dengan membaca catatan-catatan harian ini, orang bisa tertawa, tertegun, ngangguk-ngangguk kepala, dan berguman, “Iya, ya.” Itu saja.


Inilah dua buku kisah keseharian seorang Ayub Yahya. Sebagai pendeta, ayah, suami, kerabat, “kakak”, dan sahabat. Apa adanya. Bagaimana ia menanggapi berbagai “kejutan” di hari-harinya. Dan bagaimana ia memandang berbagai kejadian secara spontan. Disampaikan dengan santai, sederhana dan terkadang lucu. Sebuah bacaan yang tak biasa.

Pada mulanya dari Catatan Harian di blog. Lalu dipoles, dirapihkan, setiap hari diberi judul. Bahkan beberapa ditulis ulang. Jadi nggak samalah dengan yang di blog. Segera tersedia di toko buku.

Sunday, August 12, 2007

Cerita Hari Ini - 036


Guru


Tadi setelah kebaktian ada "presentasi" teman dari Komunitas Air Mata Guru -- Kelompok guru yang berjuang melawan kecurangan dalam praktek Ujian Nasional. Dibentuk oleh 27 orang guru di Medan yang sejak bulan Mei lalu ngalamin intimidasi, teror, pemecatan dan pemotongan gaji karena kejujuran mereka.

Saya benar-benar ga habis pikir, kok ada sekolah yang malah mendorong siswanya berbuat curang. Dengan sengaja mereka ngebagiin jawaban ujian nasional kepada para siswa, demi ngejar "target" kelulusan. Sad. Padahal apa gunanya lulus 100% kalau ternyata kualitasnya malu-maluin? Sebuah "retorika" gombal.

Cilakanya pejabat pemerintah malah ikut "bermain di air keruh". Sigh. Ujung-ujungnya demi duit dan jabatan juga. Tapi nasib guru di Indonesia secara umum memang memprihatikan. Fasilitas rendah, kesejahteraan minim. Rasanya ga adil juga terlalu nyalahin guru yang terpaksa tunduk terhadap tekanan para "pejabat durno”.

Walau bukan berarti bisa ditolelir. Kecurangan bagaimana pun harus diberantas. Lebih-lebih dalam dunia pendidikan, cikal bakal masa depan bangsa -- Malam ada briefing untuk tim yang mau berangkat ke Kalimantan Barat minggu depan. Mission Trip. Saya ikut. Rencana kita seminggu di sana.

Cerita Hari Ini - 035


Liga Inggris



Liga Inggris mulai lagi. Bareng dengan Liga Jerman. Menyusul liga-liga negara lain di Eropa. Tapi dibanding liga lain, Liga Inggris memang lebih ciamik. Paling banyak penggemarnya. Agak bertolak belakang dengan prestasi klub-klub Inggris -- apalagi kesebelasan nasionalnya -- di pentas Eropa dan dunia.

Cuma sekarang di Indonesia hak siar Liga inggris dipegang Astro TV. Jadi kalau mau nonton harus langganan. Bayar. Dari sisi bisnis wajar sih. Siaran televisi Liga Inggris tuh bisnis trilyunan rupiah. Konon untuk kontrak 2007-2010 TV kabel Sky Sport dan Setanta (pemegang hak siar Liga Inggris) harus merogoh kocek 1,7 milyar Euro.

Selama ini masyakat Indonesia memang sudah terlanjur dimanjakan dengan siaran televisi gratis -- Tapi ada hikmahnyalah, konon di beberapa RT di Jakarta sekarang ada fenomena baru: nonton bareng Liga Inggris. Urunan langganan Astro. Makin seru, sekaligus memperakrab plus siskamling :).

Saya sendiri sejak di sini setahun lalu, praktis ga pernah nonton sepakbola di televisi. Ga langganan TV kabel. Paling ngikutin beritanya di internet -- Siang pimpin kebaktian pemberkatan nikah di gereja. Di sini "bagusnya" kalau ada yang menikah, teman-teman gereja full terjun. Kompak.

Friday, August 10, 2007

Cerita Hari Ini - 034


Richter


Dapat kabar dari teman, kemarin Jakarta gempa. Katanya sempat panik juga. Pusat gempa di barat laut Indramayu, tapi getarannya terasa sampai ke Jawa Tengah dan Sumatera. Piuhh!! "Uniknya" walau terjadinya di Indonesia, tapi yang nyiarin duluan justru CNN. Lengkap dengan laporan langsung via telpon. Real time.

Konon itu "gempa dalam" terbesar dalam kurun 40 tahun terakhir. BMG mencatat 7 Skala Richter. United States Geological Survey menyebut 7,5 Skala Richter. Untung pusat gempa cukup dalam, 289 km di bawah laut. Jadi ga sampai tsunami -- Saya percaya setiap peristiwa alam pasti ada "pesan". Semoga manusia "menangkapnya".

Skala Richter tuh ukuran gede gempa. Ditemukan Charles Francis Richter, ahli gempa asal Amerika, tahun 1935. Sebelum menjadi ahli gempa, Richter sebetulnya pengen ngedalami astronomi. Tapi karena tawaran dosen pembimbingnya, ia lalu bergabung di tim laboratorium seismologi. Dan tawaran sang dosen itu ga sia-sia.

Mancing nihil. Dari kemarin siang ga dapet satu ekor pun. Padahal laut segede gitu, umpan pun aneka rupa -- cumi, udang, ikan hidup, ikan mati. Ngosh. Ikan-ikan kecil sih dapat banyak. Hasil mancing iseng anak-anak dan para istri :). Siang pulang. Mampir di pasar ikan di daerah Mersing, tapi tutup. Hiks. Bahkan "mancing" di pasar ikan pun ga dapet!

Thursday, August 09, 2007

Cerita Hari Ini - 033


Kelong


Mancing. Berangkat dari rumah teman jam 6.30. Konvoi 4 mobil, 6 keluarga. Nyampe Tanjung Leman jam 10-an. Di imigrasi Singapore-Malaysia-nya padat. Kalau liburan, orang Singapore banyak yang dolan ke Malaysia. Mirip dengan orang Jakarta yang liburan pada dolan ke Puncak atau Cipanas lewat Gadog.

Dari Tanjung Leman naik boat 30 menit-an ke kelong dekat Pulau Sibu. Saya lihat yang mau mancing banyak juga. Kelong tuh tempat pemeliharaan ikan di tengah laut. Mirip dengan jermal kalau di Indonesia. Oleh pemiliknya sekalian dijadikan tempat "wisata mancing". Ide kreatif. Good.

Ada yang bilang, "hitam putihnya" dunia ini banyak ditentukan oleh orang-orang kreatif. Tapi saya kira kreatifitas (kemampuan berpikir "beda") akan sia-sia kalau ga didukung keberanian untuk mencoba (dan sedikit berspekulasi), kerja keras (gigih, ulet), plus tentu saja kemampuan untuk "menjual" :).

Tiba di kelong langsung persiapan mancing. Tapi saya lebih banyak ngelihatin :). Habis ga nguasai. Peralatan mancing sekarang "jelimet". Banyak sekali "macam-macamnya". Dulu mancing paling tali diiketin ke bambu. Hehehe. Kita makan dan tidur rame-rame. Sederhana. Pengalaman bagus buat anak-anak.

Wednesday, August 08, 2007

Cerita Hari Ini - 032


Jerawat


Ada jerawat di ujung bibir bawah. Kecil sih. Tapi mengganggu sekaligus "menggoda" :). Bikin tangan pengen mencet-mencet dan ngorek-ngorek terus. Sakit-sakit “nikmat” gitu. Kadang kesakitan dan "kenikmatan" tuh bagai "saudara kembar". Contohnya luka, paling "enak" kan kalau digarukin. Paradoks memang.

Alhasil, jerawat yang tadinya "seupil" jadi "segajah". Hiks. Ampun deh. Salah sendiri juga sih. Sudah tahu jerawat tuh jangan "dimainin". Lama baiknya, bisa infeksi dan berbekas pula. Begitulah kalau jadi orang suka "bandel"; sudah tahu salah, tetap dilakuin juga. Ga bisa nahan diri.

Padahal gara-gara ga bisa nahan diri, masalah kecil bisa jadi besar -- Btw soal jerawat, baca di kompas on-line, Nursiah Lamusa, wanita asal Desa Kima Bajo, Minahasa Utara, kena kanker basilioma karena kebiasaannya mencet jerawat. Wajahnya jadi rusak berat. Ia harus menjalani operasi rekonstruksi wajah atau face-off. Omigod!

Malam ada percakapan pastoral dengan pasangan yang mau menikah. Pulang ke rumah terus beres-beres. Besok sudah janjian sama teman-teman gereja mau mancing ke Tanjung Leman Johor. Bareng keluarga. Sekalian refreshing. Besok libur. National Day. Lusanya saya ambil cuti sehari.

Cerita Hari Ini - 031


Sale


Teman dari Jakarta cerita, kemarin sore beberapa titik di Jakarta macet. Terutama seputar pom bensin. Mobil ngantri sampe nguler. Tumpah ruah ke jalan. Ia pikir antri kelangkaan BBM. Selidik punya selidik itu antri beli BBM pake kartu debit Bank Mandiri. Tiap beli 100 ribu gratis bensin 10 liter.

Dimana-mana yang namanya "belanja murah" selalu menarik perhatian. Orang rela buang waktu dan tenaga ekstra asal bisa dapat sesuatu yang murah. Apalagi gratis :). Tapi itu sih fenomena global-lah. Ga cuma di Jakarta, di sini juga gitu. Kalau lagi sale, toko-toko penuh-nuh dengan yang belanja.

Di Amerika bahkan orang rela mengantri di depan toko Filene’s Basement. Sejak tahun 1947 toko ini rutin ngadain sale tahunan untuk baju pengantin. Event yang dinanti banyak calon pengantin itu punya nama unik, “The Running of the Brides”. Karena begitu pintu toko di buka para pembeli berhamburan berlari masuk :).

Pulang kantor mampir ke pasar seberang gereja belanja buah. Sorenya berenang bareng Kezia dan Karen. Sudah lama saya ga berenang bareng mereka. Karen sudah bisa nyebrang bolak balik dengan gaya katak. Good. Malam ke West Mall. Pas lagi ada diskon. Jadi sekalian belanja deh -- Nah, tuh kan! Hehehe.

Tuesday, August 07, 2007

Cerita Hari Ini - 030


Bosan


Libur. Seharian di rumah. Ngetik. Tiduran. Baca. Biasanya kalau Senin berdua Dewi belanja keperluan dapur. Tapi sekarang lagi ga ada yang mesti dibeli. Malas kalau pergi-pergi tanpa tujuan yang jelas. Ujung-ujungnya paling jalan ke mall. Bosan. Lagian saya tuh bukan tipe “orang mall” :).

Waktu tinggal di Jakarta libur bisa ke Bogor, Bandung, Anyer -- cuma untuk makan, atau nemuin kerabat -- Di sini mau kemana-mana relatif lebih “terbatas”. Tapi mungkin sayanya saja yang ga tahu tempat-tempat yang asyik. Untuk urusan nyari "tempat" baru, saya tuh ga “kreatif”. Jadi ya, cepat bosan

Tapi bosan itu manusiawi. Mana ada orang yang ga pernah bosan kan? Bagusnya, bisa jadi “alarm”, bahwa jiwa kita perlu "penyegaran". Perlu keluar dari rutinitas. Butuh tantangan. Supaya ga melempem. Ga stuck. Jeleknya, bosan dengan malas tuh "be-ti". Beda tipis. Kalo ga di-manage, bisa "bablas" deh.

Malam main ping-pong dengan teman-teman gereja di rumah. Ini kegiatan rutin tiap Senin malam. Sambil olahraga sekalian kongkow. Awalnya yang ikut banyak. Seru. Sempet bikin "turnamen" kecil. Tapi makin lama makin sedikit. Kadang cuma tiga orang. Mungkin sudah pada bosan juga. Hehehe.

Sunday, August 05, 2007

Cerita Hari Ini - 029


Dandan


Hari ini khotbah tiga kali. Di GPBB jam 9 dan 11. Terus di gereja pusat di Orchard jam 2.30. Dulu ke sana saya biasa naik taxi, tapi sekarang saya lebih milih pakai bis nyambung MRT. Lebih pasti. Asal siapin waktunya lebih panjang dikit. Naik taxi nunggunya lama. Sudah gitu di Orchard-nya suka macet lagi.

Turun dari MRT, saya lihat seorang ibu setengah baya lagi jalan-jalan dandanannya menor sekalee. Rambut dimerah-merahin, disisir ke atas -- kayak jambul -- Matanya diwarnai hitam hijau biru. Pipinya kayak didempul bedak tebel. Pasti ga sebentar tuh dandan kayak gitu. Belum nanti "beresinnya" lagi. Capek deh!

Dandan kalau ga tepat waktu, ga tepat kondisi, ga tepat situasi, dan ga tepat usia, jadi aneh malah. Hehehe. Jangan-jangan, maksud hati supaya dilihat "bagus", apa daya malah jadi "gimanaa gitcu"; maksud hati mengundang simpati, yang didapat malah "antipati". Kadang alami is the best :).

Saya juga suka heran sama istri-istri; kalau bepergian dari rumah dandan cantik-cantik. Lha giliran di rumah -- di depan suami -- the kill of the khu mel. Jadi dandannya itu buat siapa dong? Buat orang lain? Lalu kalau orang lain tertarik dan suami malah jadi ga tertarik gimana coba? Capek deh.

Lantern on Sunday - 13


Berbagi

Ada yang menyebar harta, tetapi bertambah kaya, ada yang menghemat secara luar biasa, namun selalu berkekurangan. Amsal 11:24.

Di Palestina ada dua sumber air; danau Galilea dan laut Mati.

Danau Galilea jernih airnya, banyak ikan, tetumbuhan hidup di sekitarnya. Laut Mati asin airnya, tidak ada kehidupan.

Keduanya dihubungkan oleh satu sungai yang sama.

Lalu apa yang membedakan? Ini. Danau Galilea menerima air dari sungai, lalu menyalurkannya ke Laut Mati. Sedang laut Mati, ia menerima air dari Danau Galilea dan tidak menyalurkan kemana-mana.

Maka memang, berbagi itu indah. Dan sehat pula. Untuk yang menerima, juga untuk yang memberi. (Ayub Yahya)

Saturday, August 04, 2007

Cerita Hari Ini - 028


Pudar


Pagi rapat di gereja. Kita rembukin "sistem" untuk lebih memperhatikan warga jemaat. Yang berjemaat di GPBB sekarang hampir 400-an -- belum semua anggota sih -- Dan “trendnya” cenderung bertambah. Kita "rindu", minimal kalau ada yang dua kali ga ke gereja tuh bisa ketahuanlah gitu :)

Umumnya gereja-gereja orang Indonesia di luar negeri lebih direkat oleh "ikatan satu bangsa” daripada asal gereja. Jadi di Indonesianya bisa dari gereja mana saja, tapi di luar negeri satu gereja. Maka membangun rasa kekeluargaan sangat penting. Supaya orang merasakan gereja sebagai “rumah kedua”.

Hanya belakangan ini tampaknya ikatan denominasi mulai "menggejala". Di sini konon sudah ada 16 gereja berbahasa Indonesia. Beda-beda aliran. Dulu saya pernah punya harapan gerakan keesaan gereja Indonesia bisa bermula dari luar negeri. Tapi sekarang harapan itu memudar.

Gereja Indonesia di luar negeri makin banyak; bukan saja jumlah, tapi juga macamnya. Kayak orang "jualan", ngelihat ada "pasar", lalu berbondong-bondong buka "cabang". Sad. Lebih sad-nya lagi, seperti "induknya" di Indonesia sulit bersatu. Sore pimpin persekutuan pemuda di gereja Orchard.

Info Sabtu - 09

Tonggak Penting Filantropi


Tahun 1889
Industrialis baja Amerika, Andrew Carnegie, menulis "The Gospel of Wealth", sebuah esai yang berisi himbauan kepada orang-orang sangat kaya untuk berbagi keberuntungan dalam sisa hidup mereka. Carnegie sendiri kemudian menyumbangkan seluruh kekayaan yang telah dikumpulkannya ketika itu sekitar US$ 350 juta --kini bernilai sekitar US$ 3 milyar-- untuk membangun perpustakaan di seluruh kota di Amerika Serikat.

Tahun 1907
Setelah bankir Russel Sage wafat, jandanya yang bernama Margaret Olivia mendirikan yayasan besar dan modern pertama di Amerika. Yayasan Russel Saga masih terus mendanai proyek-proyek yang bertujuan untuk memperbaiki kondisi sosial dan kehidupan masyarakat Amerika.

Tahun 1913
John D. Rockefeller mendirikan Yayasan Rockefeller dan menghibahkan dana sebesar US$ 540 juta --kini bernilai sekitar US$ 6 milyar-- sepanjang sisa hidupnya. Anaknya, John D, Jr. yang menyumbang dana dalam jumlah yang hampir sama meneguhkan keluarga Rockefeller sebagai salah satu keluarga filantropis paling terkenal.

Tahun 1947
Raja mobil Henry Ford wafat dan menghibahkan sebagian besar kekayaannya kepada Yayasan Ford. Lebih dari setengah abad kemudian, yayasan ini masih menempati urutan ketiga yayasan terbesar di Amerika dan berada di urutan kedua penyumbang tahunan terbesar. Pada tahun 2005 saja yayasan ini menyumbang tak kurang dari US$ 830 juta.
(Sumber : Majalah Gatra)

Hikmah di balik kisah:
Tak perlu menunggu menjadi orang super kaya untuk memulai mengulurkan tangan kepada orang lain. Tidak ada yang terlalu kecil untuk ukuran perbuatan baik.

Cerita Hari Ini - 027


Gegetun



Tadi pagi waktu mau ke kantor, tunggu bis lama banget -- Kadang suka tuh gitu. Bis lain lewat lagi lewat lagi, sedang bis yang ditunggu ga juga muncul. Bisa sampai 40 menit-an nunggu. Di sini transportasi umum memang "oke-lah". Tapi kalau sudah nyangkut orang banyak, apa pun selalu ada "melenceng-nya".

Saya lihat ada pemuda -- gayanya agak "laen" -- kayaknya kesel banget. Ia ngedumel pakai bahasa Mandarin, jalan mondar-mandir keliling halte, sesekali berteriak dan nendang tiang halte. Orang yang ngelihat mesem-mesem. Mungkin gitu juga saya kalau lagi gegetun; jengkel, marah, tapi ga berdaya :).

Berada dalam situasi ga berdaya memang paling ga enak. Ga tahu harus berbuat apa. Yah begitulah hidup, ga selalu bisa dikendalikan. Tapi malah bagus kan, jadi ada "seninya" gitu. Bayangin kalau hidup ini selalu sejalan dengan kemauan kita, hambar sekalee. Hidup ini "asyik" justru karena banyak "ga terduganya" :).

Malam ketemu tamu misionaris asal Amerika. Ia bertugas di Pekanbaru. GPBB dan lembaga yang ia kelola ada kerja sama. Ia bilang kaget ngelihat "ketelanjangan" di sini -- merujuk ke cara pakaian para wanita muda di sini yang cenderung "bebas" dibanding di Indonesia -- Yang saya "kaget" karena yang bilang itu orang Amerika :).

Thursday, August 02, 2007

Cerita Hari Ini - 026


Apes


Teman di Jakarta cerita. Ia baca di Gatra tentang tertangkapnya Gunawan Santoso, terpidana mati yang berulang kali kabur dari tahanan. Selama dalam pelarian ia sempat beberapa kali operasi wajah. Jadi dengan yang asli sudah beda banget gitu. Ia sampai bisa jalan-jalan ke Singapore dan Hong Kong.

Beberapa waktu lalu saat belanja di Plaza Senayan, ia tertangkap. Sebenarnya ketika itu polisi ragu-ragu. Wajahnya kan laen. Tapi salah seorang polisi lalu mendekati dan memanggil namanya, "Gunawan!". Spontan ia menoleh. Kena deh :). Ia sih sempet ngelak. Tapi reflek orang mana bisa bohong kan?

Orang tuh pastilah ada apesnya. Seteliti dan sepintar apa pun. Seperti kata pepatah, sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Kalau apesnya "di jalan yang benar" sih mending. Paling benjut. Tapi kalau apesnya "di jalan yang salah", cilakanya tiga kali lipat tuh. Makanya, jangan "salah jalan".

Siang ikut persekutuan pastoral staff gereja pusat dan cabang di Orchard. Acara rutin tiap bulan. Sharing seputar aktivitas jemaat masing-masing. Lanjut kongkow dengan teman pendeta dan preacher jemaat Indonesia. Dapat kiriman soft-copy cover dua buku baru saya dari penerbit. Desainnya good.

Cerita Hari Ini - 025


Bezoek


Pagi rapat di rumah teman, bahas tentang pelawatan -- istilah lain: perkunjungan atau bezoek. Melawat tuh gampang-gampang susah. Gampang, karena ngunjungi orang apa susahnya kan? Susah, karena melawat ga sekadar berkunjung. Tapi ada misinya: berbagi kasih. Bahwa kita ini care-lah gitu.

Jadi di satu sisi, melawat bukan sekadar bertamu; kucluk-kucluk datang, ngobrol ngalor-ngidul, terus pulang. Tapi di sisi lain melawat juga bukan seperti wartawan yang sedang nyari berita, atau dokter yang sedang menelisik penyakit, atau guru yang sedang ngajarin muridnya kudu begini dan begitu.

Berkenaan dengan tehnis pelaksanaannya juga perlu ada pengaturan. Intinya, jangan sampai malah kontraproduktif. O ya, satu lagi yang penting, dalam melawat buang jauh-jauh prinsip "sambil menyelam minum air" -- sambil melawat jualan; asuransilah, MLM-lah, atau apalah. Sungguh loh ini.

Dari rapat pelawatan terus ke kantor. Pulang agak siang. Dewi harus ke sekolah Kezia. Jamnya bentrokan dengan pulang sekolah Karen. Begitulah, di sini urusan anak-anak harus gantian. Untung jam kantor fleksibel. Malam Kezia minta dianter ke toko buku. Ia lagi demen dengan buku Gernonimo Stilton.

Tuesday, July 31, 2007

Cerita Hari Ini - 024


Mancing



Pikiran rasanya penuh banget nehh. Blurrr gitu. Banyak yang harus dikerjakan. Semuanya berkenaan dengan tulisan. Salah saya juga sih. Suka menunda-nunda dan ga enakan nolak komitmen. Padahal kalau untuk urusan nulis saya tuh bisa dibilang perfeksionis. Bisa berlama-lama cuma untuk nyusun kata dan kalimat yang pas di hati.

Malam teman ngajak mancing. Terakhir, beberapa kali mancing "jeblok" terus. Kali ini saya pikir, siapa tahu. Lagian perlu jugalah nyegerin pikiran. Masak mlototin komputer terus. Tapi alih-alih pikiran seger. Malah tambah be-te. Tiga jam ga dapat satu ekor pun. Ampun deh. Rejeki saya memang bukan di mancing kali.

Saya jadi kebayang para nelayan. Semalaman di lautan. Kadang mesti berhujan-hujan. Sudah gitu pun ga jarang harus pulang dengan tangan hampa. Saya yang sekadar untuk mengusir kejenuhan saja sudah "sakit hati" rasanya. Lha gimana mereka yang benar-benar ngegantungin hidupnya dari nangkep ikan.

Mancing tuh bisa melatih kesabaran, sekaligus menguji "hoki" :). Konon di Jerman ada sekolah untuk para pemancing. Pakai ujian negara segala. Ada aturan mainnya; mulai dari "ngerakit" pancingan, masang umpan, sampai ngelepasin ikan yang tersangkut di kail. Supaya ikannya ga "ngerasa" teraniaya :).

Cerita Hari Ini - 023


Irak


Baca kompas on-line Irak juara Piala Asia. Tim berjuluk Singa Mesopotomia ini ngalahin Arab Saudi 1-0 di Stadion Gelora Bung Karno. Gol Irak dicetak Younis Mahmoud. Bravo, Irak! Kabarnya kemenangan itu sempat sesaat menyatukan kubu-kubu yang bertikai di Irak. Semua larut dalam kegembiraan.

Ya, semoga gelar itu bisa menjadi penghiburan buat rakyat Irak. Walau sejenak. Saya bersimpati dengan rakyat Irak. Sejak rezim Saddam Husein berkuasa, rakyat Irak bagai "tak putus dirundung malang". Perang dengan Iran. Lalu perang dengan Amerika cs gara-gara Saddam nekad mau “nyaplok” Kuwait.

Tumbangnya Saddam ga lantas bikin rakyat Irak bisa “tidur nyenyak”. Pertikaian antar kubu dan kepentingan terus terjadi. Bom demi bom. Letusan senjata demi letusan senjata. Sad. Di tengah pertarungan para "elite", rakyat selalu menjadi pihak paling menderita. Padahal rakyat tuh paling "ga tahu" apa-apa.

Siang ke Takashimaya bertiga Dewi dan Karen -- hari ini Karen libur sekolah -- Lagi ada sale mainan dan barang untuk anak-anak. Di sini barang sale biasanya bagus-bagus dan murah. Dari segi model memang sudah ketinggalan. Tapi ya ga apa-apalah. Yang penting kan fungsinya. Malam ada rapat mendadak dengan Majelis Jemaat.

Sunday, July 29, 2007

Cerita Hari Ini - 021


Lupa


Akhir-akhir ini saya sering lupa. Kemarin mau pergi lupa bawa dompet. Baru keinget pas mau naik bis. Hari ini tiga kali saya lupa. Ngoshh! Pertama, pagi kan ikut main bulutangkis bareng teman-teman gereja di Sport Hall dekat Bukit Gombak MRT. Waktu pulang, sudah masuk MRT stasiun, eh lupa, raket ketinggalan. Balik lagi.

Kedua, ketika mau pergi ke gereja. Kan gerimis tuh. Saya sudah siapin payung di meja dekat pintu. Tapi begitu turun dari apartemen, lupa payung ga kebawa. Ya balik lagi. Ga makan waktu lama sih. Tapi di sini kadang 5 menit pun bisa berarti "banyak". Benar saja. Sampai di halte, bis yang ditunggu baru saja jalan.

Ketiga, nyampai di gereja, eh lupa ga bawa kunci kantor. Ampun. Ampun. Besok-besok entah lupa apa lagi. Tapi ga apa-apalah. Asal jangan lupa ingatan atau lupa diri. Hehehe. Lupa kan manusiawi. Cuma kalau kebanyakan lupa, ya something wrong. Naga-naganya saya nih kebanyakan yang dipikirin. Jadinya apa-apa tuh ga konsen gitu.

Siang ada persekutuan doa untuk persiapan bulan missi. Di GPBB Agustus tuh bulan missi. Selama bulan itu kegiatan gereja fokus pada missi. Good. Doa yang "khusus" -- jadi bukan sekadar yang rutin -- besar sekali pengaruhnya bagi "sukses dan gagalnya" sebuah kegiatan. Percaya deh. Malam pimpin persekutuan keluarga senior.

