Friday, September 29, 2006

Catatan Harian

Day - 185

Kamis, 28 September 2006 - Di sini tuh paling "ngelegain" kalau mau pergi, pas sampai di halte pas bis yang ditunggu datang. Sebaliknya paling "ngeselin" kalau nunggu bis lama. Kayak tadi pagi. Mau ke kantor. Sampai di halte, bis yang ditunggu pas baru jalan. Tunggu bis yang berikut. Tapi ditunggu-tungguh koq lama. Bis-bis nomor lain sampai dua kali lewat. Jarak satu bis ke bis lain yang sama tuh 15 menit-an. Bayangkan. Hampir 40 menit saya nunggu. Duh!

Kalau ga tergesa-gesa sih masih oke-lah. Saya bisa baca buku. Atau SMS-an :). Yang repot tuh kalau tergesa-gesa. Alternatif terakhir sih naik taxi. Tapi kadang taxi juga ga selalu gampang loh. Terutama kalau jam sibuk. Kondisi begini ada bagusnya juga sih. Mengajar saya me-manage waktu. Jadi ga suka-suka sendiri gitu kan.

Tadi siang sempet chatting dengan teman di Yogyakarta. Tadinya just to say hello. Tapi jadi ngobrol sebentar. Teman saya tuh bilang, ia baca di koran Kompas, orang Indonesia di Paris terkenal suka belanja. Sampai banyak toko di sana yang memakai karyawan yang bisa bahasa Indonesia atau Melayu. Hehehe. Rupanya ga hanya di Singapore. Indonesia naga-naganya memang layak deh masuk "keajaiban" dunia. Saya jadi ingat seorang teman yang bilang, "Di Singapore kamu harus bangga jadi orang Indonesia. Indonesia tuh ikut membangun ekonomi Singapore loh." Ingat kondisi Indonesia, saya ga tahu harus sedih atau senang.

Malam ada acara Family Fellowship di daerah Bukit Batok. O ya, saya denger hasil penjualan buku-buku launching kolportase kemarin mencapai hampir $S 500. Padahal waktu efektif paling satu jam-lah. Jadi kalau rata-rata harga buku $S 4 berarti 100 lebih buku yang terjual. Buat saya bukan hasilnya uangnya yang penting. Tapi bahwa minat baca jemaat terfasilitasi dengan baik.

No comments: