Monday, April 10, 2006

Catatan Harian - 356

Tadi pagi pimpin Paskah-an PSKB (Persekutuan Siswa Kristen Bogor) di Kebun Raya Bogor. Acaranya di tempat terbuka. Di bawah pohon. Duduk di tiker. Sangat informal. Ga jauh, ada acara kebaktian juga entah dari gereja mana. Pake band. Suaranya jelas banget.

PSKB itu wadah pelayanan siswa-siswa SMP dan SMU Kristen di sekolah-sekolah negeri se-bogor. Dikelola oleh Komisi Pelayanan Siswa (KPS) PMK-IPB. Agak aneh sebetulnya, kenapa ga dikelola oleh gereja-gereja yang ada di Bogor. Saya sangat appreciate dengan PMK-IPB. Para mahasiswa yang di tengah tugas belajarnya, masih nyempetin memikul tanggung jawab besar begitu. Bravo PMK IPB.

Sore rapat Paskah. Saya sebetulnya pengen ga hadir. Badan sakit-sakit. Kepala pusing. Pengen istirahat. Lagian sudah ada dua Pendeta laen dari seksi acara yang hadir. Tapi panitia Paskah tetap minta saya hadir. Kan saya Pendeta pendamping Panita Paskah, katanya. Jadilah saya hadir.

Rapat itu cuma pemantapan. Saya hadir atau ga sebetulnya ga pengaruh. Saya tuh paling ga enak deh, berada dalam situasi dimana saya ada atau ga ada sama saja. Lebih bae saya pake waktu untuk yang lebih berguna kan. Saya sering tu alami di gereja. Rapat-rapat yang mboten-mboten gitu deh.

14 comments:

Anonymous said...

hmmm PMK memang lebih baik ga dibawah gereja, agar semua siswa ( Kristen ) bisa terangkul, kalo sampe di bawah gereja pasti PMK sendiri akan pecah.

dulu di kampus saya ada oknum yg berusaha menggerejakan persekutuan, dan saya tentang abis2an. krn ya itu tadi begitu satu gereja masuk, gereja lain akan berdatangan, jadilah berbagai persekutuan. ntar ada persekutuan gki, persekutuan reform, persekutuan karismatik, dll.

ayub yahya said...

nah itu dia keprihatinan saya, pak. menurut saya, idealnya gereja tetap turun tangan mengelola pmk2 or psk2. tapi betul bapak kondisi yang kita hadapi tidak ideal. tapi kan pak minimal gereja jangan lepas tangan gitu.

Anonymous said...

tuh kan.. bapak kena sakit.. minum vitamin c, tidur banyakan. jangan sampe ga isi blog lho pak.

Anonymous said...

hehehe, mas calvin nih perhatian banget sama pak ayub. Mbok langsung ngirimin si vitamin atau suplemen. Perhatian harus ada action dong... :)) Tapi setuju, pak. Jaga kesehatan. Blog bapak tuh obat buat saya. Jadi, jangan sampai hilang ya....:)))

Anonymous said...

Mustinya demikian. Minimal gereja menyediakan diri untuk melakukan pembinaan. Karena biasanya anak mahasiswa tidak punya dana besar untuk mendatangkan pembicara handal. Mustinya gereja menyediakan diri untuk itu. Tanpa dibayar.

Anonymous said...

gereja menurut saya bisa masuk namun tetap tidak punya otoritas ke dalam pmk.mungkin bisa membantu dalam masalah dana, atau kerjasama dalam kegiatan2 tertentu.

pmk yg dibawah otoritas gereja akan jadi tidak sehat, karena ya alasan saya di atas tadi...

Anonymous said...

Waaa.. Pak Ayub sempat memimpin PSKB juga? Terimakasih banyak buat dukungannya untuk KPS PMK IPB pak!

KPS'35

ayub yahya said...

saya setuju dengan briko. minimal gereja gak "lepas tangan".
tapi saya denger, kps pmk ipb ini sampai juga mengajar agama xn di sekolah negeri. memberi nilai untuk pelajaran agama. apa gak sebaiknya yang begini2 ini dilakukan gereja? ato ya minimal gereja membiayai adanya guru agama xn di sekolah negeri.
tapi, terus terang, saya pribadi gak gitu setuju sih agama dijadikan mata pelajaran di sekolah.

Anonymous said...

benar boe. Dukungan itu yang penting. Kalau para Hamba Tuhan yang bertalenta dan punya potensi besar hanya mau melayani di tempat 'basah', bagaimana pelayanan di tempat 'kering' seperti kampus-kampus? Pak Ayub, jadi contoh, bahwa melirik ke kampus dan mengangkatnya jadi bahan diskusi, adalah langkah yang baik. Bravo.

Anonymous said...

boleh2 aja hamba Tuhan melayani di kampus, tapi ya tetep dengan tidak membawa doktrin gereja.

Anonymous said...

masalahnya pak, mahasiswa suka susah cari pembicara. Saya mengalaminya. apa lagi sampai jauh-jauh gitu.

ayub yahya said...

boe kelihatannya punya ikatan batin dengan pskb ya? untuk siau kalo saya gak bisa dijadikan contohlah, saya ngelirik ke kampus karena emang gak ada yang mau dilirik gitu hahaha
tapi betul koq saya lihat juga di jogja, gereja gak gitu acuh dengan pelayanan mahasisa or siswa?

ayub yahya said...

septian mungkin bisa belajar dari pmk ipb, mereka punya almunus2 yang kerap diminta juga jadi pembicara

Anonymous said...

ini novi.
terima kasih,pak atas playanannya di pskb
komisi ini juga mendapat bantuan dari sebuah gereja, tapi dalam pelayanannya kami bergerak sendiri supaya sifatnya interdenominasi.
karena siswa-siswi kan juga asalnya dari denominasi berbeda