Friday, July 27, 2007

Cerita Hari Ini - 020


Kesel


Saya paling kesel kalau mau naik bis, pas sampai di halte, eh bisnya keburu jalan. Sudah lari-lari nguber sampai lambai-lambai tangan, tetap ga kekejar. Blass, bis berlalu dengan "indahnya". Jadi malu juga dilihatin orang. Apalagi kalau ada yang kenal :). Tunggu bis berikutnya paling cepat bisa 15 menitan lagi.

Tapi lebih ngeselin lagi kayak tadi. Hujan deras. Ditambah angin kenceng. Sampai tunggu di halte pun tetap harus pakai payung. Keciprat-ciprat hujan. Agak lama bis datang. Pintu bis terbuka. Orang-orang di depan mulai naik. Lalu tiba giliran saya. Tapi begitu mau ambil dompet di saku, yaaa dompet ketinggalan. Alamak!!

Ampun deh. Balik rumah lagi. Mana jalannya ”lumayan” juga. Kalau sudah begitu, ya sudah, "siul-siul kecil" saja. Ngehibur diri. Habis gimana. Kesel. Gegetun. Ngedumel. Marah-marah. Toh ga ngubah keadaan. Paling berpikir positif, mungkin memang ga baik saja saya naik bis itu :).

Siang ketemu teman dari Jakarta. Kita makan di Din Tai Fung Paragon. Mie Taiwan. Antri banget tuh. Pakai nomor kayak kalau antri di bank. Mienya enak. Pangsit udangnya juga oke. Konon di Jakarta juga ada cabangnya, tapi rasanya kurang pas dibanding yang di sini. Malam ikut Family Fellowship daerah Bukit Batok.

Cerita Hari Ini - 019


Dr. Teoh


Siang ke Mount Elizabeth Hospital. Temeni Dewi kontrol. Bulan lalu kan Dewi dioperasi. Laparoscopy. Sudah ga apa-apa sih. Tinggal kontrol. Sampai di sana ngantri banget. Dapat giliran jam 2 jam 3-an. Padahal Kezia dan Karen pulang sekolah jam segituan. Terpaksa saya pulang duluan.

Dokter yang nangani Dewi tuh dr. Teoh Seng Hin. Ia orang Kristen. Ahli ginekologi. Orangnya sangat baik. Sabar, telaten, ramah, care. Kita konsultasinya juga "enak". Apa yang kita tanya ia jelasin detil. Good-lah. Beberapa teman juga pernah ia tangani. Semua punya kesan yang sangat positif terhadapnya.

Bagi saya, dengan bersikap "baik" begitu terhadap pasien, dr. Teoh sudah mengabarkan Injil. Kekristenan kan berkembang bukan hanya karena kiprah para penginjil ternama, tapi juga kesakisan hidup para "penginjil" anonim -- Orang-orang yang dalam perannya masing-masing telah memberi "pengaruh" luar biasa.

Seorang dokter, dokter Kristen yang berbeda dari dokter lainnya. Seorang pejabat, pejabat Kristen yang berbeda dari pejabat lainnya. Dsb. Jadi Kekristenannya itu ga cuma "merek", tapi betul-betul "nyata" dalam sikap hidup. Sehingga orang lain melihat ada "sesuatu" yang berbeda di balik kekristenan.

Thursday, July 26, 2007

Thursday's Quote - 14


Hopes



Live in your hopes and not in your fears. – Hiduplah dalam pengharapan dan bukan dalam ketakutan. (Johnny Majors)

Percikan :
Ketakutan kerap membuat kita tidak maju ke depan. Melainkan terjerembab ke belakang.

Cerita Hari Ini - 018


Komitmen



Malam rapat Majelis Jemaat. Di sini rapat Majelis Jemaat ga lama. Paling 2-3 jam. Karena gereja harus tutup jam 22. Sedang rapat mulai jam 19.30. Di beberapa gereja di Jakarta yang namanya rapat Majelis Jemaat bisa seharian; pagi sampai sore, siang sampai malam, atau malam sampai tengah malam. Ini untungnya ada "jam malam". Hehehe.

Satu hal yang saya "takjub" dari gereja; selalu ada orang yang punya komitmen besar untuk "memberi diri". Beberapa contoh, teman yang baru pulang tugas kantor dari luar negeri nyempetin datang rapat. Teman yang sampai nge-cancel acara kantor atau yang pulang kantor lebih awal untuk ikut rapat. Juga di tingkat komisi.

Gereja "diberkati" oleh orang-orang yang berkomitmen seperti itu. Menurut saya, ini dari sisi manusianya, gereja bisa tetap "hidup" bukan karena organisasinya yang solid -- organisasi gereja biasanya malah lebih banyak bikin puyeng -- atau pendetanya yang "hebat". Tapi karena kiprah para aktivisnya yang berkomitmen teguh.

Komitmen luhur para aktivis adalah "modal" terbesar gereja. Hal yang jarang ada di organisasi lain. Tinggal tugas pendeta adalah menjaga agar "api" itu tetap menyala. Sebab ga jarang semangat demikian hanya ada di awal. Di tengah jalan mulai ngos-ngosan. Dan malah hampir redup di akhirnya. Dari kemarin hujan terus nih.

Wednesday, July 25, 2007

Tips n Tricks - 14


Tips : Pilih Buah


Apple
Buah ini seharusnya keras jika ditekan dan renyah saat digigit. Jika anda dapat menekan permukaan buah dengan jari, ini pertanda akan terasa mengecewakan jika dimakan. Buah ini mungkin hanya dapat bertahan selama beberapa minggu di lemari pendingin.

Pisang
Buah ini harusnya berwarna kuning atau hijau tanpa ada kecoklatan. Pisang termasuk jenis buah yang cepat matang, jadi pilihlah yang masih setengah matang. Anda bisa menyimpannya di lemari pendingin setelah buah ini matang. Kulitnya mungkin akan berubah warna jadi kegelapan, tapi di dalam rasanya masih tetap enak.

Anggur
Belilah anggur yang masih menempel pada tangkai yang berwarna hijau. Hindari memilih buah anggur yang berkerut dan lembek, itu menandakan sudah hampir busuk. Langsung masukan lemari pendingin setelah membeli atau setelah beberapa saat.

Jeruk
Pilihlah buah yang tidak lembek dan berkulit mulus. Warna kulit tidak menjamin akan rasanya. Buah yang berukuran kecil hingga sedang biasanya terasa lebih manis dari pada yang lebih besar. Simpan buah jeruk ditempat yang sejuk, dan ini akan bertahan hingga beberapa minggu.

Pir
Buah ini layak dibeli saat dalam keadaan masih keras, tapi akan matang dengan cepat jika ditaruh di dapur. Saat terasa agak empuk saat ditekan, waktunya Anda memindahkan buah ini ke lemari pendingin atau di sajikan.

Semangka
Ketukkan jari Anda pada buahnya, kalau terdengar suara bergema, buah itu yang terbaik. Putar semangka hingga Anda temukan titik bekas tangkainya. Jika berwarna kekuningan, semangka itu telah benar-benar matang, jika berwarna putih berarti belum matang. Setelah dipotong, sisa buah harus dimasukan kulkas dan dapat dimakan dalam beberapa hari. (Sumber : Kapanlagi.com)

Klik :
One apple a day, keep the doctor away. Begitu kata pepatah. Mengungkapkan betapa pentingnya memasukkan buah-buahan dalam menu makanan sehari-hari kita. Ayo makan buah!

Tuesday, July 24, 2007

Cerita Hari Ini - 017


Pendidikan


Teman dari Australia cerita, sekolah TK di sana umumnya pakai sistem "play-based". Main dan main gitu. Tapi ga sekadar main; main sambil belajar. Jadi anak-anak tuh ga cuma duduk ngelilingin meja di mana gurunya 'ngajar' di depan, lalu anak-anak sibuk bikin "worksheets after worksheets".

Dalam pelajaran seni pun guru ga boleh, misalnya bikin satu produk contoh yang harus ditiru anak-anak. Katanya itu kills creativity. Jadi anak-anak hanya dikasih bahannya, mereka boleh bikin apa saja yang mereka mau. Guru akan memberi apresiasi setiap karya mereka. Good. Saya setuju sekali tuh.

Kadang guru, juga orang tua, ga saja membunuh kreativitas, malah juga "memberengus" daya imajinasi anak. Misalnya daun harus diwarnai dengan hijau. Kalau anak memberi warna lain "dimarahin". Ngegambar pesawat harus ada hidung dan sayapnya. Kalau anak ngegambarnya kayak bentuk bajaj "disalahin".

Konon kan mendidik bukan memasukan air ke ember, tapi menyalakan api. Siang pimpin persekutun Komisi Wanita di gereja Orchard. Enaknya kalau pimpin Komisi Wanita tuh setelahnya selalu ada makanan khas Indonesia. Hehehe. Malam ada pertemuan santai Majelis jemaat dengan pastoral staff.

Cerita Orang Biasa - 13


Kwarta


Di dinding ruang kepala sekolah ada peta kota yang diambil dari Google Earth. Di ruang kelas, komputer terletak di atas meja guru dan terhubungkan dengan LCD proyektor yang menyajikan bahan pelajaran. Di beberapa titik seputar sekolah tersedia fasilitas Wi-Fi yang memungkinkan siswanya terkoneksi internet secara nirkabel. Pekerjaan rumah para siswa diberikan dan dikumpulkan melalui email. Para siswa bahkan menulis laporan lapangan di weblog masing-masing. Semua itu adalah hasil perjuangan dari Pak Kwarta. Guru di SMKN 4 Malang, Jawa Timur. Ia mengajar program studi Typesetting bidang studi Grafika (Percetakan) yang dulunya bercita-cita menjadi arsitek. Karena kepeduliannya terhadap teknologi informasi dan kegigihannya memperkenalkan itu kepada para anak didiknya, Pak Kwarta dikirim ke Philadelphia, AS. Kini ia menularkan itu ke sekolah-sekolah lain di Malang. Dan menjadi arsitek sistem pelajaran berbasis teknologi di Malang. Ia memang tidak perlu menyesal menjadi seorang guru. Karena dengan menjadi guru, ia juga menjadi arsitek. (sumber : Kompas)

Cermin :
Hidup tanpa visi dan tujuan ibarat berjalan tanpa arah. Namun visi tanpa ketekunan dan ketelatenan mewujudkannya hanya akan jadi bunga tidur. Mimpi di siang bolong. Percuma.

Cerita Hari Ini - 016


Patrick Hughes



Baca kisah Patrick Hughes. Sejak lahir menderita kelainan genetik yang menyebabkan ia buta dan lumpuh. Tapi ia punya prestasi hebat; anggota band sekolah, pianis yang pernah berkonser di Kennedy Center, artis rekaman, sekaligus mahasiswa dengan "straight A". Tahun 2006 ia menerima Disney's Wide World of Sport Spirit Award. Ckckck.

Patrick ga sendirian berjuang menghadapi keterbatasannya. Seluruh keluarganya men-support ia. Ibu dan dua adiknya adalah suporter setianya dalam berbagai kesempatan. Ayahnya yang bekerja di perusahaan pengiriman, bahkan sengaja mengambil kerja shift malam. Supaya siang hari bisa menjadi "mata" dan "kaki" buat Patrick di sekolah.

Ketika Patrick menjadi anggota Marching Band berkursi roda pertama di University of Louisville -- ia sebagai peniup terompet -- ayahnya turut dalam barisan; mendorong kursi rodanya, berputar mengikuti barisan, dan membentuk formasi. Dukungan dan kasih sayang orang tua buat anak jauh lebih berharga daripada limpahan materi.

Seharian di rumah. Ngetik. Saya sedang terlibat dalam proyek Renungan Harian edisi Indonesia. Tiap bulan ditarget menulis 10 buah renungan. Agak sore sehabis Kezia dan Karen les Mandarin kita main bola di playground. Tawa di wajah mereka tuh kebahagiaan terbesar bagi saya. Thx, God, untuk Kezia dan Karen.

Monday, July 23, 2007

Monday's Story - 13


Abai Anak



Pengadilan Negara Bagian Nevada menjatuhkan vonis 12 tahun penjara kepada sepasang suami istri yang benar-benar tergila-gila pada internet dan permainan video. Masalahnya kegilaan mereka itu membuat kedua anak mereka yang masih bayi nyaris meninggal dunia. Saking keasyikan bermain video games internet, mereka mengabaikan dan tak memberi makanan pada anak-anak mereka. Sebelum dirawat dokter, putri mereka terkena infeksi di mulut, rambut harus dipotong karena mulai rusak oleh urine kuning. Putra mereka juga mengalami infeksi alat vital dan dehidrasi parah serta sempat susah berjalan karena mengalami pelemahan otot. Untung sebulan lalu para pekerja sosial membawa kedua anak itu ke klinik untuk mendapatkan tindakan dokter. (Sumber : Kompas)

Kilasan :
Kertergilaan pada kesenangan semu bisa berakibat fatal. Agar tidak terjebak dalam kecanduan berlebihan akan suatu hal kuncinya adalah "menyangkal diri". Selamat hari anak nasional.

Cerita Hari Ini - 015


Misteri



Pagi pimpin kebaktian remaja. Temanya "Stewards of the Earth". Bagus juga tema-tema macam itu dibahas buat remaja. Menjaga bumi kan bukan hanya tanggung jawab negara atau organisasi besar macam Green Peace. Tapi tanggung jawab semua orang. Kesadaran ini perlu ditanamkan sejak dini.

Siang pimpin persekutuan pelaut. Terus ke Gleaneagles. Nengok seorang ibu dari Jakarta yang kritis. Kanker usus. Kata suaminya, ibu itu sangat ketat dalam menjaga kesehatan. 18 tahun vegetarian. Senang berolah raga. Bahkan jadi guru tai chi juga. Selama belasan tahun itu hampir ga pernah bersentuhan dengan obat-obatan.

Memang jadi tanda tanya besar. Orang yang sudah begitu rupa tekun dan telaten menjaga kesehatan, koq bisa sakit juga. Parah lagi. Begitulah hidup, ga selalu bisa kita kendalikan. Kita ingin begini, kita berencana begitu, tapi hidup punya "jalannya" sendiri. Selalu ada sisi-sisi misteri di dalamnya.

Tapi bukan berarti ga usah berusaha loh. Berusaha tetap perlu. Termasuk dalam menjaga kesehatan. Cuma semua usaha harus disertai dengan penyerahan diri kepada Tuhan. Dan kesiapan untuk menerima yang "terburuk". Dari Gleneagles kembali ke gereja. Masih ada acara sampai sore. Malam ultah-an teman di Country Club di daerah Tuas.

Sunday, July 22, 2007

Lantern on Sunday - 12


Hak untuk Menghakimi


Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu. Yohanes 8:7b

Hanya orang yang tidak bercela yang berhak mencela kesalahan orang lain; hanya orang yang suci yang berhak “melemparkan batu” kepada si pendosa.

Tetapi adakah orang yang tidak bercela? Adakah orang yang suci tanpa dosa?

Tidak ada!

Oleh karena itu, sesungguhnyalah, tidak seorang pun yang berhak menudingkan jari penghakiman terhadap sesamanya.

Hak itu hanya milik Tuhan. (Ayub Yahya)

Cerita Hari Ini - 014


Uang



Dapat forward email. Bulan Januari lalu RPR1, sebuah radio di Jerman, bikin sayembara unik. Mereka melempar pertanyaan, "Apa yang akan Anda lakukan bila mendapatkan 100.000 Euro?” Untuk ide atau jawaban terbaik hadiahnya ga tanggung-tanggung: 100.000 Euro. Lebih dari 1 milyar rupiah. Piuhh!

Ribuan orang ikut serta. Jawabannya beragam. Mulai dari yang bersedia dirontokkan semua giginya, sampai yang rela berenang di lumpur limbah. Ckckck. Demi uang orang sampai rela melakukan apa saja. Benar kata pepatah: uang adalah benda bikinan manusia yang justru bisa memperbudak manusia.

Pemenangnya adalah Marco Hilgert. Seorang supir truk. Ia menjawab: akan membagikan 75% dari uang itu kepada orang banyak dari jendela Balai Kota. Hilgert kemudian melaksanakan "nazarnya" di lapangan balai kota Kaiserslautern. Foto Hilgert yang sedang membagikan uang ditayangkan di situs Spiegel Online International.

Siang ada acara pembinaan aktivis di gereja. Disambung sorenya persekutuan keluarga muda. Dapat kabar, teman kemarin malam mancing di Pasir Ris, dapat ikan gede seberat 10 kg. Teman lain tadi pagi mancing di Bedok Jeti, dapat pula puluhan ekor ikan. Saya ga ikut mereka justru "berhasil". Mungkin hoki saya bukan di mancing :).

Friday, July 20, 2007

Cerita Hari Ini - 013



Mellow


Entah, hari ini saya mellow banget. Inget "kampung halaman". Terbayang wajah-wajah yang selama ini sangat "dekat". Terbayang tempat-tempat yang kerap saya singgahi atau lewati. Duh. Jadi pengen pulang. Teman saya bilang, perasaan mellow itu menunjukkan masih adanya ikatan dengan "sang akar".

Bisa jadi begitu. Orang yang sudah lama pergi dari "kampung halaman", mungkin sudah ga mellow-mellowan lagi. Saya pernah bertanya soal ini kepada teman yang sudah hampir 20 tahun ninggalin Indonesia. Ia masih suka ingat "pulang" sih, tapi kadang-kadang saja gitu. Kalau pun pulang, ga betah lama-lama. Suasananya sudah beda.

Saya kira wajar. Walau saya pribadi berharap ga sampai putuslah dengan "kampung halaman". Jauh toh ga berarti "hilang". Malah biasanya orang lebih bisa menghargai sesuatu setelah “jauh”. Seperti kata Anthony de Mello, jarak justru memungkinkan terjadinya relasi. So, Thx, God, untuk mellow.

Hari ini Dewi ada acara Komisi Wanita. Jadi saya di rumah. Sekalian "bayar utang" sama Kezia. Seminggu ini saya banyak "ngalong". Tidur bisa sampai jam 3-an, bangun agak siang. Pulang hampir selalu malam. Jadi jarang bisa bertemu Kezia. Saya bangun ia sudah pergi sekolah. Saya pulang ia sudah tidur.

Cerita Hari Ini - 012


Cuaca



Pagi sampai siang hujan deras. Agak sorenya cuaca berubah panas. Matahari bersinar benderang. Kemarin juga begitu. Hujan, terus panas. Cuaca di sini memang lagi kurang "enak". Mungkin karena itu jadi “musim sakit”. Banyak orang yang batuk atau flu. Saya sendiri batuk sudah lebih dua minggu ga baik-baik nih.

Tapi seburuk-buruk cuaca di negeri tropis macam Singapura dan Indonesia, tetap masih lebih baiklah dibanding di negara yang punya empat musim. Di sana kalau panas, bisa panas sekaleee sampai 40 derajat ke atas. Kalau dingin, bisa dingin sekaleee sampai minus sekian derajat. Piuhh!

Saya baca di koran, baru-baru ini beberapa negara Eropa seperti Perancis, Yunani dan Turki dilanda suhu ekstrim panas. Begitu juga beberapa kota di Amerika. Sampai makan korban jiwa. Sebaliknya di Rusia dan China malah dihantam musim dingin yang ga kalah nakutin. Saya sih mana tahan hidup di negeri seperti itu.

Kita ga pernah ngalamin sih ya suhu ektrim begitu. Jadi suka ga bersyukur dengan cuaca yang ada. Hujan ngeluh. Panas ngedumel. Hujan panas marah-marah. Malam ada persekutuan doa jemaat di gereja. Disambung rapat pembinaan. Begitulah di sini, susah cari waktu kosong. Kalau mau rapat mesti "dipas-pasin" sekalian dengan kegiatan rutin :)

Thursday, July 19, 2007

Thursday's Quote - 13



Greatness


When a person realizes their littleness, their greatness can appear. – Saat seseorang menyadari kelemahannya, saat itulah kebesarannya nampak. (HG Wells)

Percikan :
Dan saat seseorang menyadari bahwa ia rendah hati, pada saat itulah ia tidak lagi rendah hati.

Cerita Hari Ini - 011


Lift


Malam ikut family fellowship di daerah Holand Drive. Pulang terjebak di dalam lift. Hampir setengah jam. Kita bersepuluh. Dari lantai 20 turun lewat lift. Di lantai 4 tahu-tahu lift-nya lepas. Nyampe ke lantai dasarnya ngedubrak. Suaranya cukup keras juga. Teman di lantai 20 sampai denger. Kita di dalam, ya kagetlah.

Untung, orang Indonesia kan selalu ada "untung" :), lift lepas "cuma" dari lantai 4. Coba kalau dari lantai 20. Bye-bye deh. Untung fan dan lampu di dalam lift masih nyala. Kalau ga, bisa dibayangin, 10 orang di dalam lift sempit selama hampir setengah jam. Brrghh. Untung pula ada hand phone yang dapat signal. Jadi bisa call bantuan.

Lift ternyata amblas hampir satu meter. Kita keluar harus merangkak naik. Hikmah praktis, kalau lift sudah penuh jangan maksain masuk. Kadang orang malah sampai nyempil-nyempil gitu kan. Lebih baik tunggu. Kata teknisi yang nolongin, lift itu hanya untuk 6-7 orang. Tapi kita juga ga tahu, karena alarm tanda over-load ga bunyi.

Hikmah teologis, batas antara kehidupan dan kematian tuh tipis sekali. Tuhan bisa "panggil" kita di mana saja dan kapan saja. Maka senantiasa "berjaga-jaga" itu penting. Pulang ke rumah jam 24-an. Buka detik.com, Indonesia kalah tipis 0-1 dari Korsel. Gagal bikin sejarah, tapi tetap membanggakanlah. Bravo, Indonesia!

Wednesday, July 18, 2007

Tips n Tricks - 13


Go Green


Global warming sekarang memang lagi jadi isu hangat. Bahkan momen 070707 dijadikan icon untuk menggugah kesadaran orang sedunia terhadap masalah ini. Tidak kurang dari Al Gore, mantan Wakil Presiden AS turut berlelah-lelah tentang ini dan melibatkan ribuan seniman di seluruh dunia untuk bersatu menyerukan isu global warming ke seluruh dunia. Tas rancangan designer “anti plastic-bag” bertebaran. Mobil mulai menyerukan semboyan environmental friendly. Kita pun bisa.

Berikut tips ringan dari detik.com yang bisa jadi pilihan kita untuk mengurangi polusi udara

1. Perhitungkan beralih ke alat transportasi lain. Sesekali gunakan kendaraan umum, untuk mengurangi polusi akibat asap mobil atau motor Anda. Menggunakan sepeda atau berjalan kaki untuk jarak tempuh yang tidak terlalu jauh juga patut Anda coba.

2. Biasakan mengisi bensin di malam hari. Ketika emisi dilakukan siang hari, panar udara menguap dan membuat gas mengganggu tingkat dasar ozon.

3. Hindari gas atau bensin berceceran. Jangan lupa jaga kendaraan Anda dalam kondisi yang bagus. Sesekali cek kondisi kendaraan ke bengkel.

4. Cobalah untuk menilik tempat-tempat makan siang yang tak jauh dari kantor Anda, sehingga Anda tak perlu ke luar untuk sekedar cari makan.

5. Hindari menggunakan produk yang dikemas dalam bentuk spray. Coba cari yang berbentuk zat padat, jel atau cairan sebagai alternati

6. Gunakan peralatan berbahan gas seminim mungkin. Gunakan cat berbahan dasar air dibandingkan oli dan pernis.


Klik :

Langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil. Tidak perlu melakukan hal muluk yang ribet. Cukup hal kecil yang sederhana. Menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama. So, let's go green!

Cerita Hari Ini - 010


Sekolah



Siang-siang kalau naik bis, saya sering ngelihat anak sekolah yang ketiduran di bis. Biasanya anak primary (SD) atau secondary (SMP). Kelihatannya capek banget. Saya suka kasihan saja. Kayaknya sekolah tuh berat sekaleee. Dulu saya sekolah rasanya "asyik-asyik" saja. Mungkin karena sekolah di kampung juga sih ya.

Sekolah sekarang makin "favorit" makin berat pelajarannya. Kalau di Indonesia makin mahal pula biayanya. Di sini mendinglah, biaya sekolah ga mahal. Kezia cuma 14 $ per bulan. Tapi karena kita termasuk orang asing, jadi dua tahun sekali bayar 1000 $. Yang permanent resident sih cuma bayar biaya bulanannya.

Selama ini saya punya keyakinan sekolah bukan sesuatu yang "penting-penting amat" gitu. Orang yang gagal di sekolah, ga lantas gagal pula dalam hidupnya. Malah ga sedikit yang lebih sukses. Tapi dalam konteks Singapore rasanya saya harus mengoreksi keyakinan saya itu. Di sini persaingan meraih masa depan sudah dimulai di sekolah.

Malam janji ketemu teman di Lucky Plaza.
Ia pendeta dari surabaya. Di sini sedang ngikutin training Hagai Institute. Kita terus makan sop buntut di restoran Melayu India Al-Azhar di Bukit Timah. Ia bilang, mantab, rek :). Pulang hujan deras. Padahal tadi siang matahari terik banget. Sampai jam 7 malam semburatnya masih kelihatan di atap rumah.

Monday, July 16, 2007

Cerita Hari Ini - 009


Piala Asia



Baca di detik.com di Indonesia rupanya sedang demam Piala Asia. Pasalnya Indonesia sebagai tuan rumah Grup D bikin kejutan ngalahin Bahrain 2-1. Dan hampir menahan Arab Saudi sebelum akhirnya kalah 1-2 karena gol saat injuri time. Tentu saja ini prestasi membanggakan. Sudah lama sepakbola Indonesia "nyungsep".

Kejuaraan sepakbola Asia ini dibagi empat grup. Tuan rumah setiap grup dipilih negara yang relatif "lemah". Tampaknya Federasi Sepakbola Asia sengaja ngambil kebijaksanaan begitu untuk memeratakan kekuatan sepakbola. Hitung-hitung ngasih voor. Yang namanya kejuaraan olah raga akan lebih seru kalau tingkat kemampuan pesertanya ga jomplang.

Kecuali Malaysia yang babak belur, tiga negara tuan rumah lainnya sukses bikin kejutan. Thailand nahan imbang Irak dan ngalahin Oman, walau kemudian kalah dari Australia. Vietnam ngalahin Uni Emirat Arab dan nahan Qatar. Bahkan lolos ke 8 besar. Indonesia juga tampil mengejutkan. Sip. Semoga demam-nya ga kebablasan jadi "sakit hati" :).

Siang berdua Dewi belanja keperluan sehari-hari. Pergi naik bis, pulang naik taxi. Beli beras, minyak, sabun, sayur, susu anak-anak, dsb. Terus ga kemana-mana lagi. Terima SMS dari teman, ia lagi makan ngohiang Bogor dan soto mie Ciseeng. Duh. Jadi mellow pengen pulang nih. Pas acara televisi yang distel back sound-nya musik kecapi suling.

Cerita Hari Ini - 008


PRT

Siang pimpin persekutuan Maria Marta di gereja Orchard. Lanjut dengan ramah tamah, makan makanan kecil sambil ngobrol. Ini acara rutin tiap bulan. Yang hadir 60-an. Maria Marta tuh wadah pelayanan untuk para pekerja rumah tanggal (PRT). Konon di sini ada sekitar 4000 PRT asal Indonesia.

Profesi PRT di luar negeri rentan sekali. Mereka beruntung kalau dapat majikan yang baik, tapi malang kalau dapat majikan yang "sakit". Banyak kasus PRT yang disiksa oleh majikannya. Ga jarang sampai cacat "lahir batin". Data KOPBUMI (Koperasi Buruh Migran) tahun 2001 saja ada 33 kasus kematian, 107 penganiayaan dan pemerkosaan PRT Indonesia. Paling banyak terjadi di Arab Saudi dan Malaysia.

Betul sih mereka dapat sebutan "manis". Pahlawan devisa. Tapi kenyataannya hampir ga ada "pembelaan" buat mereka. Permainan agen, majikan yang ga bertanggung jawab, oknum petugas yang memeras. Sad. Gereja memang ga lantas bisa mengubah nasib para PRT itu, tapi paling ga bisa jadi "teman-lah" buat mereka.

Pulang dari Orchard sudah sore. Janjian sama beberapa teman mancing di Pasir Ris. Kezia ikut. Sempet hujan. Tapi mancing jalan terus. Sayang hasilnya jelek. Tiga jam empat orang dapat cuma enam ekor. Padahal per orang bayar 50$. Tapi kan banyak hal yang ga bisa diukur dengan uang. Hehehe.

Sunday, July 15, 2007

Lantern on Sunday - 11


Simpati


Bersukacitalah dengan orang yang bersuka cita, dan menangislah dengan orang yang menangis! Roma 12:15.

Simpati bagi sebuah relasi seumpama tiang bagi sebuah rumah; akan memperkokoh, sekaligus bisa memperindah. Relasi kita dengan orang lain; di rumah, di gereja, di masyarakat, atau di mana saja, akan kokoh dan indah kalau disertai simpati.

Simpati berasal dari kata Yunani syn artinya bersama dengan (together with), dan paskhein artinya mengalami, menderita (to experience, to suffer).

Jadi simpati adalah kesediaan untuk turut mengalami atau menanggung, beban dan derita orang lain. Dengan kata lain, simpati adalah kerelaan untuk keluar dari perhatian terhadap kesenangan dan kepentingan diri sendiri, dengan memperhatikan nasib orang lain.

Lawan dari simpati adalah antipati. Tidak mau senasib sepenanggungan dengan orang lain. Senangnya melihat orang lain susah, dan susah melihat orang lain senang.

Itu bukan sikap kristiani.(Ayub Yahya)

Saturday, July 14, 2007

Cerita Hari Ini - 007



YWCA


Pagi sampai sore pembinaan Majelis Jemaat gabungan jemaat Orchard dan Bukit Batok di YWCA. Saya kebagian pimpin ibadah pembuka, acara kebersamaan, dan satu sessi tentang esensi praktis Majelis Jemaat. YWCA tuh Young Women's Christian Association. Mirip dengan organisasi internasional macam Compassion atau World Vision. Hanya concern-nya beda.

YWCA didirikan di Inggris. Sesuai namanya fokus aktivitas mereka adalah pemberdayaan dan advokasi hak-hak kaum wanita. Hingga kini mereka sudah berkiprah di 122 negara. Termasuk di Indonesia. Good. Lembaga-lembaga kemanusiaan macam beginilah yang membuat dunia ini ga tambah "suram dan tua".

Gedung YWCA di Fort Canning Singapore cukup besar. Mereka nyewain ruangan untuk seminar. Juga ada wismanya untuk menginap. 80-an $ per malam. Jauh dibawah harga hotel. Tempatnya oke-lah. Tapi jangan salah, selain YWCA ada juga YMCA (Young Men's Christian Association). Letaknya ga berjauhan. Belakang-belakangan.

Dari YWCA terus ke gereja. Bersama beberapa teman pimpin persekutan pemuda. Acara kebersamaan. Bulan ini Komisi Pemuda topiknya seputar Indonesia. Ada quiz seputar Indonesia. Saya baru tahu kalau arsitek Masjid Istiqlal Jakarta tuh Friedrich Silaban, seorang Kristen. Sayang fakta "karya lintas agama" begini kurang "terangkat".

Cerita Hari Ini - 006


Friday the 13th



Hari ini hari Jumat tanggal 13. Angka 13 biasa dipercaya sebagai angka sial. Begitu juga hari jumat kerap dianggap sebagai "hari buruk”. Di banyak negara seperti Inggris, Jerman, dan Amerika hari Jumat tanggal 13 dipercaya sebagai bad-luck day. Tahun 90-an pernah tuh ada di televisi film judulnya Friday the 13th. Film horor.

Pengaruh mitos Friday the 13th ga main-main loh. Donald Dossey seorang ahli psikoterapi dalam bukunya HOLIDAY FOLKLORE, PHOBIAS AND FUN: Mythical Origins, Scientific Treatments and Superstitious "Cures", memperkirakan di Amerika saja ada 17-21 juta orang pengidap paraskevidekatriaphobia. Itu istilah psikologi untuk ketakutan berlebihan terhadap hari Jumat tanggal 13.

Dan kerugian ekonomi yang bisa ditimbulkan karena orang tidak mau bepergian, belanja, dan melakukan kegiatan bisnis apa pun pada hari itu katanya bisa mencapai 750 juta US$. Kwakk!! O ya, konon angkatan laut Amerika juga sampai saat ini ga pernah ngeluncurin kapalnya pada hari jumat tanggal 13. Hehehe. Ada-ada saja.

Siang rapat dengan teman pendeta dan preacher dari jemaat Inggris dan Mandarin. Sorenya teman ngajak mancing. Tapi karena sudah terlanjur janji dengan teman lain, jadi ga bisa ikut. Belakangan saya denger mereka ga dapat satu ekor ikan pun. Padahal biasanya sejelek-jeleknya dapatlah 2-3 ekor. Mungkin efek Friday the 13th. Hehehe.

Thursday, July 12, 2007

Cerita Hari Ini - 005


Mahal



Pagi ke Mount Elizabeth. Dari rumah naik bis. Nyambung MRT. Terus “walking”. 10 menitanlah. Benar-benar BMW :). Ngelawat seorang ibu dari Jakarta. Cancer. Dan teman yang baru operasi laparoscopy. Ambil batu ginjal. Benar-benar batu loh. Piuhh. Ajaib benar tubuh manusia bisa menghasilkan batu-batu kayak begitu.

Mount Elizabeth tuh bisa dibilang rumah sakitnya orang Indonesia. Banyak pisan orang Indonesia yang berobat ke rumah sakit ini. Kalau di lift jangan heran depan belakang kanan kiri orang ngomong “gua elu gua elu”. Mungkin karena letaknya juga strategis. Di pusat kota. Dekat dengan Orchard Road.

Padahal kata seorang teman di sini, Mount Elizabeth ga murah. Ia pernah cuma konsultasi dokter bayarnya $700. Katanya, mungkin karena dokternya tahu ia orang Indonesia. Di sini orang Indonesia terkenal “berani” bayar. Ga tanya-tanya atau tawar-tawar lagi. Entah karena “lugu”, entah karena bagi mereka segitu itu “murah”. Bisa dimengertilah, yang datang berobat ke sini kan rata-rata orang “berduit”.

Dari Mount Elizabeth terus pulang. Istirahat bentar terus ke kantor. Malam ada rapat dengan teman-teman anggota Majelis Jemaat. Sambil kongkow di Swiss Club. Kalau di Jakarta kayak Kelapa Gading Sport Club gitu. Ada beberapa hal penting yang perlu dibicarakan. Tapi kita inginnya bicarakan dalam suasana santai.

Thursday's Quote - 12


Boomerang


Life is like a boomerang. The more good you throw out, the more you receive in return. – Hidup laksana melemparkan bumerang. Semakin banyak kebaikan kita sebarkan, semakin banyak pula yang kita terima. (Josh S. Hinds)

Percikan:
Tapi jangan kemudian menyebar kebaikan semata hanya untuk berharap mendapatkan balasan. Sebaliknya sebarlah kebaikan walau tiada harapan untuk mendapatkannya kembali.

Wednesday, July 11, 2007

Cerita Hari Ini - 004


Alam


Pagi hujan. Ga deras sih dan ga lama. Selanjutan seharian mendung. Kata teman-teman yang sudah lama tinggal di sini, tahun ini cuaca agak "kacau". Panas dan hujan ga ngikutin musim sebelum-sebelumnya. Tapi menurut berita di koran, hampir di semua belahan dunia cuaca lagi ga menentu. Konon akibat "global warming".

Saya percaya, apakah alam ini akan menjadi tempat yang nyaman atau ga sangat tergantung perlakuan kita terhadapnya. Prinsip, apa yang kamu kehendaki supaya orang lain perbuat kepadamu, perbuat jugalah demikian kepada mereka. Saya pikir ga hanya berlaku dalam relasi antara manusia, tapi juga dalam relasi antara manusia dengan alam.

Pernah saya berbincang dengan seorang sopir taxi. Ia mengaku free-thinker. Ia katakan, alam itu sebetulnya "hidup". Sama dengan kita. Alam menumbuhkan pohon-pohonan, tubuh kita menumbuhkan rambut. Alam punya "hati" dan "jiwa". Seperti kita ingin dikasihi, alam pun ingin dikasihi. Bisa jadi begitu. Walau saya sih ga berpikir sejauh itu.

Saya ngantor setengah hari, sebab sore ada janji ketemu beberapa teman di Plaza Singapura. Bicarain soal "salah satu gereja" Indonesia di sini. Kalau-kalau kita bisa "gabung". Masih penjajakan sih. Terus ikut rapat di gereja pusat di Orchard. Dari situ dengan beberapa teman nengokin teman yang besok mau operasi baju ginjal.

Tips n Tricks - 12


Tips : Push-Up


Push up cukup bermanfaat membentuk tubuh bagian atas secara keseluruhan. Gerakan yang melatih otot dada, bahu, dan lengan bagian luar (trisep) ini terbilang mudah dan bisa dilakukan dimana saja. Latihan ini menghasilkan otot tubuh atas yang lebih kencang.
Cukup tengkurap di lantai dan mengangkat tubuh dengan dorongan kedua lengan. Bagi wanita, beban bisa dikurangi dengan bertumpu di lutut. Variasi push up untuk melatih otot dada bagian atas adalah menempatkan tangan di kursi sehingga tubuh membentuk sudut 45 derajat. Sementara bagi mereka yang ingin tantangan lebih berat, kaki diletakkan lebih tinggi seperti di atas kursi. Selamat mencoba. (Sumber : Liputan6.com)

Klik :
Mens sana in corpore sano. A healthy mind in a healthy body. Dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang sehat. Jangan meremehkan pentingnya olah gerak. Tidak sajamembuat tubuh bugar. Tapi lebih dari itu membuat jiwa kita segar. Lebih produktif. Hidup sehat itu pilihan. Dan bisa dimulai dari hal-hal kecil yang sederhana. Seperti pola makan. Atau pola olahraga.

Cerita Hari Ini - 003


Makan



Pagi-pagi berdua Dewi ke pasar. Beli tomat dan mentimun. Persediaan di rumah sudah habis. Sejak tiga minggu terakhir saya membiasakan lebih banyak makan sayur, terutama tomat dan mentimun. Saya baca artikel di majalah Nirmala, "kesaksian" dr. Tan Tjiauw Liat. Di usia 76 tahun ia masih sangat fit.

Kuncinya pada pola makan. Konon sampai usia 60 tahun makannya ga terkontrol. Ia doyan makan enak. Akibatnya selain over weight, ia juga "penyakitan". Kemudian ia beralih pola makan dengan hanya makan sayur-sayuran mentah. Terutama tomat dan mentimun. Sejak itu kebugaran tubuhnya berangsur pulih.

Saya ga sampai "ekstrim" niru pola makan dr. Tan. Saya tetap makan segala macam :). Cuma lebih banyak makan sayur. Tiap hari makan tomat dan mentimun mentah. 2-3 biji. Digerogot gitu saja atau diblender. Sebetulnya saya ga suka tomat, tapi saya "paksain" makan. Hasilnya good. Sudah dua minggu ini saya ga sariawan. Flu juga agak jarang.

Selama ini saya sering banget sariawan. Kurang tidur sariawan. Banyak "pikiran" sariawan. Sekali sariawan bisa sampai 2-3 biji. Puihh. Flu lebih-lebih, bisa dibilang hampir tiap hari. Kadang malah pagi flu, siang baik, malam flu lagi. Ampun deh. Ada pepatah: "We are what we eat". Nilai rohaninya, belajar mengendalikan diri mulai dengan mengontrol makanan.

Tuesday, July 10, 2007

Cerita Orang Biasa - 12


Tumini


Mau seger, singset atau langsing? Atau sekedar usir pegel linu, batuk, pilek, dan menambah nafsu makan? Cari Tumini di daerah Pejaten. Itu bukan nama obat. Tapi Tumini adalah wanita penjual jamu gendong. Ia sendiri yang meraciknya. Namun bukan itu yang membuat Tumini patut diacungin jempol. Tapi kisah di baliknya. Ia dan suaminya adalah korban PHK di sebuah pabrik tekstil di Solo. Tanpa pesangon, tanpa kejelasan. Tidak mau lama-lama terpuruk dalam kondisi yang tidak menentu, Tumini mengadu nasib ke Jakarta . Anaknya ditinggal di desa. Jakarta bukanlah tempat yang mudah mencari pekerjaan. Akhirnya Tumini memilih menjadi penjual jamu gendong. Ia belajar meracik. Dan menjajakannya langsung. Pendapatannya lumayan, katanya. Walau tidak seimbang dengan pegal-pegal kaki dan punggungnya menjajakan jamu, akunya. (sumber : Kompas.com)

Cermin:
Kerap kita menghadapi tantangan yang berat dalam hidup. Kehilangan sesuatu yang berharga. Lalu semua mendadak gelap. Terpuruk dan gamang menghadapi masa depan. Padahal kerap itu bukan akhir perjalanan. Bukan kiamat. Sekedar batu uji yang justru membuat kita makin kuat.

Monday, July 09, 2007

Cerita Hari Ini - 002


Trauma



Senin hari libur. Kalau libur begini rasanya plong gitu. Pengennya kalau libur, "libur" pula dari komputer dan hand phone. Bener-bener free dari segala yang "berbau" rutin. Tapi susah. Bawaannya tuh gatal kalau gak "buka" komputer dan "pencet-pencet" hand phone. Hehehe. Ga apa-apalah, yang penting hati dan pikiran yang "libur".

Siang ke British Council, tanya-tanya tentang kursus bahasa Inggris. Sudah setahun di sini, Inggris saya ga maju-maju. Sad. Habis jarang pakai. Sehari-hari ngumpul dengan orang Indonesia. Paling "ngomong" sama sopir taxi. Itu pun kadang campur. Sopir taxi sini banyak yang bisa bahasa Melayu.

Saya tuh memang "ga suka" dengan yang namanya bahasa Inggris. Ga "pe-de" saja gitu. Mungkin karena saya punya trauma. Waktu SMP dulu saya pernah "dimarahin habis-habisan" oleh guru bahasa Inggris dan jadi bahan tertawaan teman-teman sekelas. Sampai sekarang masih suka terbayang tuh wajah guru. Puihh!

Celakanya pula saya ga telaten belajar sesuatu. Kalau ga dipaksa ga "jalan". Bisa dibilang apa yang saya bisa sekarang lahir karena "keterpaksaan" :). Tapi mungkin ada bagusnyalah saya ga lancar bahasa Inggris. Sebab kalau dari dulu lancar, saya bisa lebih "maju" dari sekarang. Salah-salah saya "ga di bumi" lagi. Hehehe. Selalu ada hikmah dibalik sebuah pengalaman. Asal jangan jadi pembenaran saja.

Cerita Hari Ini - 001


Setahun



Hari yang padat. Seperti biasa hari Minggu. Pagi pimpin Perjamuan Kudus. Dua kali kebaktian. Pertama kali "bertugas" di GPBB saya juga pimpin Perjamuan Kudus minggu kedua bulan Juli tahun lalu. Itu berarti pas setahun saya di sini. Ga kerasa. Betapa cepat waktu berlalu. Rasanya baru kemarin "waktu itu".

Setahun di sini saya mulai "memahami", kenapa Tuhan membuka "jalan" ke sini. Saya bersyukur telah mengambil keputusan "pergi". Jujur, awalnya saya gentar. Dan sempet mikir "macam-macam", bagaimana kalau begini begitu. Tapi kekuatiran itu rupanya hanya produk pikiran sendiri. Sebagian karena "provokasi" beberapa teman. Setelah dijalani oke-oke saja.

Tapi saya sadar, ini toh belum "ujung jalan". Bukan akhir. Masih "belokan". Apa yang masih akan terjadi, saya belum tahu. Apa langit kan cerah, atau hujan badai yang menerpa. Entah. Bagian saya, jalani hidup ini sebaik-baiknya. Di mana pun dan kapan pun. Selebihnya terserah Tuhan, Sang Pemilik Hidup.

Siang ikut membership class. Program yang dirancang untuk para anggota jemaat baru. Tujuannya agar mereka lebih kenal seluk beluk Gereja Presbyterian. Program yang bagus. Bagaimana bisa sayang kalau ga kenal kan?! Malam dampingi Family Fellowship di daerah Clementi. Jam 11-an baru pulang. Hujan deras. Geluduknya kencang pula.